Friday, 27 February 2026
Selular.ID -

IDC: Pasar Smartphone 2026 Turun 12,9% Karena Krisis Chip Memori

BACA JUGA

Selular.ID – Perusahaan riset International Data Corporation yakin industri smartphone global tahun ini bakal lebih menantang akibat kelangkaan memori, imbas perebutan pasokan untuk sektor pusat data AI.

IDC memberi peringatan cukup serius untuk produsen smartphone di level harga bawah.

Para peneliti memperkirakan angka pengiriman smartphone global menurun 12,9% dimana faktor ketiadaan chip jadi gambaran “tsunami rantai pasok,” dan akan menjalar ke seluruh sektor industri elektronik konsumen.

Laporan IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker terbaru menerangkan, tahun ini angka shipment menjadi yang terendah dalam satu dekade atau ada pada kisaran 1,12 miliar unit.

Nabila Popal, Direktur Riset Senior IDC, kelangkaan chip sama artinya dengan reset secara struktural di pasar.

Persoalan memori akan mengubah landskap vendor hingga total permintaan keseluruhan atas keseluruhan produk (Total Addressable Market).

Harga yang dikerek naik berhadap, imbas dari kendala pasokan memori, berhadapan dengan permintaan yang lebih rendah.

“IDC perkirakan konsolidasi seiring dengan keluarnya pemain kecil, dan vendor kelas bawah menghadapi anjloknya penurunan pengiriman,” jelas dia dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).

IDC mencatat stabilitas harga memori baru akan terjadi tahun depan. Namun pada saat itu para pemain tak bisa kembali ke segmen yang sama — menetapkan harga US$100.

“Tidak ada yang bisa kembali ke keadaan normal bagi vendor dan konsumen,” ucap Nabila.

Baca juga:

Penurunan tajam akibat krisis memori bukan periode sementara, menurut VP Perangkat Klien Global di IDC, Francisco Jeronimo, dan menyorot keterbatasan pasokan utamanya akan berdampak serius bagi para produsen smartphone berbasis Android.

“Vendor yang bisnisnya terutama berada di segmen bawah pasar kemungkinan akan paling terdampak,” jelas Jeronimo.

“Biaya komponen yang meningkat akan menekan margin mereka, dan mereka tidak akan punya pilihan selain meneruskan biaya tersebut kepada pengguna akhir,” sambungnya.

Produsen smartphone segmen lebih tinggi, seperti Apple dan Samsung, masih ada pada posisi lebih baik merespons langkanya chip memori di pasar.

“Di kala penyedia (smartphone) Android kecil dan berposisi di segmen bawah berjuang dengan biaya yang meningkat, Apple dan Samsung tidak hanya dapat bertahan dari badai ini tetapi juga berpotensi memperluas pangsa pasar seiring dengan ketatnya lanskap persaingan,” tandasnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU