Saturday, 21 February 2026
Selular.ID -

Hp Lemot, Ini File Yang Jadi Penyebabnya

BACA JUGA

Selular.ID – Sejumlah jenis file yang dapat menyebabkan handphone menjadi lemot akibat membebani penyimpanan dan sumber daya sistem.

Bahwa perlambatan perangkat tidak selalu disebabkan usia hardware, melainkan juga akumulasi file tertentu yang terus bertambah tanpa disadari pengguna.

Sistem operasi seperti Android maupun iOS mengandalkan ruang penyimpanan kosong untuk menjalankan proses sementara (temporary process), cache aplikasi, serta pembaruan sistem.

Ketika kapasitas penyimpanan hampir penuh, sistem kesulitan mengalokasikan ruang kerja sehingga performa melambat, aplikasi lebih lama dibuka, dan transisi antarmuka terasa tersendat.

Salah satu jenis file yang disebut paling sering menjadi penyebab adalah file cache aplikasi.

Cache merupakan data sementara yang disimpan aplikasi untuk mempercepat akses di penggunaan berikutnya.

Namun jika tidak pernah dibersihkan, ukuran cache dapat membengkak, terutama pada aplikasi media sosial, streaming video, dan perpesanan instan yang mengelola banyak gambar serta video.

Selain cache, file duplikat juga menjadi kontributor utama. Foto, video, atau dokumen yang tersimpan lebih dari satu kali baik akibat unduhan berulang atau sinkronisasi otomatis menghabiskan ruang penyimpanan tanpa memberikan manfaat tambahan.

File media beresolusi tinggi, termasuk video 4K, memiliki ukuran besar sehingga cepat mengisi memori internal.

Disebutkan, file instalasi atau APK yang tersisa setelah aplikasi terpasang pada Android.

File paket instalasi ini sering kali tidak terhapus otomatis dan tetap tersimpan di folder unduhan. Jika jumlahnya banyak, akumulasi ukuran file tersebut berdampak signifikan terhadap kapasitas penyimpanan.

File log sistem dan data aplikasi yang tidak lagi digunakan turut disebut sebagai faktor lain. Saat aplikasi dihapus, sebagian data residual kadang masih tertinggal dalam sistem.

Data ini dapat berupa konfigurasi lama atau folder kosong yang tetap memakan ruang. Dalam jangka panjang, akumulasi data residu dapat memengaruhi performa perangkat, terutama pada ponsel dengan kapasitas memori terbatas.

Pada perangkat yang digunakan untuk komunikasi intensif, file media dari aplikasi pesan instan juga menjadi penyumbang terbesar. Gambar, video, pesan suara, dan dokumen yang diunduh otomatis dapat tersimpan permanen di galeri atau folder internal jika tidak dikelola.

Beberapa aplikasi memang menyediakan fitur penghapusan otomatis, namun pengaturan ini sering kali tidak diaktifkan secara default.

Fenomena ini dengan perilaku penggunaan smartphone yang semakin tinggi. Berdasarkan laporan berbagai lembaga riset industri, durasi penggunaan ponsel meningkat setiap tahun, sehingga volume data yang tersimpan pun bertambah.

Tanpa manajemen penyimpanan yang rutin, beban sistem akan meningkat dan berdampak pada kecepatan respons perangkat.

Secara teknis, ketika ruang penyimpanan tersisa di bawah ambang tertentu, sistem operasi akan memperlambat proses baca-tulis data (read-write process).

Hal ini memengaruhi waktu buka aplikasi, pemrosesan foto, hingga pembaruan sistem. Beberapa perangkat bahkan secara otomatis membatasi kinerja latar belakang untuk menjaga stabilitas, yang dapat dirasakan sebagai penurunan performa.

Selular.ID menyarankan pengguna untuk memanfaatkan fitur manajemen penyimpanan bawaan sistem, seperti menu Storage pada Android atau iPhone Storage pada iOS, guna mengidentifikasi aplikasi dan file berukuran besar. P

embersihan cache, penghapusan file duplikat, serta pemindahan data ke penyimpanan cloud atau kartu eksternal dapat membantu mengembalikan ruang kosong.

Langkah preventif lain yang disebut adalah mengaktifkan pembatasan unduhan otomatis media pada aplikasi pesan, serta rutin meninjau folder unduhan.

Dengan manajemen penyimpanan yang lebih disiplin, performa perangkat dapat tetap stabil meski usia pemakaian bertambah.

Baca Juga:Adobe Acrobat Kini Bisa Edit File Pakai Prompt AI

Bahwa optimalisasi kinerja handphone tidak selalu membutuhkan perangkat baru, melainkan juga pengelolaan data yang tepat agar sistem operasi memiliki ruang kerja memadai untuk menjalankan proses secara efisien.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU