Selular.ID – Google mengumumkan peluncuran resmi smartphone mid-range terbarunya, Google Pixel 10a, pada 18 Februari 2026, dengan mempertahankan Tensor G4 sebagai system on chip (SoC) utama dan harga awal yang setara dengan pendahulunya.
Perangkat ini menjadi bagian dari strategi Google untuk memperkuat posisinya di segmen mid-range sambil tetap menawarkan pengalaman user experience yang kompetitif di kelasnya.
Peluncuran ini berlangsung menjelang tanggal rilis komersial global yang dijadwalkan mulai 5 Maret 2026, dengan pre-order yang sudah dibuka pada 18 Februari.
Google menyebut Pixel 10a hadir dengan sejumlah penyempurnaan dibanding Google Pixel 9a (pendahulu yang juga memakai Tensor G4), termasuk dukungan fast charging lebih cepat dan perlindungan layar lebih kuat.
Menurut data resmi teknis yang beredar, Pixel 10a masih mengusung Tensor G4—bukan Tensor G5 yang dipakai pada seri flagship seperti Pixel 10 atau Pixel 10 Pro—yang dipadukan dengan RAM 8 GB LPDDR5X serta opsi penyimpanan 128 GB atau 256 GB UFS 3.1. Pilihan dual-SIM (Nano SIM + eSIM) juga tersedia, menjadikannya relevan untuk kebutuhan jaringan modern.
Pixel 10a dilengkapi layar 6,3 inci pOLED dengan resolusi 1080 × 2424 piksel dan refresh rate adaptif 60-120 Hz, serta kecerahan puncak layar yang meningkat dari pendahulu, yang diklaim mencapai 3.000 nits.
Perlindungan layar juga ditingkatkan menggunakan Corning Gorilla Glass 7i, berbeda dari generasi sebelumnya yang memakai kaca lebih lama.
Dari sisi desain, Pixel 10a mempertahankan estetika serupa seri A-series sebelumnya namun dengan modul kamera belakang yang lebih flush (tanpa bumps), serta bobot dan dimensi yang sedikit berbeda akibat perombakan material serta dugaan peningkatan komponen internal.
Sejumlah pembaruan hardware lain terlihat pada sektor charging dan daya tahan. Google Pixel 10a kini mendukung pengisian cepat kabel 30 W serta pengisian nirkabel 10 W Qi, yang merupakan peningkatan dibanding Pixel 9a yang hanya mendukung pengisian kabel lebih lambat.
Baterai berkapasitas 5.100 mAh tetap dipertahankan, dikombinasikan dengan software pengelolaan daya Android 16 dan jaminan pembaruan sistem operasi serta keamanan hingga tujuh tahun ke depan.
Dua kamera belakang utama pada Pixel 10a terdiri dari sensor 48 MP (wide) dengan optical image stabilization (OIS) dan sensor 13 MP (ultrawide), disertai kamera depan 13 MP untuk kebutuhan foto swafoto serta panggilan video.
Konfigurasi ini juga diwariskan dari Pixel 9a dan dimaksimalkan lewat software fotografi khas Google, yang dikenal kuat pada pengolahan foto HDR, mode malam, dan smart features yang diaktifkan melalui AI.
Implementasi Android 16 sebagai sistem operasi pabrik memberikan antarmuka berbasis Material 3 Expressive, dengan sejumlah peningkatan privasi dan fungsi notifikasi yang lebih terorganisir.
Dukungan satellite SOS juga dilaporkan hadir di Pixel 10a, memungkinkan fitur komunikasi darurat tanpa jaringan seluler biasa.
Mengenai harga, Google menetapkan harga jual $499 (sekitar Rp7,8 jutaan) untuk model 128 GB di pasar utama, dengan harga model 256 GB sedikit lebih tinggi. Strategi harga ini konsisten dengan seri A-series sebelumnya, di mana Pixel 10a diposisikan sebagai opsi yang memenuhi kebutuhan mid-range tanpa menaikkan street price secara signifikan.
Pixel 10a akan tersedia dalam empat pilihan warna: Berry, Fog, Lavender, dan Obsidian, memberikan variasi estetika yang lebih segar dibanding generasi sebelumnya.
Peluncuran Pixel 10a mencerminkan pendekatan Google yang cenderung mengutamakan keseimbangan antara biaya produksi dan fitur untuk mempertahankan daya saing di segmen mid-range.
Dengan mempertahankan Tensor G4 namun memasukkan beberapa peningkatan praktis seperti fast charging, tampilan yang lebih cerah, dan dukungan update panjang, Google menegaskan komitmennya terhadap ekosistem Android yang luas sambil memenuhi harapan konsumen akan perangkat yang dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Baca Juga:




