Saturday, 28 February 2026
Selular.ID -

Geser Dominasi Apple, NVIDIA Kini Jadi Konsumen Terbesar TSMC

BACA JUGA

Selular.id – NVIDIA secara resmi telah melampaui Apple sebagai pelanggan terbesar bagi raksasa manufaktur semikonduktor asal Taiwan, TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company).

Pergeseran peta kekuatan industri ini terjadi seiring dengan meledaknya permintaan chip kecerdasan buatan (AI) secara global yang membuat pesanan NVIDIA melonjak drastis sepanjang tahun ini.

Fenomena tersebut menandai berakhirnya dominasi panjang Apple yang selama bertahun-tahun selalu memegang posisi sebagai pemesan chip tunggal terbesar di fasilitas produksi TSMC.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan NVIDIA terhadap total omzet TSMC meningkat signifikan melampaui angka yang dihasilkan oleh divisi perangkat keras Apple.

Lonjakan ini didorong oleh ketergantungan industri teknologi pada unit pengolah grafis (GPU) seri H100, H200, dan arsitektur Blackwell terbaru yang menjadi otak di balik server pusat data di seluruh dunia.

Pertumbuhan sektor AI yang eksponensial memaksa NVIDIA untuk memesan kapasitas produksi dalam jumlah masif guna memenuhi antrean pelanggan dari perusahaan teknologi raksasa lainnya.

Dinamika bisnis antara NVIDIA dan TSMC sebenarnya sudah terjalin sangat lama, namun baru kali ini skala pesanan perusahaan yang dipimpin Jensen Huang tersebut benar-benar mampu menggoyang takhta Apple.

Sementara Apple tetap menjadi konsumen utama untuk chip fabrikasi 3-nanometer yang digunakan pada iPhone dan MacBook, kebutuhan NVIDIA akan teknologi pengemasan chip tingkat lanjut (CoWoS) justru memberikan margin keuntungan dan volume pendapatan yang lebih tinggi bagi TSMC.

Perubahan posisi ini mencerminkan tren industri yang mulai bergeser dari era kejayaan perangkat seluler menuju era komputasi AI. Selama satu dekade terakhir, Apple hampir selalu mendikte jadwal produksi TSMC karena besarnya volume pesanan mereka yang menjamin perputaran uang yang stabil bagi pabrikan Taiwan tersebut.

Namun, dengan valuasi pasar NVIDIA yang terus meroket hingga sempat menyentuh angka 3 triliun dolar AS, kemampuan finansial dan kebutuhan produksi mereka kini setara atau bahkan lebih besar dari produsen iPhone tersebut.

TSMC sendiri telah mengalokasikan sumber daya besar-besaran untuk memastikan lini produksi chip AI tetap berjalan lancar tanpa mengganggu pesanan pelanggan lama mereka. Teknologi fabrikasi 4-nanometer dan 5-nanometer milik TSMC yang digunakan NVIDIA saat ini sedang berada pada puncak produktivitasnya.

Di sisi lain, NVIDIA juga telah mengamankan slot untuk produksi generasi berikutnya, yang menunjukkan bahwa posisi mereka sebagai pelanggan nomor satu kemungkinan besar akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Secara teknis, NVIDIA sangat bergantung pada proses pengemasan *Chip on Wafer on Substrate* (CoWoS) milik TSMC. Ini adalah metode pengemasan canggih yang memungkinkan beberapa chip memori dan prosesor disatukan dalam satu paket kecil untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan.

Karena hanya TSMC yang memiliki kapasitas dan keandalan dalam memproduksi teknologi ini dalam skala besar, NVIDIA tidak memiliki banyak pilihan selain terus memperluas kerja samanya dengan perusahaan yang berbasis di Hsinchu tersebut.

Dampak dari pergeseran ini juga terasa pada laporan keuangan tahunan TSMC. Meskipun Apple tetap menyumbang persentase pendapatan yang sangat besar—seringkali di atas 20 persen—pertumbuhan NVIDIA yang jauh lebih cepat memberikan diversifikasi risiko yang sehat bagi TSMC.

Kini, stabilitas ekonomi TSMC tidak lagi hanya bergantung pada siklus peluncuran smartphone tahunan, melainkan juga pada investasi infrastruktur digital global yang digerakkan oleh AI.

Latar belakang persaingan kedua perusahaan ini sebenarnya saling melengkapi dalam ekosistem TSMC. Saat pasar smartphone mengalami kejenuhan atau penurunan musiman, permintaan chip server dari NVIDIA justru sering kali tetap stabil atau bahkan meningkat.

Kolaborasi antara desain chip NVIDIA yang kompleks dengan keunggulan manufaktur TSMC telah menciptakan monopoli de facto dalam pasar chip AI kelas atas, yang hingga kini sulit ditembus oleh pesaing lain seperti Intel atau Samsung.

Melihat perkembangan ke depan, ketergantungan NVIDIA terhadap TSMC akan semakin dalam seiring dengan rencana peluncuran arsitektur chip AI generasi mendatang yang jauh lebih haus daya dan kompleks.

Selama permintaan akan layanan berbasis AI terus tumbuh di seluruh dunia, posisi NVIDIA sebagai “raja baru” di fasilitas produksi TSMC tampaknya akan terus menguat, sekaligus mengubah wajah industri semikonduktor global secara permanen.

Bacajuga : Laptop Windows Bertenaga Prosesor Nvidia Bakal Beredar Tahun Ini

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU