Saturday, 7 February 2026
Selular.ID -

Elon Musk Bantah Starlink Buat Ponsel

BACA JUGA

Selular.ID – Elon Musk, CEO SpaceX, membantah kabar bahwa layanan satelit Starlink, unit bisnis internet satelit global milik SpaceX, sedang mengembangkan ponsel pintar (smartphone) bermerek Starlink saat ini.

Meskipun ia menyiratkan kemungkinan pengembangan perangkat berbeda yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI) di masa depan.

Musk menyampaikan klarifikasi tersebut melalui unggahan di platform X (dahulu Twitter) setelah laporan media mengenai rencana Starlink membuat ponsel tersebar luas.

Pernyataan itu muncul sebagai tanggapan langsung Musk terhadap laporan dari Reuters yang menyebutkan bahwa SpaceX dapat memperluas bisnis Starlink dengan merilis ponsel yang terhubung langsung ke konstelasi satelitnya.

Laporan tersebut mengindikasikan gagasan perangkat seluler yang berbeda dari smartphone konvensional dengan optimasi pada performa komputasi dan konektivitas satelit, tetapi Musk menjawab secara tegas bahwa,

“kami tidak sedang mengembangkan ponsel.”

Laporan awal Reuters mengaitkan kemungkinan ponsel Starlink dengan upaya perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan internet satelit.

Termasuk opsi koneksi direct-to-device, teknologi yang memungkinkan perangkat seluler mendapatkan sinyal internet langsung dari jaringan satelit tanpa bergantung pada infrastruktur seluler tradisional.

Starlink sendiri telah bekerja dengan operator nirkabel seperti T-Mobile untuk memungkinkan layanan ini pada perangkat tertentu, sebagai bagian dari rencana untuk menyediakan cakupan seluler global melalui satelit.

Meskipun Musk mematahkan rumor tentang ponsel dalam bentuk tradisional, ia sebelumnya membuat pernyataan yang membuka ruang bagi gagasan device baru di masa depan.

Dalam unggahan 30 Januari 2026, Musk menuliskan bahwa ide ponsel Starlink “bukan tidak mungkin di suatu titik nanti” dan menambahkan bahwa jika ada perangkat semacam itu, ia akan “sangat berbeda dari ponsel saat ini,” dengan fokus dioptimalkan untuk menjalankan neural nets unit pemrosesan khusus untuk tugas AI dengan efisiensi energi tinggi.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa konsep yang dibayangkan Musk lebih berorientasi pada perangkat AI daripada smartphone konvensional.

“Kami tidak sedang mengembangkan ponsel,” tegas Musk dalam responsnya kepada pengguna X yang membagikan laporan Reuters belakangan.

Pernyataan singkat ini membantah langsung spekulasi tentang Starlink yang merambah produksi smartphone.

Penggunaan istilah “teroptimalkan untuk menjalankan neural nets” merujuk pada kemampuan perangkat untuk menangani komputasi berbasis kecerdasan buatan secara efisien, yakni memproses model AI secara lokal pada perangkat tanpa ketergantungan kuat pada server eksternal.

Konsep ini berbeda dari paradigma smartphone mainstream saat ini yang menonjolkan kamera, aplikasi hiburan, atau ekosistem aplikasi mobile tradisional.

Statemen sebelumnya dari Musk yang mengisyaratkan kemungkinan perangkat ini menyebut bahwa bukan hanya sekadar ponsel biasa, tetapi perangkat yang ditujukan sebagai “edge node” untuk inferensi AI dengan radio untuk konektivitas, yang mencerminkan visi baru tentang evolusi fungsi mobile di era AI.

Pernyataan semacam ini pernah ia sampaikan dalam wawancara pada Oktober 2025, di mana Musk menekankan bahwa apa yang disebut “ponsel” di masa depan mungkin lebih berfungsi sebagai titik akses AI daripada sekadar perangkat yang menjalankan sistem operasi dan aplikasi tradisional.

Starlink sendiri saat ini sudah menjadi bagian krusial dari bisnis SpaceX dengan jaringan satelit orbit rendah yang menyediakan layanan broadband global.

Starlink terus berkembang dengan solusi yang mencakup jutaan pengguna di seluruh dunia, termasuk layanan untuk area terpencil dan kolaborasi dengan operator nirkabel guna meningkatkan jangkauan konektivitas.

Rencana jangka panjang SpaceX dan Starlink juga mencakup kemungkinan layanan lain seperti konektivitas direct-to-device yang memberikan akses internet langsung ke perangkat tanpa infrastruktur telekomunikasi darat, serta pengembangan teknologi terkait lainnya seperti sistem pelacakan ruang angkasa.

Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai produk konsumen baru berupa ponsel atau perangkat AI serupa yang sedang diproduksi.

Ketidakjelasan tentang perangkat hardware baru ini mencerminkan sikap SpaceX yang lebih memfokuskan sumber daya pada perluasan layanan Starlink itu sendiri.

Sementara gagasan tentang perangkat AI terintegrasi dengan satelit menunjukkan arah riset teknologi yang lebih futuristik.

Baca Juga:Aplikasi X Milik Elon Musk Tak Lagi Jadi Media Sosial Terpopuler, Simak Penggantinya

Ke depan, pengumuman resmi dari SpaceX melalui saluran komunikasi perusahaan  akan menjadi acuan bagi industri dan konsumen mengenai rencana perangkat keras berbasis AI atau konektivitas satelit yang mungkin diluncurkan.

 

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU