Selular.ID – Status unlocked atau unlocked phone merujuk pada kemampuan ponsel untuk digunakan pada lebih dari satu operator jaringan seluler tanpa batasan tertentu dari operator asal.
Mengetahui status ini penting saat pelanggan ingin berpindah operator atau menggunakan SIM card berbeda, baik untuk kebutuhan domestik maupun saat bepergian internasional.
Status locked berarti ponsel hanya dapat bekerja dengan jaringan operator tertentu sampai persyaratan kontrak atau pembayaran perangkat terpenuhi.
Sebaliknya, perangkat unlocked bebas digunakan dengan berbagai operator yang kompatibel selama perangkat mendukung teknologi jaringan tersebut.
Langkah pertama sederhana yang direkomendasikan adalah mencoba memasukkan SIM card dari operator lain.
Jika ponsel berhasil menangkap sinyal, membuat panggilan, atau mengakses data melalui SIM card tersebut, besar kemungkinan perangkat sudah unlocked.
Jika muncul pesan seperti Invalid SIM, SIM not supported, atau diminta network unlock code, kemungkinan besar ponsel masih locked.
Metode lain yang umum digunakan adalah melalui pengaturan perangkat. Pada perangkat iPhone, pengguna dapat membuka Settings → General → About dan melihat bagian Carrier Lock.
Jika tertera “No SIM restrictions”, ponsel tersebut sudah unlocked. Pada ponsel Android, meskipun tampilan menu bisa berbeda tergantung merek dan antarmuka, umumnya Anda dapat membuka Settings → Connections atau Network & Internet → Mobile networks → Network operators untuk melihat apakah pilihan beberapa jaringan tersedia.
Jika hanya satu operator yang muncul, ponsel kemungkinan masih locked.
Selain itu, setiap ponsel memiliki IMEI (International Mobile Equipment Identity), yaitu nomor unik 15 digit yang dapat digunakan untuk memeriksa status lock melalui portal resmi operator atau layanan resmi pihak ketiga.
Pengguna dapat menemukan nomor IMEI dengan mengetik *#06# pada aplikasi panggilan atau melalui Settings → About Phone.
Mengetahui IMEI memungkinkan operator atau database resmi mengonfirmasi apakah perangkat dapat di-unlock. Meskipun demikian, pengguna harus berhati-hati menggunakan layanan pihak ketiga yang tidak dikenal karena masalah keamanan atau akurasi data.
Dalam banyak kasus, operator seluler memiliki kebijakan berbeda-beda terkait unlocking. Beberapa operator besar di Amerika Serikat seperti AT&T, T-Mobile, atau Verizon biasanya akan membuka lock secara otomatis setelah periode tertentu pemakaian atau setelah perangkat dibayar lunas.
Metode ini seringkali memerlukan permintaan resmi melalui layanan pelanggan operator yang bersangkutan.
Bagi pengguna di luar Amerika Serikat, prinsipnya serupa: ponsel yang dibeli langsung dari produsen perangkat (misalnya Samsung, Apple, atau OnePlus) umumnya sudah unlocked, sementara ponsel yang dibeli melalui paket operator cenderung locked hingga persyaratan tertentu terpenuhi.
Cara paling akurat untuk memastikan status ini adalah meminta konfirmasi langsung melalui layanan pelanggan operator atau mengecek melalui antarmuka pengaturan perangkat setiap kali mengganti SIM card ke operator lain.
Pentingnya mengetahui status unlocked semakin meningkat di pasar global yang semakin terhubung.
Perangkat unlocked memberi kebebasan bagi konsumen untuk berpindah-pindah operator sesuai kebutuhan, memilih layanan yang lebih sesuai dengan anggaran, atau menggunakan SIM lokal saat berwisata tanpa perlu bergantung pada layanan roaming operator asal.
Langkah sederhana seperti mencoba SIM card alternatif, mengecek status di menu pengaturan, atau menghubungi operator resmi menjadi tiga cara utama yang dapat diandalkan oleh konsumen untuk memastikan apakah ponsel mereka benar-benar unlocked.
Baca Juga:Telegram Perkenalkan Antarmuka Baru di Android dan iOS
Ini juga membantu membedakan antara perangkat yang hanya bebas secara teknis terhadap jaringan tertentu dan status locked yang menuntut pemenuhan persyaratan kontrak atau proses administrasi dengan operator.




