Selular.ID – Bnetfit menegaskan transformasi bisnisnya dari penyedia akses internet menjadi penyedia layanan ICT terintegrasi melalui penguatan infrastruktur jaringan, ekspansi portofolio layanan digital, serta restrukturisasi kepemimpinan pada 2026.
.Ade Tjendra, CEO Bnetfit, menyatakan perusahaan tidak lagi sekadar menyediakan konektivitas, tetapi membangun infrastruktur digital yang scalable, secure, dan reliable untuk mendukung transformasi digital pemerintah, industri, dan masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan pasar telah bergeser dari sekadar akses internet menuju ekosistem teknologi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Bnetfit agar adaptif terhadap percepatan transformasi digital nasional, termasuk dalam konteks otomatisasi industri, adopsi kecerdasan buatan (AI), serta pertumbuhan layanan cloud dan pusat data,”ujar Ade, di Jakarta (28/02/26).
Sebagai bagian dari ekspansi layanan, dikatakan Ade, Bnetfit memperluas cakupan bisnis ke sejumlah pilar ICT, meliputi Automation & AI, Cloud, Security, Data Center, Internet of Things (IoT), serta konektivitas regional.
Layanan cloud disiapkan untuk kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data skala besar.
Solusi keamanan difokuskan pada perlindungan infrastruktur jaringan dari ancaman siber. Untuk infrastruktur pusat data,
Bnetfit menggandeng Nexbyte guna mendukung pengolahan dan distribusi data yang andal.
Di sisi infrastruktur jaringan, Bnetfit mengimplementasikan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM).
Teknologi ini memungkinkan banyak sinyal data dikirim melalui satu serat optik dengan panjang gelombang berbeda, sehingga kapasitas transmisi meningkat tanpa perlu membangun jaringan fisik baru.
Implementasi DWDM yang digunakan mendukung lebih dari 96 channel dengan kapasitas 100 Gbps, 400 Gbps, hingga 800 Gbps atau lebih.
Pendekatan ini dinilai mampu menyederhanakan infrastruktur, mengurangi kebutuhan perangkat tambahan, serta meningkatkan efisiensi operasional dan konsumsi daya.
Untuk konektivitas internasional, Bnetfit didukung sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) dan Super Sistem Batam–Singapura (SSBS).
Sistem sepanjang sekitar 250 kilometer tersebut memiliki 24 pasang serat optik yang menghubungkan Mersing (Malaysia), Changi (Singapura), dan Batam (Indonesia).
Infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan konektivitas regional yang stabil sekaligus memperkuat jalur digital Indonesia–Singapura dan kawasan Asia Tenggara.
Di dalam negeri, penguatan jaringan dilakukan melalui sistem kabel laut BTI-1 yang membentang kurang lebih 4.500 kilometer dari Batam menuju Jakarta dan Manado, dengan percabangan ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.
Jaringan ini diposisikan sebagai tulang punggung trafik data nasional untuk mendukung distribusi data yang cepat dan terkendali antarwilayah.
Selain memperluas backbone, Bnetfit juga menjalin kolaborasi open access dengan PT Link Net Tbk dan Asianet.
Melalui skema ini, Bnetfit dapat memaksimalkan lebih dari 7 juta homepass yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Model open access memungkinkan optimalisasi jaringan eksisting guna memperluas jangkauan layanan tanpa harus membangun infrastruktur baru secara menyeluruh.
Galuh Kusumah, GM Business Development Bnetfit, menyatakan ekspansi jaringan akan dimulai dari Jakarta dan berlanjut ke berbagai kota di Indonesia.
Ia menegaskan Bnetfit menargetkan posisi sebagai mitra strategis transformasi digital dengan layanan terintegrasi yang scalable dan aman bagi kebutuhan bisnis maupun masyarakat.
‘Melalui penguatan fiber optik, integrasi kabel laut internasional dan domestik, serta ekspansi layanan ICT di luar konektivitas dasar, Bnetfit menempatkan diri sebagai penyedia infrastruktur digital nasional,”kata Galuh.
Strategi ini menandai pergeseran model bisnis dari connectivity-centric provider menjadi penyedia layanan ICT dan infrastruktur digital terpadu yang mencakup cloud, AI, keamanan siber, data center, dan IoT dalam satu ekosistem layanan.
Transformasi bisnis tersebut turut ditandai peluncuran identitas visual baru. Logo terbaru Bnetfit terinspirasi dari huruf “B” berbentuk kurva menyerupai sayap kupu-kupu yang melambangkan transformasi dan pertumbuhan.
Elemen infinity line mencerminkan keberlanjutan layanan, sementara kombinasi warna biru dan hijau merepresentasikan stabilitas dan kepercayaan.
Baca Juga:Panasnya Peta Persaingan Industri Internet, JLM Atur Strategi!
Identitas ini dikaitkan dengan nilai Connected Living, Shared Growth, dan Infinity Support yang diusung perusahaan.




