Sunday, 8 February 2026
Selular.ID -

Biaya Produksi Baterai iPhone 17 Pro Max Terungkap, Apple Ambil Margin Fantastis

BACA JUGA

Selular.ID – Kabar mengejutkan datang dari rantai pasok teknologi global mengenai estimasi biaya produksi baterai iPhone 17 Pro Max yang ternyata hanya berkisar di angka belasan dolar AS, meskipun Apple mematok tarif penggantian resmi yang jauh lebih tinggi bagi konsumen.

Sebuah bocoran informasi mengungkapkan bahwa komponen baterai berkapasitas 5.088 mAh yang menjadi jantung daya ponsel flagship terbaru tersebut hanya menghabiskan biaya sekitar 12 dolar AS atau setara Rp190 ribuan bagi raksasa teknologi asal Cupertino ini.

Namun, ketika pengguna ingin mengganti baterai lama mereka melalui layanan resmi, Apple diketahui mengenakan biaya sebesar 119 dolar AS, yang mencerminkan selisih harga yang sangat mencolok.

Perbedaan angka yang mencapai hampir sepuluh kali lipat ini memicu diskusi hangat di kalangan pemerhati teknologi mengenai strategi penetapan harga layanan purna jual perusahaan.

Jika estimasi biaya produksi tersebut akurat, maka Apple diperkirakan meraup margin keuntungan kotor sekitar 89 persen atau 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta) untuk setiap unit baterai yang diganti di pusat servis resmi.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru dalam dinamika bisnis manufaktur perangkat elektronik, di mana perusahaan seringkali memanfaatkan skala ekonomi untuk menekan biaya produksi serendah mungkin namun tetap mempertahankan nilai layanan yang tinggi di mata konsumen.

Meskipun margin tersebut terlihat sangat besar bagi mata awam, Apple tampaknya memiliki alasan kuat di balik struktur biaya yang diterapkan.

Biaya 119 dolar AS tersebut tidak hanya mencakup harga fisik komponen baterai semata, tetapi juga melibatkan biaya operasional pusat servis, gaji teknisi ahli, hingga jaminan keamanan kualitas yang sulit didapatkan di tempat servis pihak ketiga.

Apalagi, proses penggantian baterai pada iPhone modern memerlukan ketelitian tinggi untuk menjaga fitur tahan air dan memastikan sensor-sensor internal tetap berfungsi dengan normal setelah perangkat dibongkar.

Sektor baterai pada iPhone 17 Pro Max sendiri baru-baru ini mendapatkan predikat positif dalam berbagai pengujian daya tahan internasional.

Berdasarkan hasil uji terbaru, perangkat ini berhasil menempati posisi puncak sebagai salah satu ponsel pintar dengan manajemen energi terbaik di dunia.

Keunggulan ini tidak lepas dari optimasi antara perangkat keras baterai standar dengan sistem operasi iOS yang sangat efisien, sehingga mampu memberikan masa pakai yang jauh melampaui kapasitas angka murni di atas kertas.

Dari perspektif bisnis, kebijakan harga ini juga dipandang sebagai cara Apple untuk mendorong pengguna berlangganan layanan perlindungan tambahan seperti AppleCare+.

Dengan membayar biaya langganan, konsumen seringkali mendapatkan layanan penggantian baterai tanpa biaya tambahan jika kapasitas kesehatan baterai turun di bawah level tertentu.

Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga loyalitas pengguna sekaligus memberikan pendapatan berulang bagi perusahaan di luar penjualan perangkat keras inti.

Ke depannya, tren penggunaan baterai berbahan dasar silikon-karbon diprediksi akan menjadi standar baru di industri untuk mendapatkan kapasitas lebih besar dalam ukuran fisik yang lebih ramping.

Meskipun teknologi baru tersebut diperkirakan akan memiliki biaya produksi sedikit lebih mahal dibandingkan teknologi baterai saat ini, Apple nampaknya akan tetap konsisten pada jalur profitabilitas tinggi melalui kontrol ketat pada setiap mata rantai distribusinya.

Bagi konsumen, transparansi biaya ini menjadi pengingat penting bahwa investasi pada sebuah perangkat premium juga mencakup biaya perawatan yang tidak kalah eksklusif di masa mendatang.

Baca juga : iPhone 17e, Versi Murah Meluncur Bulan Ini

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU