Monday, 9 February 2026
Selular.ID -

BCA Perkuat Halo BCA lewat Satu Aplikasi Terintegrasi

BACA JUGA

Selular.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat layanan Halo BCA sebagai pusat layanan nasabah terintegrasi melalui satu aplikasi digital, haloBCA. Inisiatif ini ditujukan untuk memudahkan akses layanan perbankan bagi lebih dari 43 juta rekening nasabah BCA per akhir 2025.

Sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan layanan digital dan penanganan risiko kriminalitas finansial.

Adrianus Wagimin, EVP Contact Center & Digital Services BCA, , menjelaskan bahwa sepanjang 2025 Halo BCA telah melayani sekitar 30 juta interaksi nasabah.

Interaksi tersebut mencakup layanan melalui telepon, chat, hingga media sosial, termasuk penanganan laporan terkait tindak kriminalitas yang menargetkan nasabah perbankan.

Menurut Adrianus, skala interaksi tersebut mencerminkan peran Halo BCA sebagai garda depan komunikasi antara BCA dan nasabah di era layanan digital.

“Konteks penguatan layanan ini tidak terlepas dari meningkatnya kasus kejahatan digital di Indonesia,”ujar Adrianus.

Berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) tahun 2025, tercatat sekitar 400 ribu laporan kriminalitas di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 23 ribu laporan diterima dan ditangani melalui Halo BCA. Adrianus menyebutkan bahwa modus yang paling sering dilaporkan adalah scamming dan phishing yang mengatasnamakan BCA, baik melalui pesan singkat, media sosial, maupun kanal digital lainnya.

Dalam penjelasannya, Adrianus membedakan karakteristik dua modus tersebut. Scamming merupakan tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelaku dengan mengaku sebagai individu atau institusi tertentu, termasuk bank.

Sementara phishing merupakan bentuk social engineering, yaitu upaya manipulasi psikologis untuk memperoleh data sensitif dengan memanfaatkan kelengahan atau kurangnya pemahaman korban.

Modus yang digunakan kerap berupa iming-iming keuntungan finansial atau tekanan psikologis yang membuat nasabah merasa harus segera mengambil tindakan.

Sejalan dengan kompleksitas kebutuhan nasabah, BCA mengembangkan Halo BCA tidak hanya sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai kanal layanan transaksi dan pengaduan.

Salah satu fitur utama yang telah dihadirkan adalah Voice Internet Protocol Call (VOIP). Fitur ini memungkinkan nasabah menghubungi Halo BCA langsung dari aplikasi haloBCA tanpa menggunakan pulsa telepon seluler, dengan memanfaatkan koneksi internet.

BCA menilai fitur ini relevan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi komunikasi, terutama bagi nasabah yang semakin terbiasa dengan layanan berbasis aplikasi.

Memasuki 2026, BCA menambahkan sejumlah fitur baru pada aplikasi haloBCA. Adrianus menyebutkan beberapa di antaranya adalah live chat dengan petugas Halo BCA, pemantauan status laporan nasabah.

Fasilitas buka blokir PIN kartu ATM, pembaruan data nasabah, pengaturan One Time Password (OTP) untuk transaksi, serta persetujuan digital untuk proses tertentu.

Seluruh fitur tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada layanan tatap muka sekaligus mempercepat penyelesaian kebutuhan nasabah.

Selain penguatan fitur, BCA juga menjalankan pendekatan preventif dan edukatif untuk menekan risiko kejahatan digital.

Melalui kolaborasi antara divisi marketing communication dan corporate communication, BCA menggencarkan gerakan #tanyaHaloBCAaja.

Kampanye ini melibatkan seluruh frontliner BCA dan bertujuan mendorong nasabah untuk memverifikasi setiap informasi atau penawaran mencurigakan langsung melalui Halo BCA, khususnya melalui aplikasi haloBCA.

Langkah tersebut sejalan dengan peran BCA sebagai anggota Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang berada di bawah koordinasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta keterlibatan BCA dalam Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Keanggotaan ini menegaskan komitmen BCA untuk berkontribusi aktif dalam upaya industri perbankan dan sistem pembayaran nasional dalam melindungi nasabah dari berbagai modus penipuan.

Menurut Adrianus, prinsip utama BCA dalam pengembangan Halo BCA adalah mengutamakan kebutuhan dan keamanan nasabah.

Dengan integrasi layanan digital dan fisik, BCA berupaya memastikan bahwa setiap nasabah memiliki akses yang mudah, cepat, dan aman terhadap layanan perbankan.

Baca Juga:BCA Siapkan Buyback Saham Hingga Rp5 Triliun Tahun 2026

Ke depan, BCA menyatakan akan terus menyesuaikan pengembangan Halo BCA dengan dinamika teknologi dan pola risiko kriminalitas digital, sambil mengajak nasabah untuk memanfaatkan kanal resmi sebagai langkah perlindungan bersama.

 

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU