Selular.ID – Kapitalisasi pasar Apple Inc. bergerak berlawanan arah dengan saham teknologi dan pasar secara luas.
Investor semakin melihat Apple sebagai oase di tengah kekhawatiran akan gangguan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Harga saham pembuat iPhone ini naik 1,8% pada pukul 12:30 siang di New York pada Rabu, dibandingkan dengan penurunan 2,4% pada Indeks Nasdaq 100 yang didominasi teknologi.
Pergerakan terakhir dalam diartikan bahwa Apple outperform dengan selisih terbesar sejak awal 2025.
Pergerakan ini memperpanjang tren terbaru, dengan Apple naik hampir 6% sejak awal bulan ini, sementara indeks turun 3,3%.
Kenaikan ini telah menghasilkan kapitalisasi pasar Apple sebesar lebih dari US$4 triliun, dan menyalip Alphabet Inc. untuk gelar perusahaan terbesar kedua di dunia, setelah Nvidia Corp.
“Pemberitaan terkait gangguan AI tampaknya tidak merambah ke sektor hardware, yang tentu saja positif di saat pasar telah memutuskan bahwa AI akan menguasai seluruh ruang perangkat software,” kata Dan Eye, kepala investasi di Fort Pitt Capital Group, yang memegang saham Apple di beberapa portofolio.
Baca juga:
- Anomali Apple di China, iPhone Laris Manis Di Tengah Maraknya Sentimen Nasionalis
- Google Tutup Jaringan IPidea, Jutaan Ponsel Android Tak Lagi Jadi Proksi Diam-diam
Perbedaan ini mencerminkan tren positif di Apple dan ketidakpastian yang semakin meningkat di sebagian besar sektor teknologi.
Hasil Apple pekan lalu mencatat penjualan kuartalan rekor dan proyeksi yang lebih baik dari perkiraan.
Di saat yang sama, tool AI baru dari Alphabet Inc. dan startup Anthropic telah memicu penjualan massal saham teknologi, karena investor khawatir layanan AI akan menggerus pertumbuhan.
“Apple bukan saham nilai, tapi juga bukan saham berisiko tinggi,” kata Eye.
Perusahaan di balik teknologi mesin pencarian internet ini diperkirakan akan menjadi penerima manfaat dari adopsi AI, karena perangkat seperti iPhone diperkirakan akan menjadi tempat utama di mana pengguna mengakses layanan AI.
Bulan lalu, Google Alphabet menandatangani kesepakatan multiyears untuk mendukung teknologi AI Apple, termasuk asisten suara Siri.
Sementara itu, saham-saham software mengalami tekanan luas, dengan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berisi emiten sektor ini turun 2,7% dan menuju sesi negatif ketujuh berturut-turut, rekor terpanjang dalam lebih dari dua tahun.
Bahkan Microsoft Corp. telah turun 14% tahun ini, karena laporan keuangan perusahaan menunjukkan kinerja yang mengecewakan dalam bisnis komputasi awan, serta pengawasan yang meningkat terhadap jumlah pengeluaran untuk AI.
“Keputusan Apple untuk tidak ikut dalam perlombaan senjata AI tampaknya lebih cerdas hari ini daripada enam bulan lalu,” kata Eye.
“Perusahaan masih akan mendapat manfaat dari AI, tetapi tidak dipaksa untuk menumpuk utang dan belanja modal sebesar seratus miliar dolar untuk membiayai infrastruktur dan proyek-proyek besar.”
Hingga Kamis (5/2/2026) siang peringkat perusahaan di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar:
- Nvidia US$4,24 triliun
- Apple US$406 triliun
- Alphabet Google US$4,02 triliun
- Microsoft US$3,07 triliun
- Amazon US$2,49 triliun
- Meta Platforms US$1,69 triliun
- TSMC US$1,68 triliun
- Saudi Aramco US$1,65 triliun
- Tesla US$1,52 triliun
- Broadcom US$1,46 triliun




