Selular.ID – Apple dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengadopsi fitur pembatasan pengisian daya baterai yang lebih fleksibel, fitur yang lebih dulu diperkenalkan oleh Samsung Electronics pada lini ponselnya.
Informasi ini mencuat dalam laporan media teknologi internasional pada Februari 2026, yang menyebut Apple sedang mengevaluasi opsi pengaturan batas pengisian daya secara manual pada iPhone generasi mendatang.
Langkah tersebut dikaitkan dengan upaya Apple meningkatkan kesehatan baterai (battery health) dan umur pakai perangkat dalam jangka panjang.
Selama ini, Apple telah menyediakan fitur Optimized Battery Charging di iOS, yang secara otomatis menunda pengisian daya di atas 80 persen berdasarkan pola penggunaan pengguna.
Namun fitur itu bekerja berbasis algoritma dan bukan pengaturan manual penuh oleh pengguna.
Sebaliknya, Samsung melalui antarmuka One UI sudah lebih dulu menghadirkan opsi pembatasan pengisian daya hingga 85 persen secara manual pada sejumlah perangkat Galaxy.
Fitur tersebut dirancang untuk memperlambat degradasi baterai lithium-ion, yang secara teknis akan mengalami penurunan kapasitas lebih cepat jika terus-menerus diisi hingga 100 persen dalam jangka panjang.
Laporan tersebut menyebut Apple sedang mengkaji pendekatan serupa, yakni memberi kontrol langsung kepada pengguna untuk menentukan batas maksimal pengisian daya, bukan hanya mengandalkan sistem adaptif berbasis kebiasaan.
Hingga saat ini, Apple belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana implementasi fitur tersebut.
Secara teknis, baterai lithium-ion yang digunakan pada iPhone maupun ponsel Android memiliki karakteristik kimia yang sensitif terhadap siklus pengisian penuh.
Pengisian hingga 100 persen secara konsisten dapat mempercepat stres kimia pada sel baterai.
Karena itu, pembatasan pengisian daya menjadi salah satu pendekatan yang semakin populer di industri untuk menjaga daya tahan perangkat dalam jangka panjang.
Apple sendiri dalam beberapa tahun terakhir menaruh perhatian besar pada isu keberlanjutan dan umur pakai perangkat.
Perusahaan asal Cupertino itu secara rutin mempublikasikan laporan lingkungan tahunan dan mendorong perpanjangan siklus penggunaan perangkat melalui pembaruan sistem operasi jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, penambahan fitur pembatasan pengisian daya manual dapat dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan daya tahan produk.
Di sisi lain, Samsung telah memposisikan fitur perlindungan baterai sebagai bagian dari diferensiasi perangkat Galaxy. Melalui One UI, pengguna dapat mengaktifkan fitur Protect Battery yang membatasi pengisian hingga 85 persen.
Fitur ini tersedia di berbagai model kelas menengah hingga flagship. Pendekatan tersebut sejalan dengan tren industri yang semakin menekankan optimalisasi perangkat lunak untuk mendukung efisiensi perangkat keras.
Persaingan antara Apple dan Samsung dalam hal fitur manajemen daya bukan hal baru.
Keduanya secara berkala memperkenalkan inovasi pada sisi pengisian cepat, efisiensi prosesor, hingga optimasi perangkat lunak. Namun adopsi fitur yang sebelumnya identik dengan pesaing menunjukkan dinamika kompetitif di pasar smartphone global yang semakin matang.
Dalam beberapa generasi terakhir, Apple juga memperkenalkan indikator kesehatan baterai yang memungkinkan pengguna memantau kapasitas maksimum relatif terhadap kondisi saat baru.
Transparansi tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya perhatian konsumen terhadap performa baterai dan isu penurunan kapasitas seiring waktu.
Jika Apple benar mengadopsi sistem pembatasan pengisian manual, langkah itu berpotensi memperluas kontrol pengguna terhadap perangkat sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam isu keberlanjutan dan daya tahan produk.
Namun hingga ada konfirmasi resmi, rencana ini masih berada pada tahap laporan media dan evaluasi internal.
Perkembangan lebih lanjut kemungkinan akan terungkap melalui pembaruan iOS berikutnya atau pengumuman produk iPhone generasi baru.
Baca Juga:Seperti ini Dampak Pengisian daya 200W vs 65W pada Baterai Selama Dua Tahun
Untuk saat ini, informasi yang beredar menunjukkan Apple tengah mengevaluasi pendekatan yang sudah lebih dulu diterapkan Samsung dalam pengelolaan kesehatan baterai perangkat.




