Sunday, 8 February 2026
Selular.ID -

Ambisi Samsung Kejar Pertumbuhan 130% Pesanan Chip 2nm 

BACA JUGA

Selular.ID – Samsung Electronics dilaporkan tengah membidik target ambisius berupa pertumbuhan pesanan sebesar 130 persen untuk teknologi fabrikasi semikonduktor 2 nanometer (nm) berbasis Gate-All-Around (GAA).

Langkah strategis ini diambil raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar pengecoran cip (foundry) global, sekaligus menantang dominasi pesaing terberatnya, TSMC.

Melalui penguatan divisi semikonduktor, Samsung berupaya mengamankan kontrak dari perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan cip berperforma tinggi namun tetap efisien dalam penggunaan daya energi.

Optimisme Samsung ini didasarkan pada keunggulan teknologi GAA yang mereka miliki, sebuah struktur transistor baru yang diklaim mampu meningkatkan kinerja dan efisiensi listrik dibandingkan teknologi FinFET konvensional.

Samsung telah lebih dulu mengadopsi struktur ini sejak era 3nm, sehingga mereka merasa memiliki keunggulan waktu dalam mematangkan desain sebelum memasuki fase produksi massal 2nm.

Divisi foundry perusahaan kini fokus merayu raksasa teknologi lain guna mengalihkan pesanan desain cip mereka ke fasilitas milik Samsung.

Dalam dinamika bisnis semikonduktor, angka pertumbuhan 130 persen ini bukan sekadar target di atas kertas, melainkan respons terhadap ledakan permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Cip dengan fabrikasi 2nm diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi pusat data AI dan perangkat seluler masa depan yang membutuhkan kemampuan pemrosesan sangat cepat.

Fokus Samsung saat ini adalah membuktikan tingkat keberhasilan produksi (yield rate) mereka agar para klien merasa yakin untuk melakukan pesanan dalam skala besar.

Strategi GAA dan Tantangan Efisiensi Daya

Teknologi Gate-All-Around (GAA) merupakan inovasi fundamental dalam dunia semikonduktor di mana arus listrik dikendalikan secara lebih presisi melalui keempat sisi saluran transistor.

Pada fabrikasi 2nm, teknologi ini menjadi kunci untuk mengatasi kebocoran arus yang sering terjadi pada ukuran komponen yang sangat kecil.

Samsung mengklaim bahwa dengan arsitektur ini, mereka dapat memberikan peningkatan performa yang signifikan tanpa harus memperbesar dimensi fisik cip tersebut.

Target pertumbuhan pesanan yang sangat tinggi menunjukkan bahwa Samsung sedang melakukan negosiasi intensif dengan berbagai pemain kunci di industri teknologi global.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa produsen prosesor seluler dan penyedia layanan komputasi awan mulai melirik opsi fabrikasi Samsung sebagai alternatif selain TSMC.

Keberhasilan mendapatkan kontrak dari satu atau dua klien besar akan menjadi validasi penting bagi keandalan proses produksi 2nm milik Samsung.

Persaingan Sengit di Level 2 Nanometer

Pasar pengecoran cip kelas atas saat ini memang menjadi arena tempur bagi tiga pemain utama, yaitu TSMC, Samsung, dan Intel. TSMC dijadwalkan memulai produksi massal 2nm mereka dalam waktu dekat dengan dukungan dari pelanggan setia seperti Apple.

Sementara itu, Intel juga tengah berupaya keras kembali ke peta persaingan melalui teknologi Intel 18A mereka. Samsung menyadari bahwa mereka harus menawarkan nilai tambah yang tidak hanya terbatas pada harga, tetapi juga pada kesiapan ekosistem desain cip.

Samsung juga terus memperluas kapasitas pabrik mereka, baik di Korea Selatan maupun di lokasi baru seperti Taylor, Texas, Amerika Serikat.

Kehadiran pabrik di luar negeri ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok bagi perusahaan-perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang ingin memitigasi risiko geopolitik.

Dengan pertumbuhan pesanan yang diproyeksikan melonjak, kesiapan fasilitas fisik menjadi faktor penentu apakah Samsung bisa memenuhi tenggat waktu pengiriman kepada para kliennya.

Implikasi bagi Ekosistem Perangkat Masa Depan

Jika Samsung berhasil mencapai target pertumbuhan 130 persen untuk pesanan 2nm GAA, hal ini akan berdampak besar pada peta spesifikasi ponsel pintar dan laptop di masa depan.

Konsumen dapat mengharapkan kehadiran perangkat yang lebih dingin, baterai yang lebih awet, namun memiliki kemampuan olah data AI yang jauh lebih cerdas.

Inovasi di tingkat molekuler ini menjadi pondasi bagi perkembangan teknologi lain, seperti mobil otonom dan robotika cerdas yang membutuhkan unit pemrosesan sangat efisien.

Selain itu, keberhasilan Samsung dalam mengamankan pesanan 2nm juga akan menyeimbangkan kompetisi di industri semikonduktor.

Persaingan yang lebih sehat antara para produsen cip akan mendorong inovasi yang lebih cepat dan harga yang lebih kompetitif bagi para produsen perangkat asli (OEM).

Tren ini menjadi indikator kuat bahwa pusat gravitasi teknologi dunia masih terus berputar pada kemampuan manufaktur di skala nanometer.

Keberlanjutan strategi ini akan bergantung pada laporan keuangan dan hasil pengujian awal produksi massal yang akan segera dimulai.

Langkah Samsung ini menegaskan bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi pengikut, melainkan ingin mendefinisikan standar baru dalam efisiensi performa cip global.

Baca juga : Samsung Exynos 2600 Bocor: Performa Gaming Setara Konsol

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU