Selular.ID – Sony dilaporkan berpotensi menunda peluncuran konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6), hingga periode 2028 atau 2029 seiring lonjakan biaya memori global.
Informasi ini muncul dalam laporan industri yang mengaitkan kenaikan harga komponen, khususnya DRAM dan NAND flash, sebagai faktor utama yang dapat memengaruhi jadwal produksi dan strategi rilis konsol terbaru tersebut.
Dalam laporan yang dipublikasikan 18 Februari 2026, disebutkan bahwa biaya memori meningkat akibat pengetatan pasokan dan pergeseran kapasitas produksi ke segmen dengan margin lebih tinggi, termasuk memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.
Kondisi ini berdampak langsung pada industri perangkat keras, termasuk konsol game yang sangat bergantung pada ketersediaan dan harga memori berkecepatan tinggi.
Hingga saat ini, Sony Interactive Entertainment (SIE) belum mengumumkan secara resmi jadwal peluncuran PS6.
Namun, dinamika biaya komponen dinilai menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan waktu produksi massal dan distribusi global, terutama untuk menjaga struktur harga tetap kompetitif di pasar konsol.
Kenaikan harga memori menjadi isu strategis karena konsol modern membutuhkan kapasitas dan bandwidth tinggi untuk mendukung grafis resolusi tinggi, ray tracing, serta pemrosesan data game generasi terbaru.
Pada generasi sebelumnya, PlayStation 5 yang dirilis pada November 2020, Sony mengandalkan arsitektur penyimpanan SSD kustom dan memori GDDR6 untuk menghadirkan peningkatan performa signifikan dibanding pendahulunya.
Secara historis, siklus konsol PlayStation berkisar enam hingga tujuh tahun. PlayStation 4 meluncur pada 2013 dan digantikan oleh PS5 pada 2020.
Jika pola tersebut dipertahankan, peluncuran PS6 diperkirakan berada di rentang 2026–2027. Namun, tekanan biaya komponen dan kondisi rantai pasok global dapat mendorong perubahan strategi, termasuk potensi pergeseran ke 2028 atau 2029.
Industri semikonduktor global memang tengah mengalami transformasi signifikan. Produsen memori besar memprioritaskan produksi high-bandwidth memory (HBM) dan modul untuk server AI, yang permintaannya melonjak dalam dua tahun terakhir.
Pergeseran ini berimplikasi pada ketersediaan chip memori untuk perangkat konsumen, termasuk konsol game, PC, dan smartphone. Ketika suplai terbatas dan permintaan tinggi, harga cenderung meningkat.
Bagi Sony, keputusan waktu peluncuran konsol baru bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang.
Konsol biasanya dijual dengan margin tipis pada awal siklus, dengan keuntungan diperoleh dari ekosistem perangkat lunak, langganan, dan layanan digital seperti PlayStation Network.
Struktur biaya komponen yang tinggi berpotensi menekan profitabilitas pada fase awal peluncuran jika harga jual tidak disesuaikan.
Di sisi lain, Sony masih memperluas ekosistem PS5 melalui pembaruan perangkat keras dan portofolio game eksklusif. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mempertahankan relevansi platform saat ini sembari menunggu momentum yang tepat untuk transisi ke generasi berikutnya.
Strategi serupa pernah terlihat pada fase transisi PS4 ke PS5, ketika Sony tetap mendukung kedua platform secara paralel.
Analis industri menilai bahwa stabilisasi harga memori dan kepastian rantai pasok akan menjadi faktor kunci sebelum Sony memfinalisasi roadmap PS6. Selain itu, perkembangan teknologi grafis dan prosesor generasi baru juga akan menentukan nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada konsumen.
Sampai ada pengumuman resmi dari Sony atau Sony Interactive Entertainment, informasi mengenai jadwal PS6 masih berada pada tahap laporan industri.
Namun, tren kenaikan biaya memori global dan perubahan prioritas produksi di sektor semikonduktor menunjukkan bahwa waktu peluncuran konsol generasi baru sangat dipengaruhi dinamika pasar komponen.
Baca Juga:PlayStation 6 Diprediksi Meluncur Lebih Lama, Harga Konsol Berpotensi Kian Mahal
Keputusan akhir akan mencerminkan keseimbangan antara kesiapan teknologi, struktur biaya, dan strategi bisnis jangka panjang perusahaan.



