Sunday, 15 February 2026
Selular.ID -

6 Pengaturan WhatsApp Biar Tak Mudah Dibajak

BACA JUGA

Selular.ID – WhatsApp menyediakan sejumlah fitur keamanan bawaan yang dapat diaktifkan pengguna untuk melindungi akun dari pembajakan, penipuan, dan akses tidak sah.

Enam pengaturan utama ini tersedia langsung di aplikasi WhatsApp versi terbaru di Android dan iOS, dan dapat diaktifkan melalui menu Settings atau Pengaturan tanpa biaya tambahan.

Berikut enam pengaturan keamanan WhatsApp yang disarankan untuk segera diaktifkan pengguna guna menjaga integritas akun dan privasi komunikasi.

Pengaturan pertama adalah verifikasi dua langkah atau two-step verification. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan berupa PIN enam digit yang harus dimasukkan saat mendaftarkan nomor telepon di perangkat baru.

Pengguna dapat mengaktifkannya melalui Settings > Account > Two-step verification > Turn on. Dengan fitur ini, meskipun kode OTP berhasil diketahui pihak lain, akun tetap tidak bisa diakses tanpa PIN tambahan.

Kedua, aktifkan notifikasi keamanan atau security notifications. Fitur ini memberi peringatan ketika kode keamanan dengan kontak ber-ubah.

misalnya saat salah satu pihak mengganti perangkat. Kode keamanan merupakan bagian dari sistem enkripsi end-to-end WhatsApp, yaitu metode pengamanan pesan yang hanya memungkinkan pengirim dan penerima membaca isi percakapan. Opsi ini dapat diaktifkan di Settings > Privacy > Security notifications.

Ketiga, gunakan penguncian aplikasi dengan sidik jari atau Face ID. WhatsApp menyediakan fitur App Lock yang memanfaatkan autentikasi biometrik perangkat.

Pada Android, fitur ini tersedia melalui Settings > Privacy > Fingerprint lock, sementara di iPhone melalui Settings > Privacy > Screen Lock.

Dengan penguncian biometrik, akses ke aplikasi akan memerlukan verifikasi sidik jari atau pemindaian wajah.

Keempat, aktifkan fitur Disappearing Messages untuk percakapan tertentu. Fitur ini memungkinkan pesan terhapus otomatis dalam periode waktu tertentu, seperti 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.

Walau tidak secara langsung mencegah peretasan, fitur ini membantu mengurangi jejak digital percakapan sensitif di perangkat.

Kelima, batasi siapa yang dapat melihat informasi profil. WhatsApp memungkinkan pengguna mengatur visibilitas Last Seen, Profile Photo, About, dan Status melalui menu Settings > Privacy.

Pengguna dapat memilih opsi “My Contacts” atau “My Contacts Except…” guna membatasi akses hanya kepada kontak tertentu.

Pengaturan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan data profil oleh pihak tak dikenal.

Keenam, manfaatkan fitur Device Logout atau pengelolaan perangkat tertaut melalui Linked Devices. WhatsApp mendukung penggunaan multi-device, namun pengguna perlu rutin memeriksa perangkat yang terhubung.

Melalui Settings > Linked Devices, pengguna dapat melihat daftar perangkat aktif dan keluar dari perangkat yang tidak dikenali. Fitur ini relevan untuk mencegah akses jarak jauh tanpa izin.

WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end secara default untuk pesan pribadi dan panggilan sejak 2016.

Artinya, perusahaan tidak dapat membaca isi pesan pengguna. Namun, Meta menekankan bahwa keamanan akun tetap bergantung pada kebiasaan pengguna, terutama dalam menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN verifikasi.

Seiring meningkatnya aktivitas phishing yang menyasar pengguna aplikasi pesan instan, penguatan keamanan berbasis pengaturan internal menjadi langkah preventif yang dapat dilakukan secara mandiri.

WhatsApp juga secara berkala merilis pembaruan keamanan melalui Google Play Store dan Apple App Store untuk menutup potensi celah sistem.

Dengan mengaktifkan enam pengaturan tersebut, pengguna dapat memperkecil risiko pembajakan akun serta meningkatkan kontrol terhadap data pribadi dan percakapan.

Baca Juga:Cara Bikin WhatsApp Terlihat Offline Padahal Online

Langkah ini menjadi bagian dari praktik keamanan digital dasar yang semakin relevan di tengah tingginya mobilitas komunikasi berbasis aplikasi pesan instan.

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Poco C81 Pro Muncul di Sertifikasi Resmi