Selular.ID – Xiaomi resmi menghadirkan dukungan native Apple AirPods di sejumlah ponsel Android terbarunya melalui pembaruan sistem HyperOS.
Memungkinkan pengguna mengakses fitur penting AirPods tanpa aplikasi tambahan, sesuatu yang selama ini tidak disediakan Google secara langsung di Android.
Langkah ini terungkap setelah Xiaomi menambahkan integrasi AirPods langsung ke sistem operasi mereka.
Dengan dukungan ini, pengguna ponsel Xiaomi bisa melihat status baterai AirPods, membuka pengaturan dasar, hingga mendapatkan notifikasi koneksi secara real-time, mirip pengalaman saat AirPods digunakan di iPhone.
Dukungan tersebut muncul seiring transisi Xiaomi dari MIUI ke HyperOS, sistem operasi baru yang dirancang lebih terintegrasi lintas perangkat.
Meski Xiaomi belum merilis pernyataan resmi global, fitur ini sudah mulai ditemukan di beberapa model flagship dan kelas menengah terbaru yang menjalankan HyperOS versi terkini, sebagaimana dilaporkan media teknologi internasional GizChina.
Integrasi AirPods Langsung di HyperOS
Secara teknis, AirPods memang bisa terhubung ke perangkat Android melalui Bluetooth standar. Namun, pengalaman pengguna selama ini sangat terbatas.
Android tidak menyediakan antarmuka bawaan untuk menampilkan informasi baterai AirPods atau mengatur fungsi sentuh secara langsung.
Melalui HyperOS, Xiaomi menutup celah tersebut. Sistem kini mampu mengenali AirPods sebagai perangkat audio pintar, bukan sekadar earbud Bluetooth biasa. Saat AirPods terhubung, pengguna akan melihat:
• Pop-up status baterai AirPods dan casing
• Nama perangkat yang dikenali otomatis
• Notifikasi koneksi dan pemutusan sambungan
• Integrasi lebih stabil dengan sistem audio Xiaomi
Pendekatan ini membuat pengalaman menggunakan AirPods di ponsel Xiaomi terasa jauh lebih “native”, tanpa perlu aplikasi pihak ketiga seperti AirBattery atau Podroid yang selama ini menjadi solusi alternatif.
Kenapa Google Tidak Melakukannya?
Menariknya, Google sebagai pengembang Android belum pernah menghadirkan dukungan AirPods secara resmi di sistem operasinya.
Hal ini kemungkinan berkaitan dengan ekosistem tertutup Apple yang membatasi akses fitur tertentu ke platform lain.
Google sendiri lebih fokus mendorong ekosistem audio melalui Fast Pair dan perangkat audio berbasis Android, termasuk Pixel Buds.
Akibatnya, AirPods di Android tetap berjalan dalam mode dasar tanpa optimalisasi sistem.
Xiaomi mengambil pendekatan berbeda. Dengan basis pengguna yang besar dan strategi agresif dalam pengembangan ekosistem, perusahaan asal Tiongkok ini memilih untuk memberikan solusi praktis yang langsung dirasakan manfaatnya oleh konsumen, tanpa menunggu dukungan resmi dari Google atau Apple.
Strategi Ekosistem Xiaomi yang Lebih Terbuka
Dukungan AirPods ini mencerminkan strategi Xiaomi yang semakin fokus pada pengalaman lintas ekosistem.
HyperOS tidak hanya dirancang untuk ponsel, tetapi juga tablet, wearable, perangkat rumah pintar, hingga kendaraan listrik yang sedang dikembangkan Xiaomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Xiaomi konsisten menghadirkan fitur yang mempermudah pengguna menggabungkan perangkat dari berbagai merek. Contohnya:
• Dukungan codec audio luas, termasuk AAC yang digunakan AirPods
• Integrasi perangkat IoT lintas vendor
• Sinkronisasi antar perangkat Android, Windows, dan smart home
Pendekatan ini memperkuat posisi Xiaomi sebagai brand Android yang pragmatis, menempatkan kenyamanan pengguna di atas batasan ekosistem eksklusif.
Perangkat Xiaomi yang Mendapatkan Fitur Ini
Meski belum ada daftar resmi, dukungan native AirPods diketahui muncul pada perangkat Xiaomi yang telah menjalankan HyperOS versi terbaru, terutama di kelas menengah dan flagship. Beberapa laporan pengguna menyebut fitur ini aktif di:
• Seri Xiaomi 14
• Beberapa model Redmi Note terbaru
• Perangkat Xiaomi dengan Android 14 dan HyperOS stable
Fitur ini bekerja otomatis tanpa konfigurasi rumit. Begitu AirPods dipasangkan, sistem akan langsung menampilkan antarmuka bawaan HyperOS.
Dampak bagi Pengguna Android di Indonesia
Bagi pengguna Android di Indonesia, khususnya pemilik ponsel Xiaomi, fitur ini memberi nilai tambah signifikan.
AirPods termasuk earbud TWS populer di Tanah Air, tidak hanya di kalangan pengguna iPhone, tetapi juga Android.
Dengan dukungan native ini, pengguna tidak perlu lagi mengorbankan kenyamanan hanya karena menggunakan perangkat lintas merek.
Dari sisi pasar, langkah Xiaomi juga berpotensi meningkatkan loyalitas pengguna yang menginginkan fleksibilitas perangkat tanpa harus terikat pada satu ekosistem tertutup.
Implikasi Industri dan Arah Pengembangan Selanjutnya
Integrasi AirPods di HyperOS menunjukkan bagaimana vendor Android bisa mengambil inisiatif di luar kerangka standar Google.
Jika fitur ini diterima positif, bukan tidak mungkin produsen Android lain akan mengikuti pendekatan serupa, terutama di pasar dengan pengguna AirPods yang besar.
Di sisi lain, langkah Xiaomi ini juga menegaskan bahwa batas antara ekosistem semakin cair. Konsumen kini menuntut perangkat yang bisa bekerja optimal lintas merek, tanpa kompromi fitur dasar.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada sejauh mana Xiaomi memperluas dukungan ini, termasuk kemungkinan pengaturan lanjutan.
Baca Juga:Bocoran Xiaomi 18: Kamera Periskop dan Sensor Ultrasonik
Seperti gesture AirPods atau audio spasial. Jika itu terjadi, Xiaomi berpotensi menetapkan standar baru dalam pengalaman audio lintas platform di Android.




