Tuesday, 27 January 2026
Selular.ID -

Usai Lelang 1,4 GHz, Internet Murah Bisa Layani 10 Juta Pelanggan Mulai 2030

BACA JUGA

Selular.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan layanan internet murah melalui pita frekuensi 1,4 GHz dapat melayani hingga 10,8 juta rumah tangga pada 2030.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pada 2025 pemerintah masih berada dalam tahap persiapan terkait implementasi internet murah.

Namun demikian, layanan tersebut disebut sudah siap untuk dioperasikan secara bertahap.

“Dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030,” kata Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Senin (26/1/2026).

Secara bertahap pada 2026, layanan internet murah melalui penyelenggaraan BWA pita frekuensi 1,4 GHz ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 1,99 juta penduduk atau rumah tangga.

Selain itu, Komdigi menargetkan cakupan jaringan 5G mencapai 8,5% dari total luas permukiman nasional pada 2026.

Adapun pada 2025, layanan 5G telah menjangkau 6,33% dari luas permukiman Indonesia.

Meutya menyebut capaian tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 4,4%.

Meutya mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Pasalnya, Komdigi berencana kembali menggelar lelang frekuensi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan 5G.

Baca juga:

Untuk cakupan layanan 4G, Meutya menyebutkan pada 2025 jaringan tersebut telah menjangkau 98,95% populasi penduduk Indonesia.

Pada 2026, cakupan 4G ditargetkan meningkat menjadi 99,05%, atau melampaui target RPJMN 2029.

“Mudah-mudahan bisa tercapai, kami cukup confident (percaya diri) karena kami akan melakukan lelang untuk 5G yang juga mudah-mudahan bisa membantu layanan 4G,” katanya.

Sebelumnya pada 2025, Komdigi telah menggelar lelang pita frekuensi 1,4 GHz.

Seleksi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum dalam mendukung layanan akses nirkabel pita lebar (wireless broadband).

Dalam hasil seleksi, PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) memenangkan Regional I yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua dengan penawaran tertinggi senilai Rp403,7 miliar.

Telemedia mengungguli PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dengan penawaran Rp399 miliar serta PT Eka Mas Republik sebesar Rp331 miliar.

Sementara itu, PT Eka Mas Republik memenangkan Regional II yang meliputi Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara dengan nilai penawaran Rp300,8 miliar, lebih tinggi dibandingkan Telkom sebesar Rp259 miliar dan Telemedia sebesar Rp136 miliar.

Perusahaan yang sama juga menjadi pemenang Regional III yang mencakup Kalimantan dan Sulawesi dengan penawaran Rp100 miliar, mengalahkan Telkom (Rp80 miliar) dan Telemedia (Rp64 miliar).

Usai penyelenggaraan lelang pita 1,4 GHz, pemerintah juga dikabarkan akan menyiapkan dua lelang frekuensi baru, yakni pita 700 MHz dan pita 2,6 GHz.

Pita 700 MHz termasuk kategori low band yang memiliki jangkauan luas dan cocok untuk memperluas jaringan di wilayah pelosok.

Sementara itu, pita 2,6 GHz merupakan mid band yang menawarkan keseimbangan antara cakupan dan kapasitas jaringan, sehingga ideal untuk mendukung layanan 5G serta peningkatan kapasitas data di kawasan perkotaan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU