Monday, 26 January 2026
Selular.ID -

Update Google Keep Rusak Fitur Pengingat di Wear OS

BACA JUGA

Selular.ID – Pembaruan terbaru aplikasi Google Keep ternyata menghapus fitur pengingat (reminder) yang penting bagi pengguna Wear OS, sistem operasi jam tangan pintar dari Google, sehingga pemilik smartwatch kini tidak bisa lagi membuat pengingat langsung dari pergelangan tangan mereka.

Masalah ini muncul setelah Google mulai menerapkan migrasi fitur pengingat dari Google Keep ke Google Tasks di berbagai platform. Sementara pada ponsel Android, iPhone, dan antarmuka web, proses ini berjalan cukup mulus, pengalaman serupa tidak berlaku di versi Wear OS.

Menurut laporan teknis dan pengujian, ikon lonceng yang sebelumnya tersedia di bagian bawah sebuah catatan di aplikasi Google Keep telah hilang pada perangkat Wear OS, menghilangkan akses cepat untuk menambahkan pengingat. Sementara opsi lain seperti menyematkan (pin) atau mengarsipkan catatan masih tersedia.

Dampak Penghapusan Fitur Pengingat Google Keep di Wear OS

Penghapusan fitur pengingat di Google Keep Wear OS ini berdampak langsung pada cara sebagian pengguna smartwatch menjalankan rutinitas harian mereka. Fitur pengingat selama ini mempermudah pengguna mengatur notifikasi berbasis waktu tanpa perlu membuka ponsel cerdas.

Pengingat dalam konteks aplikasi pencatat seperti Google Keep memungkinkan pengguna untuk menetapkan waktu atau bahkan lokasi tertentu untuk sebuah catatan agar muncul sebagai notifikasi. Fitur semacam ini sangat berguna untuk jadwal harian, daftar tugas, atau pengingat cepat saat bepergian.

Namun, dengan pembaruan baru ini, pengguna Wear OS hanya bisa melihat atau menyimpan catatan tanpa bisa menambahkan pengingat langsung. Bahkan jika catatan tersebut sudah mempunyai pengingat ketika dibuat di platform lain, kemampuan membuat pengingat baru kini hilang pada aplikasi Wear OS.

Latar Belakang Migrasi Google Keep ke Google Tasks

Google telah lama mengumumkan migrasi fitur pengingat dari Google Keep ke layanan Google Tasks, sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk pengelolaan tugas. Migrasi ini dimaksudkan untuk menyederhanakan ekosistem pengingat dan daftar tugas lintas platform Google.

Di ponsel dan web, fitur pengingat memang telah disederhanakan melalui Google Tasks, meskipun beberapa fungsi, seperti pengingat berbasis lokasi, sempat tidak didukung lagi. Namun di perangkat Wear OS, dampaknya lebih terasa karena fungsi pengingat sebelumnya terintegrasi dalam UI aplikasi Keep itu sendiri dan sangat bergantung pada akses cepat di layar kecil smartwatch.

Subjudul: Perubahan yang Terjadi di Google Keep Wear OS

Pembaruan Google Keep untuk Wear OS ini menghapus ikon lonceng yang biasa digunakan untuk membuat pengingat baru di bagian bawah sebuah catatan. Pengguna kini hanya melihat opsi untuk:

  • Pin: Menyematkan catatan agar tetap tampil di bagian atas daftar
  • Archive: Mengarsipkan catatan yang sudah tidak dibutuhkan segera

Perubahan ini secara efektif menghilangkan kemampuan membuat pengingat baru langsung dari jam tangan, sesuatu yang sebelumnya menjadi fungsi inti bagi banyak pengguna Wear OS.

Sebagai bagian dari pembaruan yang sama, Google juga tampaknya telah menyesuaikan antarmuka aplikasi agar sinkron dengan perubahan lintas platform, tetapi tanpa mencadangkan penggunaan pengingat di perangkat wearable.

Tantangan bagi Pengguna Wear OS

Tanpa fitur pengingat di Google Keep pada Wear OS, pengguna harus mencari cara lain untuk mengatur tugas harian mereka. Sebagai langkah sementara, pengingat harus dibuat di ponsel cerdas menggunakan Google Keep atau Google Tasks, lalu disinkronkan ke jam tangan melalui layanan cloud Google.

Namun, ketergantungan pada sinkronisasi dengan ponsel dapat menimbulkan keterlambatan atau tidak praktis jika pengguna berharap untuk cepat mencatat atau mengingat sesuatu saat sedang mobile. Tradisi penggunaan pengingat langsung di pergelangan tangan kini seakan hilang, setidaknya sampai Google merilis perbaikan atau alternatif fungsional di Wear OS.

Reaksi Komunitas dan Perkembangan Terbaru

Sejumlah pengguna Wear OS telah melaporkan beberapa isu pada Google Keep sebelumnya, seperti masalah sinkronisasi atau kesulitan mengedit catatan di jam tangan, melalui forum diskusi komunitas teknologi. Isu-isu ini menunjukkan tantangan panjang yang dialami oleh aplikasi Google Keep di Wear OS, meskipun tidak semuanya terkait langsung dengan pembaruan terbaru ini.

Tidak ada pernyataan resmi dari Google yang menjelaskan alasan teknis dibalik penghapusan fitur pengingat di versi Wear OS ini. Namun, tren migrasi fungsionalitas ke aplikasi khusus seperti Google Tasks memberi gambaran bahwa Google ingin menyederhanakan manajemen tugas dan pengingat lintas perangkat.

Implikasi Perubahan bagi Pengguna dan Industri

Penghapusan fitur pengingat pada Google Keep Wear OS menandai tantangan bagi pengalaman pengguna smartwatch yang selama ini mengandalkan fungsionalitas langsung tanpa perlu membuka ponsel. Perubahan ini bisa mendorong pengguna Wear OS untuk beralih menggunakan aplikasi pencatat atau manajemen tugas alternatif yang masih mendukung pembuatan pengingat di jam tangan.

Dengan demikian, perubahan ini tidak hanya berdampak pada fungsi sebuah aplikasi, tetapi juga turut menyoroti bagaimana Google menata ulang fungsionalitas layanan produktivitasnya di ekosistem Android dan Wear OS ke depan.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Google terus memodernisasi layanan produktivitas lintas platform. Meski demikian, penghapusan fitur kunci seperti pengingat pada Wear OS akan menjadi isu yang perlu diikuti, terutama oleh pengguna smartwatch yang mengandalkan fungsi praktis.

Baca Juga: Peta Offline Google Bakal Tersedia di Smartwatch Wear OS

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU