Selular.ID – Vivo memimpin pasar smartphone India sepanjang 2025, mencatatkan pertumbuhan pengiriman unit dua digit di tengah dinamika pasar yang beragam, menurut laporan riset industri terbaru yang dirilis awal 2026.
Data riset dari Omdia, lembaga analis global, menunjukkan bahwa meskipun total pengiriman smartphone di India turun sekitar 1% secara tahunan pada 2025, Vivo tetap mempertahankan posisi teratas dengan pangsa pasar terbesar dan pertumbuhan pengiriman yang kuat.
Vivo berhasil mempertahankan dominasi pasar berkat strategi diversifikasi portofolio, eksekusi saluran distribusi yang efektif, serta adaptasi terhadap tren permintaan konsumen di segmen menengah hingga premium. Dalam kuartal terakhir 2025 (4Q25), Vivo mengirimkan sekitar 7,9 juta unit ponsel, menguasai pangsa 23% pasar smartphone India, unggul dari pesaing lain seperti Samsung dan OPPO.
Pertumbuhan Pasar Smartphone India 2025
Pasar smartphone India memainkan peran penting dalam lanskap global, terutama karena negara ini menjadi salah satu dari sedikit pasar besar yang menunjukkan pertumbuhan volume dan dinamika kompetitif yang aktif. Total pengiriman smartphone di India untuk seluruh tahun 2025 mencapai sekitar 154,2 juta unit, meskipun angka ini sedikit menurun bila dibandingkan periode sebelumnya.
Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi, termasuk meningkatnya harga komponen seperti memori dan pelemahan daya beli konsumen pada segmen mass market. Namun, pertumbuhan dua digit yang dicatat oleh Vivo menandakan kemampuan brand ini untuk menavigasi kondisi pasar yang menantang sekaligus menarik minat konsumen di berbagai segmen harga.
Dominasi Vivo di Berbagai Segmen
Vivo terlihat mengandalkan kekuatan beberapa lini produk berbeda untuk mempertahankan pangsa pasar besar di India. Brand ini mencakup produk di segmen mid-range hingga premium, termasuk model-model seperti seri V-series dan X-series yang populer di kalangan pengguna lokal.
Faktor yang mendukung performa Vivo di India mencakup:
- Diversifikasi produk di berbagai segmen harga, dari entry hingga premium.
- Kekuatan jaringan offline, yang terbukti efektif di pasar Tier-2 dan Tier-3.
- Strategi pengisian stok dan promosi saluran menjelang musim liburan guna merespons permintaan musiman.
Hasilnya, Vivo tidak hanya mempertahankan posisi pemimpin pasar di India, tetapi juga mencatat pertumbuhan volume pengiriman yang lebih tinggi dibanding sebagian besar kompetitor utama.

Perbandingan dengan Kompetitor
Di bawah Vivo, beberapa merek lain memperlihatkan performa yang lebih variatif. Samsung berada di posisi kedua dalam beberapa periode, meskipun pangsa pasar dan volume pengirimannya relatif lebih rendah dibanding Vivo. Xiaomi, yang sebelumnya sempat kuat di pasar India, mengalami penurunan pangsa dan shipment yang signifikan di beberapa kuartal 2025.
OPPO berhasil merebut posisi ketiga pada periode tertentu, berkat pertumbuhan pengiriman yang stabil, sedangkan Apple tetap kuat di segmen premium meskipun volumenya tidak sebesar merek Android lokal dan Tiongkok.
Strategi Pertumbuhan dan Tantangan Pasar
Dominasi Vivo di pasar India tidak terlepas dari strategi yang kuat dalam pemilihan portofolio produk dan penetrasi pasar yang tepat. Brand ini kerap memperkenalkan model-model yang relevan dengan preferensi konsumen di India, termasuk dukungan 5G, kamera berkualitas, serta fitur baterai besar pada lini perangkatnya.
Namun, pasar India tidak homogen. Konsumen di segmen entry-level sampai mid-range tetap sensitif terhadap harga, sementara segmen premium didorong oleh fitur canggih dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Perubahan struktur permintaan ini menuntut merek smartphone untuk terus menyesuaikan strategi produk dan harga agar tetap kompetitif di seluruh segmen pasar.

Dampak bagi Industri Smartphone Indonesia dan Asia
Kekuatan pasar India, khususnya dominasi Vivo di tahun 2025, memberikan pelajaran penting bagi ekosistem smartphone di Asia, termasuk Indonesia. India merupakan salah satu pasar 5G terbesar di dunia dengan pertumbuhan pengguna baru yang cepat, serta preferensi yang sangat memengaruhi tren regional.
Bagi vendor lain, termasuk yang aktif di Indonesia, dinamika pasar India menegaskan pentingnya:
- Portofolio produk yang adaptif terhadap kebutuhan konsumen lokal
- Distribusi multi-kanal yang kuat
- Inovasi fitur yang relevan dengan tren regional seperti kamera, baterai, dan konektivitas 5G
Strategi-strategi ini menjadi acuan penting dalam menghadapi kompetisi di pasar domestik yang juga semakin dinamis.
Prestasi Vivo dalam memimpin pasar smartphone India sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan dan dominasi pasar tidak selalu ditentukan oleh volume absolut pasar global, tetapi juga kemampuan merek untuk mengartikulasikan kebutuhan konsumen di pasar lokal secara efektif.
Ke depan, dinamika ini kemungkinan akan terus memengaruhi cara pemain smartphone menata strategi produk, pemasaran, dan penetrasi pasar, khususnya di kawasan Asia yang semakin kompetitif.
Baca Juga:Â Top 5 Vendor Smartphone Dunia 2025: Pengiriman Naik 2,3% di Kuartal ke-4




