Selular.ID – Strava resmi menghadirkan fitur peta rute langsung di Apple Watch, memungkinkan pengguna melihat jalur olahraga secara real-time langsung dari pergelangan tangan saat berlari atau bersepeda, sebuah pembaruan yang sudah lama ditunggu oleh pengguna smartwatch Apple di seluruh dunia.
Pembaruan ini diumumkan Strava secara global dan mulai digulirkan untuk pengguna Apple Watch yang menjalankan versi terbaru aplikasi Strava.
Dengan fitur ini, pengguna kini dapat memantau rute, arah, serta progres perjalanan tanpa harus bergantung pada iPhone, menjadikan pengalaman olahraga lebih mandiri dan praktis.
Selama bertahun-tahun, absennya tampilan peta di aplikasi Strava untuk Apple Watch kerap menjadi keluhan utama pengguna.
Padahal, fitur serupa sudah lama tersedia di aplikasi pihak ketiga seperti WorkOutDoors, yang dikenal populer di kalangan pelari dan pesepeda serius pengguna Apple Watch.
Fitur Peta Rute Langsung di Apple Watch
Melalui pembaruan ini, Strava menghadirkan tampilan peta interaktif langsung di layar Apple Watch saat aktivitas olahraga berlangsung. Peta tersebut menampilkan jalur yang sedang ditempuh, lengkap dengan indikator posisi pengguna secara real-time.
Fungsi ini dirancang untuk aktivitas outdoor seperti:
- Lari
- Bersepeda
- Jalan cepat (walking)
- Hiking
Dengan hadirnya peta langsung, pengguna dapat memastikan tetap berada di jalur yang benar, terutama saat menjajal rute baru atau mengikuti rute latihan yang telah direncanakan sebelumnya.
Informasi arah ditampilkan secara visual sederhana agar tetap mudah dibaca di layar kecil Apple Watch.
Mengurangi Ketergantungan pada iPhone
Salah satu dampak signifikan dari pembaruan ini adalah berkurangnya ketergantungan pada iPhone saat berolahraga.
Sebelumnya, pengguna Apple Watch sering kali harus membawa iPhone untuk melihat peta atau navigasi, terutama saat latihan jarak jauh.
Kini, bagi pengguna Apple Watch dengan GPS bawaan, semua informasi rute dapat diakses langsung dari jam tangan.
Hal ini memberikan fleksibilitas lebih, khususnya bagi pelari atau pesepeda yang mengutamakan kenyamanan dan mobilitas.
Strava menyebutkan bahwa fitur ini dirancang agar tetap hemat daya, menyesuaikan dengan keterbatasan baterai smartwatch, tanpa mengorbankan akurasi pelacakan GPS.
Menyamai Fitur Aplikasi Pihak Ketiga
Selama ini, WorkOutDoors sering disebut sebagai standar emas aplikasi olahraga di Apple Watch karena menawarkan peta offline, navigasi detail, dan kustomisasi tinggi.
Dengan pembaruan terbaru ini, Strava mulai menutup kesenjangan fitur tersebut, meskipun pendekatannya lebih sederhana dan berfokus pada pengalaman inti.
Alih-alih menghadirkan navigasi kompleks, Strava memilih tampilan peta yang bersih dan intuitif.
Strategi ini sejalan dengan karakter Strava sebagai platform sosial olahraga, yang menitikberatkan pada pelacakan aktivitas, analisis performa, dan interaksi komunitas.
Langkah ini juga menunjukkan upaya Strava untuk mempertahankan pengguna Apple Watch agar tidak beralih ke aplikasi pesaing yang lebih kaya fitur.
Integrasi dengan Ekosistem Apple Watch
Fitur peta ini terintegrasi langsung dengan Workout App di Apple Watch, sehingga tetap memanfaatkan sensor bawaan seperti GPS, kompas, dan akselerometer.
Data aktivitas tetap tersinkronisasi ke akun Strava pengguna setelah sesi olahraga selesai, termasuk rute, jarak, kecepatan, dan elevasi.
Strava memastikan kompatibilitas fitur ini dengan berbagai model Apple Watch yang mendukung GPS.
Namun, pengalaman optimal tentu diperoleh pada model terbaru dengan layar lebih besar dan performa lebih cepat.
Dari sisi antarmuka, Strava menyesuaikan desain peta agar mudah dibaca saat bergerak, dengan kontras warna yang jelas dan elemen visual minimalis.
Dampak bagi Pengguna di Indonesia
Bagi pengguna Apple Watch di Indonesia, kehadiran fitur ini membawa nilai tambah signifikan, terutama untuk aktivitas outdoor di area perkotaan maupun alam terbuka.
Peta rute real-time dapat membantu pengguna menjelajahi jalur lari baru di kota besar atau memastikan arah saat bersepeda jarak jauh.
Selain itu, fitur ini juga relevan bagi komunitas olahraga yang sering mengandalkan rute Strava untuk latihan bersama.
Kemudahan melihat rute langsung dari jam tangan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan, terutama saat latihan mandiri.
Seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup aktif dan wearable device, pembaruan ini memperkuat posisi Strava sebagai salah satu platform olahraga digital paling dominan.
Strategi Strava di Pasar Wearable
Penambahan fitur peta di Apple Watch mencerminkan strategi Strava dalam memperkuat kehadirannya di ekosistem wearable, khususnya smartwatch.
Di tengah persaingan ketat dengan platform lain seperti Garmin Connect dan Apple Fitness+, Strava perlu terus memperkaya fitur inti tanpa mengorbankan kesederhanaan.
Dengan menghadirkan fitur yang sebelumnya hanya tersedia di aplikasi khusus, Strava berupaya menjaga loyalitas pengguna lama sekaligus menarik pengguna baru yang menginginkan solusi all-in-one untuk pelacakan aktivitas.
Langkah ini juga menunjukkan respons Strava terhadap masukan komunitas global, yang selama bertahun-tahun meminta peningkatan pengalaman Apple Watch.
Arah Pengembangan Selanjutnya
Strava belum merinci apakah fitur peta ini akan dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan dukungan peta offline atau navigasi belokan demi belokan. Namun, pembaruan ini membuka peluang bagi peningkatan fitur berbasis lokasi di masa mendatang.
Dengan fondasi peta yang kini sudah tersedia di Apple Watch, pengembangan lanjutan dapat mencakup integrasi rute komunitas, peringatan arah, atau visualisasi elevasi yang lebih detail, selama tetap mempertimbangkan keterbatasan perangkat.
Baca Juga:Waspada! Fitbit dan Strava Mungkin Melacak Lebih Dari Lari
Bagi pengguna Apple Watch, pembaruan ini menjadi sinyal bahwa Strava semakin serius mengoptimalkan pengalaman olahraga langsung dari pergelangan tangan, tanpa harus bergantung pada perangkat lain.



