Rabu, 21 Januari 2026
Selular.ID -

Sony dan TCL Jalin Joint Venture Bravia, TCL Kuasai 51 %

BACA JUGA

Selular.IDSony Corporation dan TCL Electronics resmi mengumumkan pembentukan joint venture baru yang akan mengelola bisnis home entertainment termasuk lini Sony Bravia TV, dengan TCL akan memegang 51 % saham dan Sony mempertahankan 49 % sebagai bagian dari strategic partnership global yang dirancang untuk memperkuat daya saing kedua perusahaan di pasar TV dan hiburan rumah.

Kesepakatan ini diumumkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua belah pihak pada 20 Januari 2026. Rencana tersebut mencakup seluruh rangkaian bisnis, mulai dari pengembangan produk dan desain, hingga produksi, distribusi, serta layanan purna jual bagi produk televisi dan perangkat home audio.

Sony dan TCL menyatakan bahwa meskipun TCL akan menjadi pemegang saham mayoritas, produk yang dihasilkan nantinya akan terus membawa merek “Sony” dan “Bravia” yang telah dikenal luas di pasar global. Perusahaan baru ini ditargetkan memulai operasionalnya pada April 2027, setelah penandatanganan perjanjian definitif dan mendapatkan persetujuan regulator yang diperlukan.

Perubahan Besar dalam Industri TV Global

Kesepakatan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam industri televisi global, di mana persaingan semakin ketat seiring dengan tekanan margin keuntungan yang menipis dan pergeseran strategi bisnis produsen besar. Sony, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di kategori premium TV, menghadapi tantangan dalam mempertahankan profitabilitas pada segmen perangkat keras konsumen yang intensif biaya.

TCL, di sisi lain, memiliki keunggulan dalam teknologi panel, kapasitas manufaktur, serta rantai pasok yang terintegrasi secara vertikal. Ini menjadi aset penting dalam joint venture tersebut, di mana TCL diharapkan membawa efisiensi biaya dan kemampuan produksi massal yang lebih kuat.

Menurut rencana, perusahaan hasil kolaborasi ini akan menggabungkan kemampuan Sony dalam teknologi pemrosesan gambar dan audio, serta keahlian manajemen rantai pasok, dengan kemampuan TCL di bidang teknologi tampilan, skala operasional global, dan efisiensi biaya produksi. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan produk televisi dan home audio yang kompetitif di banyak pasar.

Fokus Bisnis Joint Venture

Joint venture yang akan dibentuk oleh Sony dan TCL menggambarkan strategi baru yang melampaui sekadar lisensi merek. Struktur bisnis ini akan mencakup tiga pilar utama operasional:

  • Pengembangan Produk dan Desain: Sony dan TCL bersama-sama akan menentukan arah inovasi teknis serta fitur desain televisi yang relevan dengan tren pasar masa kini.
  • Manufaktur dan Distribusi Global: TCL akan memanfaatkan fasilitas manufakturnya di berbagai negara untuk produksi massal, sementara Sony akan memberikan dukungan teknis pada teknologi inti.
  • Penjualan dan After-Sales: Produk yang dihasilkan dipasarkan secara global, didukung oleh jaringan distribusi dan layanan pelanggan yang dioptimalkan oleh kedua perusahaan.

Produk yang lahir dari kolaborasi ini diperkirakan akan mengadopsi teknologi panel dan fitur smart TV terkini, memadukan keunggulan tampilan serta kemampuan suara yang telah melekat pada brand Sony, sekaligus memanfaatkan efisiensi teknologi dan produksi dari TCL.

Dampak Strategis dan Latar Belakang Kolaborasi

Kerja sama ini merupakan langkah strategis yang mencerminkan dinamika industri konsumen TV dan hiburan rumah yang berubah cepat. Sony, yang telah lama menjadi simbol inovasi audio-visual, kini beradaptasi dengan lanskap komersial yang menuntut efisiensi dan skala besar produksi, terutama di tengah persaingan dari perusahaan Tiongkok seperti TCL dan Hisense.

Sementara itu, TCL telah memperluas jejak globalnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk ambisinya untuk masuk ke segmen TV premium yang sebelumnya didominasi merek mapan seperti Sony dan Samsung. Kemitraan ini memberi TCL akses ke teknologi pemrosesan gambar Sony dan pemasaran global, sekaligus memungkinkan Sony tetap kompetitif melalui fokus pada keunggulan teknologi.

Sony CEO Kimio Maki menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan menciptakan nilai baru bagi konsumen di bidang home entertainment dengan menggabungkan keahlian kedua perusahaan. Sedangkan DU Juan, Chairperson TCL Electronics, menyebut bahwa aliansi ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat posisi kedua perusahaan lewat sinergi teknologi dan operasi yang saling melengkapi.

Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia

Bagi pasar Indonesia, kerjasama ini berpotensi membawa produk televisi Sony Bravia yang lebih kompetitif baik dari segi fitur maupun harga. Kolaborasi Sony-TCL dapat mempercepat adopsi teknologi panel terbaru, meningkatkan variasi ukuran layar, serta menghadirkan perangkat dengan smart features yang lebih lengkap untuk kebutuhan hiburan rumah modern.

Kerja sama ini juga dapat berdampak pada layanan purna jual dan jaringan distribusi lokal, karena TCL memiliki jaringan produksi dan distribusi di berbagai wilayah, yang bisa mendukung ketersediaan stok serta layanan lebih cepat di Indonesia.

Kesepakatan joint venture Sony dan TCL menandai babak baru dalam evolusi bisnis televisi global, di mana model kolaboratif menjadi kunci menghadapi tekanan pasar dan konsumen yang terus berubah.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa merek ikonik seperti Sony dapat mempertahankan relevansinya melalui kemitraan strategis, sambil memanfaatkan kekuatan operasional partnernya untuk menghadirkan produk yang memenuhi ekspektasi hiburan modern.

Baca Juga: TCL Rilis Smartphone lipat Tiga Berukuran 7,85 Inci

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU