Rabu, 21 Januari 2026
Selular.ID -

Shopee Ketar-Ketir, Persaingan E-Commerce di Asia Tenggara Makin Ketat

BACA JUGA

Selular.id – Shopee mendapat saingan pada persaingan e-commerce di Asia Tenggara tahun 2025 karena seiring pesatnya pertumbuhan TikTok Shop.

Pesatnya pertumbuhan TikTok Shop yang mulai mengejar posisi Shopee, terutama dari sisi volume pengiriman paket e-commerce Asia Tenggara 2025.

Momentum Works mencatat, pada kuartal IV/2025 J&T Express membukukan rata-rata pengiriman harian sebesar 26,5 juta paket atau tumbuh 73,6% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut sebagian besar didorong oleh aktivitas pengiriman dari TikTok Shop.

Dalam laporannya, Momentum Works menyebutkan bahwa berdasarkan estimasi internal J&T Express, jumlah paket TikTok Shop kini telah melampaui Shopee.

“Berdasarkan perkiraan J&T sendiri, saat ini mereka mengirimkan sekitar 18% lebih banyak paket daripada SPX Express dan selisihnya masih terus melebar,” tulis Momentum Works yang Selular kutip, Rabu (21/1/2026).

Temuan tersebut sejalan dengan pengamatan lapangan yang dilakukan tim Momentum Works di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dari sejumlah titik pengambilan paket, terlihat volume kiriman dari Shopee dan TikTok Shop relatif berimbang.

“Saat melewati beberapa titik pengambilan paket, polanya konsisten: jumlah paket dari Shopee (dikirim oleh SPX) dan TikTok Shop (dikirim oleh J&T Express) hampir sama,” tulis laporan tersebut.

Baca juga:

Dari sisi nilai transaksi, Momentum Works memperkirakan TikTok Shop mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025.

Kendati demikian, secara nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV), TikTok Shop masih berada di bawah Shopee.

Prediksi E-commerce di Tahun 2026

Momentum Works juga mencatat Shopee masih memimpin dari sisi jumlah pesanan dan volume paket secara regional, meskipun jarak dengan TikTok Shop terus menyempit.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Momentum Works memasukkan dua proyeksi utama dalam laporan Southeast Asia Predictions 2026.

Dalam laporan itu, TikTok Shop diperkirakan mampu menyamai Shopee dari sisi volume pengiriman paket pada tahun ini.

Sementara itu, Shopee diproyeksikan akan memperkuat strategi pertahanannya dengan meningkatkan fokus pada layanan pengiriman instan.

Momentum Works menilai dinamika persaingan e-commerce saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Persaingan tidak lagi berpusat pada perang subsidi harga atau promosi besar-besaran.

“Tekanan saat ini lebih bersifat internal: pada para manajer, operator, dan eksekutif di kedua pihak untuk memberikan efisiensi, eksekusi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis Momentum Works.

Momentum Works menjelaskan Shopee belum mampu menembus sistem konversi tertutup milik TikTok yang mengintegrasikan hiburan hingga transaksi dalam satu aplikasi.

Kondisi tersebut mendorong Shopee untuk memperkuat dua proposisi nilai utama yang langsung dirasakan konsumen, yakni kecepatan layanan dan efisiensi biaya.

Selain memetakan persaingan e-commerce, Momentum Works juga merilis 10 prediksi utama yang diperkirakan memengaruhi perkembangan ekonomi digital Asia Tenggara pada 2026, mulai dari perubahan strategi logistik, redefinisi loyalitas pelanggan, hingga pergeseran kolaborasi bisnis antara China dan Asia Tenggara.

Momentum Works menyatakan seluruh proyeksi tersebut disusun berdasarkan hasil riset sepanjang 2025, yang mencakup 10 program immersion, lebih dari 400 wawancara dengan pelaku industri, serta kajian terhadap lebih dari 200 laporan dan publikasi.

Adapun 10 prediksi utama Momentum Works untuk 2026 meliputi:

  1. TikTok Shop menyamai Shopee dalam volume paket
  2. Shopee meningkatkan fokus pada layanan pengiriman instan
  3. Loyalitas pelanggan, nilai seumur hidup konsumen (LTV), dan margin mengalami redefinisi akibat persaingan dengan pemain China
  4. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) lebih dahulu mengubah organisasi sebelum produk
  5. Kolaborasi China–Asia Tenggara bergeser dari transfer rantai pasok ke pertukaran model operasional
  6. Persaingan logistik e-commerce memasuki fase akhir dengan pemain dominan yang semakin jelas
  7. Sebagian besar keahlian e-commerce menjadi terstandarisasi
  8. Muncul lebih banyak tim AI agent di Singapura, meski hanya sedikit yang bertahan
  9. Adopsi stablecoin untuk perdagangan lintas negara masih terbatas
  10. Kondisi lalu lintas bukan menjadi hambatan utama adopsi robotaxi di Asia Tenggara
- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU