Friday, 30 January 2026
Selular.ID -

Samsung Catat Pendapatan dan Laba Kuartal Tertinggi Sepanjang Sejarah

BACA JUGA

Selular.ID – Samsung Electronics, raksasa teknologi asal Korea Selatan, mengumumkan kinerja keuangan kuartal IV 2025 dengan rekor pendapatan dan laba operasional tertinggi di sejarah perusahaan.

Pada periode yang berakhir 31 Desember 2025, Samsung berhasil mencatat total pendapatan terkonsolidasi sebesar KRW 93,8 triliun serta laba operasional mencapai KRW 20,1 triliun, keduanya lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya dan merupakan angka tertinggi yang pernah diraih perusahaan untuk satu kuartal.

Pengumuman tersebut dirilis oleh Samsung Electronics melalui siaran resmi — di mana perusahaan menyoroti kontribusi signifikan dari unit semikonduktor untuk hasil positif ini, sekaligus menyampaikan rencana strategis untuk memperkuat posisinya di era kecerdasan buatan (AI).

Kinerja kuartal IV 2025 yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar sekitar 9% secara quarter-on-quarter (QoQ) ini juga didukung oleh peningkatan 23,8% year-on-year (YoY) dalam pendapatan, sementara laba operasional naik lebih dari 200% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Samsung Electronics menguraikan bahwa hampir seluruh lonjakan laba operasional berasal dari divisi Device Solutions (DS), yang mencakup bisnis semikonduktor perusahaan. Pada Q4 2025, divisi ini mencatat pendapatan KRW 44,0 triliun dengan laba operasional KRW 16,4 triliun — angka tingkat kuartal tertinggi yang pernah dicatat untuk divisi ini.

Lonjakan tersebut dipicu oleh permintaan kuat terhadap produk memori canggih seperti High Bandwidth Memory (HBM), server DDR5, dan enterprise SSD, seiring harga pasar yang meningkat akibat permintaan global untuk infrastruktur AI.

Sebaliknya, divisi Device eXperience (DX) yang menaungi bisnis smartphone dan perangkat lainnya mencatat penurunan pendapatan sekitar 8% secara QoQ, dipengaruhi oleh melemahnya efek peluncuran model baru serta persaingan pasar yang terus intens.

Untuk total tahun fiskal 2025, Samsung Electronics membukukan pendapatan tahunan KRW 333,6 triliun dan laba operasional tahunan KRW 43,6 triliun, menandai pertumbuhan keduanya dibanding 2024.

Meski demikian, laporan resmi menunjukkan bahwa laba tahunan Samsung sedikit tertinggal dibanding pesaing utama di sektor semikonduktor, SK hynix, yang melaporkan kinerja laba Tahunan lebih tinggi pada periode yang sama.

Samsung juga menyatakan bahwa mereka meningkatkan pengeluaran untuk riset dan pengembangan (R&D) selama kuartal ini, dengan investasi mencapai KRW 10,9 triliun, sehingga membawa total R&D untuk tahun 2025 ke rekor KRW 37,7 triliun.

Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperluas kapabilitas di teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan, memori generasi lanjut, serta solusi semikonduktor terintegrasi.

Dalam rilis resmi, Samsung juga menyampaikan bahwa divisi DS akan melanjutkan fokusnya pada peluang pertumbuhan di pasar AI dan server, dengan penekanan pada produk berperforma tinggi di 2026.

Produk memori generasi terbaru seperti HBM4 diperkirakan mulai dikirim massal pada kuartal pertama 2026 untuk memenuhi permintaan tinggi dari segmen data center dan AI.

Samsung memperluas penjelasan tentang strategi divisi lainnya, termasuk Samsung Display Corporation (SDC) yang mempertahankan performa positif di segmen panel kecil dan menengah, serta unit Mobile eXperience (MX) yang akan memperkuat pengalaman AI di seri produk Galaxy mendatang sambil menjaga profitabilitas melalui optimalisasi lini produk.

Selain itu, bisnis unit seperti Harman International, dengan fokus pada elektronik otomotif dan perangkat audio, turut berkontribusi terhadap hasil keseluruhan dengan pencapaian laba operasional kuartal tersebut.

Hasil ini menempatkan Samsung Electronics dalam posisi kuat di tengah dinamika industri teknologi global, di mana permintaan terhadap komponen memori untuk aplikasi AI dan infrastruktur digital menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan.

Samsung menegaskan bahwa tren permintaan AI dan kebutuhan server akan terus menjadi katalis pertumbuhan pada 2026, yang dipadukan dengan komitmen perusahaan terhadap investasi teknologi tinggi. Perusahaan juga menyampaikan prospek bisnis di berbagai divisi yang tetap mempertimbangkan tekanan kompetitif serta kondisi pasar global yang dinamis.

Baca Juga: Qualcomm Mungkin Kembali ke Samsung untuk Produksi Chip 2nm-nya

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU