Rabu, 14 Januari 2026
Selular.ID -

Prabowo Berambisi Indonesia Ciptakan Chip Sendiri

BACA JUGA

Selular.id – Presiden Prabowo Subianto belum lama ini menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam agenda tersebut membahas salah satu keinginan Prabowo agar Indonesia bisa mengembangkan chip semikonduktor sendiri.

Agenda dan topik pembahasannya diketahui pertama kali lewat akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet. Pertemuan ini pun melibatkan beberapa pejabat penting di pemerintah.

Mulai dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ditambah lagi hadirnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya MIneral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Terdapat empat hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satunya penguatan dalam sektor otomotif/elektronik lewat investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.

Pengembangan ini ditujukan untuk dapat membangun industri chip masa depan di Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik.

Chip semikonduktor memang komponen yang sangat penting bagi industri otomotif, terlebih mobil dan motor keluaran terbaru yang semakin canggih dan modern membutuhkan komponen tersebut.

Baca juga:

Pentingnya chip semikonduktor bisa terasa pada saat pandemi Covid-19 pada 2020-2021 lalu.

Saat rantai pasok global chip semikonduktor terganggu membuat produksi mobil dan motor juga turut terganggu.

Saat ini Indonesia belum memiliki perusahaan yang mampu membuat chip semikonduktor. Namun jika melihat sejarahnya, Indonesia pernah punya pabrik semikonduktor pada tahun 1973 berkat kerja sama dengan Amerika Serikat.

Industri komponen chip semikonduktor yang merupakan investasi dua perusahaan multinasional Amerika Serikat yaitu Fairchild Semiconductors dan National Semiconductors.

Sejak tahun 1980-an terjadi perubahan model bisnis di industri semikonduktor. Pada awalnya semua dikerjakan oleh satu perusahaan dari hulu ke hilir atau vertical integration yang disebut Integrated Device Manufacturer (IDM).

Namun model bisnis telah terpecah-pecah menjadi Fabless (Chip Design), Foundry (Chip Fabrication), IDM (Chip Design & Fabrication), dan OSAT (Assembly & Test).

Hal ini menimbulkan gairah ekonomi baru dengan bermunculan banyak perusahaan-perusahaan start up semikonduktor di seluruh dunia.

Akan tetapi, karena masalah ketenagakerjaan, investor pabrik semikonduktor memilih pindah ke Malaysia pada 1985.

Sejak saat itu, manufaktur semikonduktor Indonesia kalah dengan Malaysia. Bahkan Indonesia menjadi pengimpor semikonduktor. Kehilangan pabrik semikonduktor pun menjadi kerugian bagi Indonesia.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU