Selular.id – Sony dikabarkan bakal menunda peluncuran konsol generasi berikutnya, PlayStation 6 (PS6), lebih lama dari perkiraan awal para pengamat dan penggemar industri gim.
Laporan terbaru mengindikasikan bahwa siklus hidup PlayStation 5 akan diperpanjang demi mematangkan teknologi perangkat keras yang semakin kompleks dan mahal.
Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa satu-satunya hal yang akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat bukanlah spesifikasi teknis, melainkan label harga yang harus dibayar konsumen.
Dinamika industri semikonduktor global menjadi faktor utama di balik potensi mundurnya jadwal rilis PlayStation 6.
Biaya produksi pada simpul proses manufaktur (chip node) terbaru kini mengalami kenaikan signifikan, sehingga Sony harus berhitung cermat agar tidak merugi saat perangkat dilepas ke pasar.
Berbeda dengan era sebelumnya di mana biaya per transistor menurun seiring kemajuan teknologi, tren saat ini menunjukkan bahwa memproduksi chip yang lebih bertenaga justru memakan biaya yang jauh lebih tinggi.
Langkah ini juga dipengaruhi oleh strategi Sony dalam memaksimalkan potensi PlayStation 5 Pro yang baru saja dipasarkan.
Perusahaan asal Jepang tersebut tampaknya ingin memberikan ruang napas lebih panjang bagi PS5 Pro untuk mendominasi pasar konsol kelas atas sebelum menghadirkan lompatan generasi berikutnya.
Penundaan ini secara tidak langsung memberikan waktu bagi para pengembang gim untuk benar-benar mengoptimalkan kemampuan konsol yang ada saat ini, mengingat banyak judul gim AAA yang masih terjebak pada pengembangan lintas generasi.
Hambatan utama dalam pengembangan PlayStation 6 terletak pada dilema biaya fabrikasi chip dari TSMC.
Jika Sony memaksakan peluncuran dalam waktu dekat, mereka dihadapkan pada dua pilihan sulit: menjual konsol dengan harga yang sangat tinggi atau menanggung kerugian besar di setiap unit yang terjual.
Analisis dari berbagai sumber industri menyebutkan bahwa harga konsol di masa depan kemungkinan besar tidak akan lagi berada di angka psikologis yang terjangkau bagi konsumen umum, mengingat inflasi biaya komponen elektronik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Selain masalah perangkat keras, Sony juga tengah fokus memperkuat ekosistem layanan digital dan integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam pengalaman bermain.
Teknologi upscaling berbasis AI, seperti PlayStation Spectral Super Resolution (PSSR), diproyeksikan menjadi tulang punggung performa visual di masa depan.
Pengembangan teknologi ini memerlukan riset mendalam agar PlayStation 6 nantinya mampu menghadirkan resolusi 8K atau frame rate yang lebih stabil tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ukuran fisik chip yang besar dan panas.
Melihat sejarah konsol Sony, PlayStation 4 memiliki masa jaya sekitar tujuh tahun sebelum PlayStation 5 hadir pada 2020. Jika mengikuti pola yang sama, PS6 seharusnya muncul pada 2027 atau 2028.
Namun, dengan kendala ekonomi global dan kompleksitas desain arsitektur chip 2nm atau di bawahnya, banyak analis meyakini tahun 2028 adalah target paling optimis, atau bahkan bisa bergeser lebih jauh.
Pergeseran ini memaksa Sony untuk tetap kompetitif melalui pembaruan perangkat lunak dan layanan berlangganan seperti PlayStation Plus.
Dampak dari penundaan ini tidak hanya dirasakan oleh Sony, tetapi juga para kompetitor seperti Microsoft dengan Xbox mereka. Seluruh industri kini berada di persimpangan jalan di mana inovasi teknologi terbentur oleh realitas ekonomi manufaktur.
Konsumen diharapkan mulai bersiap menghadapi era di mana konsol gim tidak lagi menjadi perangkat murah, melainkan investasi hiburan jangka panjang yang memerlukan anggaran lebih besar dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
Ketidakpastian jadwal rilis ini pada akhirnya akan mendorong pasar barang bekas dan layanan cloud gaming menjadi alternatif yang lebih menarik bagi sebagian pengguna. Hingga Sony memberikan pernyataan resmi terkait peta jalan perangkat keras mereka, PlayStation 5 akan tetap menjadi fokus utama pengembangan ekosistem gim global.
Pergerakan harga komponen di pasar internasional ke depan akan menjadi indikator kunci kapan tepatnya generasi PlayStation 6 benar-benar siap menyapa ruang keluarga para pemain di seluruh dunia.
Baca juga :Â Mengapa Penjualan Xbox Merosot, Saat Nintendo dan Sony PlayStation Panen Raya?




