Selular.id – Komisi Persaingan Usaha India (CCI) mengeluarkan peringatan terakhir kepada Apple atas keterlambatannya dalam menanggapi investigasi antimonopoli selama setahun terakhir.
Lembaga tersebut mengecam tindakan Apple yang berulang kali meminta perpanjangan waktu sehingga menghambat penyelesaian proses hukum.
Padahal, penyelidikan ini sudah berjalan selama beberapa tahun.
Penyelidikan ini bermula dari pengaduan yang diajukan oleh Match Group dan beberapa perusahaan rintisan lokal di India pada 2022.
Kemudian, pada 2024, tim penyidik menyimpulkan bahwa Apple telah menyalahgunakan posisinya di pasar toko aplikasi iOS secara tidak adil.
Untuk menyelesaikan kasus tersebut, Apple diwajibkan untuk menyerahkan keberatan resmi serta perincian data keuangan penting kepada pihak berwenang.
Namun, raksasa teknologi tersebut terus menunda prosesnya dengan berbagai alasan.
Baca juga:
- Apple Kehilangan Prioritas Chip TSMC, Saingan AI Ambil Pangsa Lebih Besar
- Apple iPhone Fold Bocor: Spesifikasi Utama Terungkap, Andalkan Layar Lipat & Touch ID
Masalah ini berlanjut setelah Apple merasa keberatan dengan potensi denda yang bisa mencapai 38 miliar dolar AS.
Apple sempat mencoba menangguhkan seluruh kasus ini di pengadilan India hingga aturan mengenai perhitungan denda.
Akan tetapi, permintaan tersebut ditolak oleh CCI.
Dalam perintah rahasianya, CCI menyatakan bahwa kelonggaran yang diberikan selama ini tidak dapat dilanjutkan tanpa batas waktu.
Mereka menegaskan bahwa tindakan Apple telah merusak prosedur hukum yang berlaku di negara tersebut.
Pihak otoritas memberikan tenggat waktu hingga minggu depan bagi Apple untuk memberikan tanggapan resmi yang diminta.
Jika Apple tetap bungkam, CCI mengancam akan melanjutkan proses hukum dan pengambilan keputusan secara sepihak.
Di sisi lain, Apple dikabarkan berniat menunggu jadwal persidangan dengan hakim pada 27 Januari 2026 sebelum mengambil keputusan lebih jauh.





