Selular.ID – OnePlus menegaskan bahwa perusahaan tidak menghentikan operasional bisnisnya di pasar global, sekaligus membantah rumor shutdown yang sempat beredar luas di komunitas teknologi dan media sosial.
Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh pihak OnePlus sebagai respons atas kekhawatiran publik terkait masa depan brand smartphone asal Tiongkok tersebut.
Rumor mengenai OnePlus disebut akan “tutup” pertama kali mencuat dari interpretasi keliru atas perubahan strategi internal dan restrukturisasi organisasi yang dilakukan perusahaan.
Sejumlah laporan luar negeri bahkan menyebut OnePlus akan melebur sepenuhnya ke Oppo dan kehilangan identitasnya sebagai brand independen. Isu ini kemudian berkembang liar, terutama di forum online dan platform diskusi teknologi.
Menanggapi hal tersebut, OnePlus secara tegas menyatakan bahwa kabar shutdown sama sekali tidak benar. Perusahaan memastikan tetap beroperasi, meluncurkan produk baru, serta melanjutkan pengembangan ekosistem perangkat dan software di berbagai pasar, termasuk Eropa dan Asia.
Klarifikasi Resmi OnePlus Soal Isu Shutdown
Dalam pernyataan resminya, OnePlus menyebut bahwa perusahaan tidak pernah memiliki rencana untuk menghentikan bisnis maupun menarik diri dari pasar smartphone. Klarifikasi ini juga menekankan bahwa OnePlus tetap berkomitmen menghadirkan inovasi, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
OnePlus menjelaskan bahwa perubahan struktur organisasi yang terjadi merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar perusahaan lebih efisien dan adaptif terhadap dinamika industri. Langkah tersebut mencakup integrasi sumber daya tertentu dengan Oppo, perusahaan induk dalam ekosistem BBK Electronics.
Namun, integrasi ini tidak berarti OnePlus kehilangan identitas. Brand, tim produk, serta arah pengembangan OnePlus disebut tetap berjalan secara mandiri. OnePlus juga memastikan bahwa lini produk seperti seri flagship, seri Nord, hingga perangkat wearable masih menjadi fokus utama.
Asal Mula Rumor: Restrukturisasi dan Integrasi Internal
Isu shutdown OnePlus berawal dari laporan yang menyebutkan adanya penggabungan sebagian tim OnePlus dengan Oppo, khususnya pada divisi riset dan pengembangan. Informasi ini kemudian ditafsirkan sebagai tanda bahwa OnePlus akan “dibubarkan” atau dilebur sepenuhnya.
Padahal, model integrasi semacam ini bukan hal baru di industri teknologi. Banyak perusahaan global melakukan konsolidasi internal untuk menekan biaya, mempercepat inovasi, dan menyatukan ekosistem produk. Dalam konteks OnePlus, langkah ini justru dimaksudkan untuk memperkuat daya saing, terutama di tengah persaingan ketat pasar smartphone global.
OnePlus menegaskan bahwa strategi tersebut bersifat operasional, bukan penutupan bisnis. Aktivitas pemasaran, penjualan, serta peluncuran produk tetap berjalan seperti biasa di berbagai wilayah.
Komitmen OnePlus terhadap Produk dan Pengguna
Sebagai bagian dari klarifikasi, OnePlus juga menyoroti roadmap produk yang masih aktif. Perusahaan menegaskan akan terus meluncurkan smartphone baru, pembaruan sistem operasi, serta memperluas portofolio perangkat pendukung.
Beberapa fokus utama OnePlus ke depan meliputi:
- Pengembangan smartphone flagship dengan performa tinggi dan fitur premium
- Ekspansi seri OnePlus Nord untuk segmen menengah
- Optimalisasi OxygenOS, sistem operasi khas OnePlus
- Penguatan ekosistem perangkat, termasuk earbuds dan wearable
OnePlus juga memastikan dukungan purna jual, pembaruan keamanan, dan update software tetap diberikan sesuai kebijakan yang berlaku. Hal ini menjadi poin penting untuk menjaga kepercayaan pengguna setia OnePlus di berbagai negara.
Posisi OnePlus di Industri Smartphone Global
Sejak berdiri pada 2013, OnePlus dikenal sebagai brand yang menyasar segmen enthusiast dengan pendekatan “flagship killer”. Dalam perjalanannya, OnePlus berkembang dari brand niche menjadi pemain global dengan kehadiran di berbagai pasar utama.
Meski belakangan menghadapi tantangan, termasuk perlambatan pasar smartphone dan persaingan ketat dari brand Tiongkok lain, OnePlus masih memiliki basis pengguna yang kuat. Integrasi dengan Oppo justru dinilai sebagai upaya memperkuat rantai pasok, riset teknologi kamera, dan efisiensi produksi.
OnePlus menegaskan bahwa strategi ini tidak mengubah visi awal perusahaan, yaitu menghadirkan perangkat berkualitas tinggi dengan pengalaman pengguna yang optimal.
Dampak Rumor terhadap Persepsi Publik
Rumor shutdown OnePlus sempat memicu kekhawatiran di kalangan pengguna, terutama terkait dukungan jangka panjang dan keberlanjutan ekosistem produk. Namun, klarifikasi resmi dari perusahaan diharapkan dapat meredam spekulasi dan mengembalikan kepercayaan publik.
Kasus ini juga menjadi contoh bagaimana informasi yang tidak lengkap dapat berkembang menjadi isu besar di era digital. OnePlus mengimbau pengguna untuk selalu merujuk pada pernyataan resmi perusahaan atau sumber tepercaya sebelum menarik kesimpulan.
Arah Strategi OnePlus ke Depan
Ke depan, OnePlus menyatakan akan terus beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah cepat. Fokus perusahaan tidak hanya pada spesifikasi hardware, tetapi juga pada pengalaman pengguna, integrasi software, dan nilai jangka panjang bagi konsumen.
Dengan klarifikasi ini, OnePlus berharap publik memahami bahwa perusahaan masih aktif, stabil, dan berkomitmen menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan. Tidak ada rencana shutdown, tidak ada penghentian produk, dan tidak ada penarikan dari pasar global.
Pernyataan resmi ini sekaligus menutup spekulasi yang berkembang, sekaligus menegaskan posisi OnePlus sebagai salah satu brand smartphone yang masih serius bersaing di industri teknologi global.
Baca Juga: CEO OnePlus Akan Ditangkap




