Selular.ID – PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan di lingkungan kerja melalui program Thrift & Give, yang diinisiasi dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-15 Nuon.
Program ini melibatkan partisipasi aktif karyawan dengan tujuan memberikan dampak sosial sekaligus lingkungan yang nyata.
Melalui Thrift & Give, Nuon mengajak karyawannya untuk menyumbangkan pakaian dan aksesoris layak pakai yang kemudian dijual kembali dalam kegiatan Bazaar Thrift. Seluruh rangkaian program ini berlangsung sepanjang Agustus 2025 dan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menanamkan nilai keberlanjutan sebagai praktik sehari-hari, bukan sekadar kampanye sesaat.
CEO Nuon Digital Indonesia, Aris Sudewo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal perusahaan dalam membangun budaya organisasi yang lebih peduli terhadap isu lingkungan dan sosial.
“Memasuki usia ke-15, Nuon ingin mengajak seluruh karyawan untuk berkontribusi melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh dari internal perusahaan dan menjadi budaya yang berkelanjutan,” ujar Aris dalam keterangan resminya.
Thrift & Give, Aksi Sederhana dengan Dampak Nyata
Program Thrift & Give dirancang sebagai sarana partisipatif yang mudah diikuti oleh seluruh karyawan Nuon. Konsepnya sederhana, yakni mengumpulkan pakaian dan aksesoris yang masih layak pakai untuk kemudian diputar kembali ke masyarakat melalui bazaar. Pendekatan ini tidak hanya mendorong pengelolaan barang secara lebih bijak, tetapi juga memperpanjang siklus hidup produk fesyen.
Hasilnya, program ini berhasil menghimpun 207 item pakaian dan aksesoris yang disumbangkan oleh karyawan internal yang dikenal sebagai Jagoan Nuon. Dari jumlah tersebut, 147 item berhasil terjual selama pelaksanaan Bazaar Thrift. Angka ini mencerminkan antusiasme karyawan sekaligus efektivitas konsep thrift sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Seluruh hasil penjualan dari Bazaar Thrift kemudian disalurkan kepada Yayasan Sahabat Anak, sebuah lembaga sosial yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan akses pendidikan bagi anak-anak marjinal di Indonesia. Dengan skema ini, Nuon memastikan bahwa manfaat program tidak hanya berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang terukur.
Kolaborasi Sosial untuk Barang yang Belum Terjual
Nuon juga memastikan tidak ada barang donasi yang terbuang sia-sia. Pakaian dan aksesoris yang belum terjual dalam Bazaar Thrift disalurkan kepada Clothes for Charity, organisasi yang bergerak di bidang pengelolaan pakaian bekas untuk kegiatan sosial.
Penyerahan simbolis dilakukan di Nuon Hall, sebagai bentuk transparansi sekaligus komitmen perusahaan bahwa seluruh barang hasil donasi tetap dimanfaatkan secara optimal. Langkah ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, di mana barang bekas tetap memiliki nilai guna dan tidak berakhir sebagai limbah.
Menurut Aris, pendekatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran jangka panjang di kalangan karyawan. “Melalui program ini, kami berharap Nuon tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konsumsi yang bijak dan pengelolaan barang bekas sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan,” tambahnya.
Komitmen ESG Sejalan dengan Nilai Telkom Group
Inisiatif Thrift & Give menegaskan komitmen Nuon dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi bagian dari strategi keberlanjutan Telkom Group. Sebagai anak usaha Telkom, Nuon secara konsisten menyelaraskan program internalnya dengan nilai keberlanjutan yang diusung induk perusahaan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan dan sosial, keterlibatan karyawan menjadi faktor penting dalam memastikan implementasi ESG berjalan efektif. Program seperti Thrift & Give dinilai relevan karena menyentuh aspek keseharian, sekaligus mendorong perubahan perilaku secara bertahap.
Nuon melihat bahwa transformasi digital dan pertumbuhan bisnis perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan ESG tidak hanya diwujudkan dalam kebijakan perusahaan, tetapi juga melalui aktivitas konkret yang melibatkan sumber daya manusia secara langsung.
Mendorong Budaya Berkelanjutan di Lingkungan Kerja Digital
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hiburan digital dan platform konten, Nuon berada di persimpangan antara inovasi teknologi dan tuntutan keberlanjutan. Program Thrift & Give menjadi contoh bagaimana perusahaan digital dapat mengambil peran aktif dalam isu lingkungan tanpa mengganggu fokus bisnis utama.
Ke depan, Nuon menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program serupa yang mendorong keterlibatan karyawan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya perusahaan sekaligus mendukung agenda keberlanjutan nasional.
Melalui momentum ulang tahun ke-15, Nuon memanfaatkan refleksi perjalanan bisnisnya untuk memperkuat nilai-nilai keberlanjutan. Inisiatif ini juga menjadi pengingat bahwa kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, selama dilakukan secara konsisten dan terukur.
Baca Juga: Telkomsel, Nuon, dan Bango Hadirkan PC Game Pass Terjangkau untuk Gamer Indonesia




