Selular.id – nubia resmi mengawali langkah strategisnya di tahun 2026 dengan mempertegas komitmen pada segmen mobile gaming melalui acara New Year Gathering yang digelar di Jakarta pada 29 Januari 2026.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh mitra industri, media, dan komunitas ini, nubia memaparkan visi besar bertajuk “Pro-Level Gaming Era”.
Fokus utama perusahaan bukan sekadar menjual perangkat keras berperforma tinggi, melainkan mengintegrasikan seluruh elemen ekosistem mulai dari esports, pengembang game, hingga penyedia layanan operator untuk mendukung kenyamanan para pemain di Indonesia.
Visi ini berangkat dari pergeseran kebutuhan pasar, di mana spesifikasi teknis di atas kertas tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kualitas pengalaman bermain.
Country Manager ZTE Indonesia Mobile Devices, Zhuang Yongke, menekankan bahwa pengalaman pro-level yang sesungguhnya lahir dari kombinasi antara strategi bermain yang matang dan pemahaman mendalam terhadap perilaku nyata para gamer saat bertanding .
nubia berupaya memposisikan diri sebagai jembatan yang menghubungkan inovasi produk dengan kebutuhan konkret di lapangan, memastikan setiap fitur yang hadir memiliki dampak langsung pada performa kompetitif pengguna.
Kepercayaan diri nubia dalam memimpin pasar gaming ini didukung oleh catatan performa bisnis yang signifikan sepanjang tahun sebelumnya.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa peluncuran seri REDMAGIC 11 Pro berhasil mencatatkan lonjakan penjualan hingga 628% pada hari pertama masa pre-order jika dibandingkan dengan seri pendahulunya.
Pertumbuhan eksponensial ini dipandang sebagai bukti bahwa konsumen di Indonesia semakin selektif dan cenderung memilih merek yang memiliki dedikasi khusus pada rekayasa performa dan inovasi teknologi yang relevan dengan dunia gaming.
Untuk mewujudkan ekosistem yang solid, nubia terus memperluas jaring kolaborasi dengan berbagai pemain kunci di industri. Di ranah kompetitif, nubia menggandeng Geek Fam untuk memperkuat penetrasi ke budaya esports profesional.
Dari sisi teknis perangkat lunak, kolaborasi dilakukan bersama pengembang game ternama seperti Garena demi memastikan optimalisasi perangkat berjalan selaras dengan kebutuhan mesin game di lapangan.
Sementara itu, untuk menjamin stabilitas konektivitas yang menjadi krusial dalam sesi bermain online, nubia juga bersinergi dengan operator seluler Smartfren dan AXIS.
Pendekatan ini tidak hanya menargetkan para atlet profesional, tetapi juga bertujuan menurunkan standar pengalaman kelas atas agar dapat dinikmati oleh khalayak gamer yang lebih luas.
nubia meyakini bahwa performa pro-level harus bersifat konsisten dan stabil tanpa gangguan meski digunakan dalam durasi yang panjang.
Oleh karena itu, filosofi desain produk mereka kini lebih menekankan pada solusi pendinginan canggih dan estetika industri yang bersih, seperti desain bodi datar tanpa tonjolan kamera untuk memaksimalkan kenyamanan genggaman saat bermain.
Menatap tantangan ke depan, nubia memberikan sinyal kuat mengenai kehadiran model smartphone gaming terbaru yang tengah dalam tahap persiapan.
Meski spesifikasi rincinya masih dirahasiakan, perangkat ini diklaim akan menjadi standar baru dalam hal desain dan fungsionalitas bagi gamer modern yang menuntut performa lebih dari sekadar standar pasar.
Langkah ini sekaligus menjadi babak baru bagi ZTE sebagai perusahaan induk untuk terus mempromosikan ekosistem cerdas berbasis AI dan konektivitas 5G di bawah filosofi “Better for All”.
Dengan arah yang semakin jelas di tahun 2026, nubia berencana untuk terus memperdalam interaksi dengan komunitas dan memperkuat kredibilitasnya sebagai merek yang benar-benar memahami dinamika industri gaming.
Upaya ini diprediksi akan semakin memanaskan persaingan pasar ponsel gaming di Indonesia, mengingat ekspektasi pengguna terhadap inovasi berkelanjutan dan dukungan layanan purnajual yang semakin tinggi di era digital yang kian kompetitif.
Baca juga :Â nubia V80 Max dan A76 5G Resmi Hadir, Harga Mulai Rp1 Jutaan



