Minggu, 11 Januari 2026
Selular.ID -

MacBook Pro Genap 20 Tahun, Evolusi Laptop Profesional Apple

BACA JUGA

Selular.id – MacBook Pro resmi memasuki usia 20 tahun pada Januari 2026, menandai dua dekade perjalanan salah satu lini laptop profesional paling berpengaruh dalam industri teknologi.

Produk ini pertama kali diperkenalkan Apple pada Januari 2006, saat perusahaan masih berada di era transisi besar dari prosesor PowerPC ke Intel, dan sejak itu menjadi tulang punggung Apple untuk segmen profesional, kreator, hingga pengembang.

Saat debutnya dua dekade lalu, MacBook Pro hadir sebagai penerus PowerBook G4. Apple memperkenalkannya bersamaan dengan perubahan arsitektur prosesor ke Intel Core Duo, sebuah langkah strategis yang kala itu dianggap berani.

MacBook Pro generasi pertama membawa peningkatan performa signifikan, desain aluminium yang lebih kokoh, serta layar widescreen yang langsung membedakannya dari laptop Apple generasi sebelumnya.

Seiring waktu, MacBook Pro berkembang tidak hanya sebagai perangkat kerja, tetapi juga simbol arah teknologi Apple.

Pada 2008, Apple memperkenalkan desain unibody aluminium, yang membuat bodi laptop lebih tipis, kuat, dan presisi.

Desain ini kemudian menjadi standar industri dan ditiru banyak produsen laptop lain. Di periode yang sama, MacBook Pro juga mulai dikenal luas di kalangan fotografer, editor video, dan musisi karena stabilitas macOS serta dukungan perangkat lunak kreatif.

Tonggak penting berikutnya datang pada 2012, ketika Apple memperkenalkan MacBook Pro dengan layar Retina.

Resolusi tinggi ini mengubah cara profesional memandang kualitas layar laptop, terutama untuk pekerjaan visual yang menuntut akurasi detail.

Layar Retina kemudian menjadi identitas kuat MacBook Pro dan mendorong standar resolusi laptop premium di seluruh industri.

Namun perjalanan MacBook Pro tidak selalu mulus. Pada 2016, Apple merombak desain MacBook Pro dengan bodi lebih tipis, port USB-C penuh, dan kehadiran Touch Bar.

Langkah ini menuai respons beragam. Di satu sisi, Apple mendorong visi laptop yang lebih minimalis dan modern. Di sisi lain, banyak pengguna profesional mengkritik keterbatasan port, keyboard butterfly yang bermasalah, serta kegunaan Touch Bar yang dinilai belum optimal.

Respons Apple terhadap kritik tersebut terlihat jelas pada generasi 2019 dan 2021. Apple mengembalikan keyboard mekanisme scissor yang lebih andal, menghadirkan kembali port penting seperti HDMI dan slot kartu SD, serta mempertahankan fokus pada performa tinggi.

Pada periode ini pula Apple memasuki fase paling menentukan dalam sejarah MacBook Pro, yakni transisi ke Apple Silicon.

Peluncuran MacBook Pro berbasis chip M1 Pro dan M1 Max pada 2021 menjadi titik balik besar. Apple tidak lagi bergantung pada Intel, melainkan menggunakan prosesor rancangan sendiri berbasis ARM.

Hasilnya adalah lonjakan performa yang signifikan dengan efisiensi daya yang jauh lebih baik. MacBook Pro generasi ini menawarkan kinerja tinggi untuk komputasi berat, namun tetap hemat baterai dan senyap, sesuatu yang sebelumnya sulit dicapai di laptop profesional.

Dalam beberapa tahun berikutnya, Apple terus menyempurnakan MacBook Pro melalui chip M2, M3, hingga generasi terbaru yang saat ini beredar. Fokusnya konsisten: performa berkelanjutan, efisiensi energi, dan integrasi erat antara perangkat keras dan perangkat lunak.

MacBook Pro kini tidak hanya digunakan oleh kreator, tetapi juga oleh peneliti, pengembang kecerdasan buatan, dan profesional lintas industri.

Memasuki usia 20 tahun, MacBook Pro berada di posisi unik. Ia bukan sekadar produk lama yang bertahan, tetapi lini perangkat yang terus berevolusi mengikuti perubahan kebutuhan profesional.

Dari era Intel hingga Apple Silicon, dari desain tebal ke bodi ramping, MacBook Pro mencerminkan bagaimana Apple merespons dinamika teknologi dan pasar.

Ke depan, berbagai laporan industri menyebut Apple masih akan melanjutkan pengembangan MacBook Pro dengan fokus pada peningkatan performa chip, efisiensi termal, dan optimalisasi untuk beban kerja berbasis kecerdasan buatan.

Meski desain luarnya relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir, sejarah menunjukkan bahwa Apple kerap melakukan perubahan besar pada momen yang dianggap tepat.

Dua dekade setelah pertama kali diperkenalkan, MacBook Pro tetap menjadi pilar penting dalam portofolio Apple.

Perjalanannya menggambarkan bagaimana sebuah laptop dapat berevolusi dari alat kerja konvensional menjadi platform komputasi profesional yang mendefinisikan standar baru di industri, sekaligus mencerminkan strategi jangka panjang Apple dalam mengendalikan penuh pengalaman pengguna melalui inovasi berkelanjutan.

Baca juga : Apple Uji Coba MacBook Murah dengan Chip iPhone

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU