Selular.id – Kenaikan trafik layanan data selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 tercatat lebih rendah dari proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Jika sebelumnya Komdigi memperkirakan lonjakan trafik dapat mencapai 30%, realisasi di lapangan menunjukkan peningkatan yang lebih moderat.
PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat kenaikan trafik sekitar 13%, sementara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sekitar 12% dibandingkan dengan hari biasa.
Pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala menilai faktor non-teknis turut berkontribusi signifikan terhadap lebih rendahnya realisasi trafik dibandingkan proyeksi awal.
Dia menyoroti dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah selama periode Nataru, yang menyebabkan gangguan hingga kerusakan infrastruktur telekomunikasi.
“Banyak infrastruktur yang tumbang, walaupun bisa diatasi tapi ya sudah terjadi ya masih repot gitu,” kata Kamilov, Selasa (6/1/2026).
Menurut Kamilov, meskipun operator telekomunikasi telah menyiapkan jaringan untuk menghadapi lonjakan trafik selama musim liburan, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan sesuai ekspektasi akibat bencana alam yang meluas.
Dia menjelaskan, bencana di berbagai wilayah, khususnya di Sumatera dan Aceh, menyebabkan kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang membutuhkan waktu untuk diperbaiki.
Kondisi tersebut berdampak pada penurunan trafik data di sejumlah lokasi, meskipun tidak seluruh wilayah terdampak memiliki laporan yang lengkap.
Baca juga:
- Trafik Data Ramadan dan Lebaran 2025, XL Axiata: TikTok Naik, Netflix Turun
- Cara Aman Membuang Smartphone Lama dan Melindungi Data
Kamilov menambahkan pada dasarnya seluruh operator telah siap menghadapi lonjakan trafik selama periode Natal dan Tahun Baru.
Namun, bencana yang terjadi di beberapa provinsi bahkan secara luas di Indonesia membuat kenaikan trafik tidak merata.
Banyak titik yang sebelumnya diproyeksikan mengalami peningkatan justru tidak mencatat lonjakan sesuai harapan.
Wilayah Jawa yang biasanya menjadi kontributor utama trafik data juga terdampak kondisi cuaca ekstrem.
“Kalau di Jawa kan selain juga ada banjir, juga ada angin ribut dan segala macam. Itu salah satu penyebab trafik itu jadi tidak meningkat,” ujarnya.
Selain faktor bencana, Kamilov juga menilai tren penggunaan layanan digital selama libur Nataru mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, masyarakat kini lebih banyak mengakses layanan berbasis gim, media sosial, dan layanan streaming video.
“Kalau lihat dari sisi tren lanjutan trafik, ada perubahan ya dari libur natal dan tahun baru. Memang saya lihat dari perkembangannya ada masyarakat itu lebih cenderung fokus ke game ya, dan berikutnya media sosial dan streaming video,” ungkapnya.
Perbedaan Karakteristik
Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Joseph Matheus Edward, menilai secara umum karakteristik trafik selama periode Nataru relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini trafik operator seluler didominasi data atau internet periode natal dan tahun baru hampir sama dengan tahun lalu, hanya sekarang menggunakan layanan OTT,” katanya.
Ian menjelaskan pengalaman operator seluler dalam menghadapi lonjakan trafik tahunan membuat kualitas layanan tetap terjaga, baik dari sisi jaringan maupun pengalaman pengguna.
Dia juga menyoroti adanya pengalihan trafik yang mengikuti pergerakan pengguna serta meningkatnya kebutuhan layanan digital yang menuntut kapasitas bandwidth besar, stabilitas tinggi, dan latensi rendah.
“Tentu pengalihan trafik sesuai dengan pergerakan pengguna dan layanan yg memerlukan bandwidth yang semakin besar dan stabil, latency/delay yang rendah dan content yang mendekati pelanggan,” katanya.





