Selular.ID – Sejak kali pertama merambah pasar Indonesia pada 1989, Asus telah menorehkan prestasi luar biasa.
Perusahaan teknologi asal Taiwan itu, mampu mengukuhkan diri sebagai merek PC nomor satu di Indonesia, untuk dua katagori, consumer dan gaming.
Keberhasilan memuncaki pasar domestik, merupakan buah dari konsistensi strategi yang selama ini diusung. Sebagai merek global, Asus terus berinovasi, menawarkan solusi dari perangkat entry-level hingga high-end, menjadikan mereka salah satu produsen PC terbesar di dunia.
Selama lebih dari tiga dekade hadir di Indonesia, Asus berhasil menjangkau berbagai segmen, dari pelajar (VivoBook), profesional (ExpertBook), hingga gamer (ROG, TUF) menawarkan performa dan fitur beragam yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Sejalan dengan program pemenuhan TKDN hingga 40% oleh pemerintah, Asus sejak lama juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan EMS (Electronic Manufacturing Services) terbesar di Indonesia, Satnusa Persada yang berbasis di Batam.
Upaya perakitan produk dengan mitra lokalnya itu, merupakan dukungan Asus terhadap program pemerintah sekaligus semakin memperkuat posisi Asus di pasar domestik.
Tak dapat dipungkiri, dengan variasi produk yang terus berkembang menjadikan Asus merek yang identik dengan kualitas dan performa terbaik di mata konsumen Indonesia.
Namun keberhasilan memuncaki pasar gaming dan consumer, sepertinya tidak lengkap bagi Asus. Pasalnya, perusahaan yang berbasis di Taipe itu, masih merupakan merek challenger di katagori enterprise.
Di segmen yang menyasar bisnis, UMKM, dan government itu, Asus tertinggal di bawah dua pesaing terdekatnya, Lenovo dan Dell.
Sejatinya, pencapaian Asus di segmen commercial sudah terbilang cukup baik. Pasalnya, Asus kini sudah berada di peringkat tiga mengungguli merek PC asal AS yang sudah kelotokan di Indonesia, HP.
Berdasarkan data internal perusahaan, Asus mencatat pertumbuhan pangsa pasar dari 5% pada 2024 menjadi 11% pada 2025. Sementara target untuk 2026 adalah 18%.
Lonjakan pertumbuhan yang diraih Asus tak lepas dari pendekatan perusahaan yang semakin fokus pada kebutuhan end user di berbagai sektor.
Berdasarkan pemetaan internal, pengguna commercial PC saat ini bukan lagi didominasi oleh sektor korporasi besar, tetapi juga UMKM, pelaku ritel, professional independen seperti akuntan dan pengacara, hingga conten creator.
Meski telah menggamit posisi tiga, namun Asus tak berpuas diri. Perusahaan berambisi menjadi merek nomor satu di Indonesia di pasar komersial, yang saat ini masih dikuasai Lenovo dan Dell.
Seperti diungkapkan oleh Country Commercial Product Marketing Asus Indonesia Aldy Ramadiansyah, Asus tak ingin terus berada di bawah bayang-bayang dua pesaing terdekatnya itu.
Baca Juga:
- Asus ROG Rilis Inovasi Terbaru di CES 2026
- Produk ASUS Diprediksi Naik Harga Mulai Januari 2026, Termasuk Konsol ROG

“Kami ingin menjadi merek nomor satu di Indonesia dalam tiga tahun ke depan,” kata Aldi dalam acara media meeting Asus Commercial, Selasa (30/12/2025).
Aldi menyebutkan bahwa target tersebut mencakup keseluruhan ekosistem produk bisnis, mulai dari laptop, desktop, hingga all-in-one PC.
Guna mencapai target tersebut, pihaknya mengusung strategi produk yang berbeda dengan segmen konsumen yang dinamis pada 2026.
Asus nantinya akan fokus pada industri sektor Jasa Keuangan (FSI), Manufaktur, dan Pemerintahan. Adapun, produk dibagi menjadi ExpertBook P Series untuk UMKM, Seri B untuk enterprise dengan karyawan di atas 300 orang, dan Seri G khusus pemerintahan.
Pihaknya juga akan fokus pada efisiensi dan optimalisasi, di mana peluncuran besar pada 2026 hanya akan dilakukan untuk satu model flagship utama.
Model-model lainnya hanya akan mendapatkan penyegaran dari sisi spesifikasi internal, seperti prosesor. Kebijakan ini diambil mengingat masa pakai produk komersial cenderung lebih panjang dibandingkan produk konsumen. Peluncuran produk flagship tersebut dijadwalkan pada kuartal kedua 2026.
Aldi menyebutkan bahwa beragam nilai tambah akan ditawarkan kepada konsumen. Tidak hanya keamanan data dan kualitas produk yang melebihi pesaing, namun juga ketahanan batere.
“Khusus batere, masa garansi akan diberikan sama dengan garansi produk itu sendiri. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir”, ujar Aldi.
Ditambahkan oleh Muhamad Firman, Head of PR Asus Indonesia, dalam membeli produk PC, laptop dan perangkat IT lainnya, pihaknya mendorong agar konsumen tidak hanya berpatokan spesikasi dan harga, namun juga kualitas keseluruhan.
Menurut Firman, Asus sangat memperhatikan detail-detail produk. Bahkan semua port dan engsel pada laptop Asus, diberikan reinforcement tambahan.
Firman menyebutkan dari sisi spesifikasi dan komponen mungkin bisa sama dengan produk-produk lain.
Lihat Juga:
View this post on Instagram
“Namun apa yang membuat Asus ExpertBook berbeda dengan produk kompetitor adalah kita memberikan daya tahan atau durability lebih dengan menambahkan sekrup di sana, dengan membuat menambahkan sasis atau rangka yang lebih kokoh dan ini tidak terlihat dari tabel spesifikasi yang biasanya end user lihat di internet”, ujarnya.
Firman menambahkan, sebelum membeli end user biasanya melihat spesifikasi, harga, komponen dan layarnya, tetapi fitur-fitur lain secara detail biasanya tidak terperhatikan.
“Itu sebabnya kita ingin mengedukasi bahwa Asus Expertbook tidak Cuma menawarkan spesifikasi dan harga, tetapi banyak detail yang kita berikan lebih dibandingkan dengan produk kompetitor”, pungkas Firman.
Hingga saat ini Asus Commercial telah merambah ke berbagai bidang bisnis di Indonesia. Mulai dari manufaktur, FMCG, finansial, distribusi dan logistik, hingga sektor pendidikan.
Penggunaan di berbagai sektor tersebut menunjukkan, perangkat yang ditawarkan Asus telah diterima dengan baik. Sehingga menjadi modal berharga untuk merebut posisi nomor satu pada 2029 mendatang.





