Selular.id – Perusahaan intelijen pasar global International Data Corporation (IDC) memprediksi lonjakan harga smartphone tahun ini akibat kekurangan Random Access Memory (RAM) dan cip yang disebabkan oleh booming Artificial Intelligence (AI).
IDC dan Counterpoint melaporkan pasokan RAM bergeser dari ponsel untuk mendukung AI.
RAM yang digunakan untuk menyimpan data di perangkat seperti komputer dan telepon kini diperuntukkan untuk mendukung pusat data AI.
Seperti ponsel pintar yang kita miliki yang akan berjalan lebih cepat dengan dukungan banyak memori.
Begitu juga dengan pusat data AI, seiring dengan banyak perusahaan yang bergantung pada AI, kebutuhan akan daya pemrosesan yang lebih tinggi semakin meningkat, menyebabkan peningkatan penggunaan RAM.
IDC memperkirakan pertumbuhan pasokan DRAM (Dynamic Random Access Memory) akan berada di bawah rata-rata historis pada tahun 2026, yakni sekitar 16% year on year.
Baca juga:
- Harga Merek 4 Laptop Ini Bakal Naik Mulai Januari 2026
- 10 HP RAM 8 GB Termurah, Harga Mulai Rp1,4 Juta
Kondisi ini berarti produsen smartphone seperti Apple, Google, dan Samsung akan kesulitan mendapatkan RAM dengan harga terjangkau.
Akibatnya, biaya produksi mereka naik, yang kemungkinan akan berdampak pada harga jual ke konsumen.
Presentase Kenaikan
Direktur riset senior IDC, Nabila Popal menyatakan kelangkaan memori akan memukul pasar dan membuat vendor tidak punya pilihan.
“Kelangkaan memori yang akan datang sangat memukul pasar, dan vendor hampir tidak punya pilihan selain membebankan kenaikan biaya kepada konsumen,” mengutip Business Insider, Senin (5/1/2026).
Perusahaan analisis pasar Counterpoint juga memproyeksikan tahun yang lebih lambat bagi semua produsen ponsel.
Mereka memperkirakan pengiriman smartphone global turun 2,1% pada 2026.
Harga memori diprediksi bisa naik hingga 40% pada kuartal kedua 2026, mengingat memori perangkat biasanya menyumbang 10–20% dari total biaya material.
Menurut analis senior Counterpoint, Yang Wang, produsen besar dengan portofolio produk luas, seperti Apple dan Samsung, berada di posisi lebih aman.
Sebaliknya, pasar smartphone kelas bawah kemungkinan akan paling terdampak.
“Apple dan Samsung berada di posisi terbaik untuk melewati beberapa kuartal mendatang. Namun, perusahaan lain dengan margin tipis akan lebih sulit mengelola pasar mereka,” kata Wang.
Meskipun begitu, Counterpoint memperkirakan harga jual rata-rata smartphone akan naik 6,9%.
Contohnya, bagi yang ingin membeli model dasar iPhone 17 Max, harganya bisa naik menjadi sekitar US$1.281 atau sekitar Rp19,7 juta dibandingkan harga US$1.199 atau sekitar Rp 18,4 juta yang diumumkan pada 2025.





