Sunday, 25 January 2026
Selular.ID -

Keputusan Nvidia dan AMD Setia pada TSMC Jadi Taruhan Bisnis Terbesar

BACA JUGA

Selular.id – Raksasa semikonduktor dunia, Nvidia dan AMD, dilaporkan tetap mempercayakan produksi cip mutakhir mereka kepada TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) sebagai langkah strategis untuk mengamankan dominasi pasar teknologi global di tengah ketatnya persaingan industri.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas bisnis biasa, melainkan sebuah taruhan besar yang menentukan peta kekuatan pemrosesan data, mulai dari kartu grafis konsol gim hingga infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sedang naik daun.

Dinamika ini mencuat setelah munculnya laporan yang menyoroti bagaimana ketergantungan kedua perusahaan tersebut pada pabrikan asal Taiwan itu telah membuahkan hasil yang signifikan bagi pertumbuhan nilai perusahaan.

Meskipun ada beberapa opsi pabrikan lain seperti Samsung Foundry atau Intel, Nvidia dan AMD tetap memilih jalur yang dianggap paling stabil dan memiliki catatan efisiensi produksi yang tinggi guna memenuhi permintaan pasar yang meledak.

Kepercayaan ini bermuara pada kemampuan TSMC dalam mengembangkan proses fabrikasi atau teknologi pembuatan cip dengan ukuran transistor yang semakin mengecil, seperti node 5nm dan 3nm.

Teknologi ini memungkinkan cip bekerja lebih cepat namun tetap hemat energi, sebuah faktor krusial yang dicari oleh konsumen di era digital saat ini. Sejarah mencatat bahwa kegagalan dalam memilih mitra manufaktur sering kali berujung pada penundaan peluncuran produk yang merugikan perusahaan miliaran dolar.

Hubungan erat antara Nvidia dan TSMC sebenarnya telah terjalin selama puluhan tahun. Nvidia, yang kini menjadi pemain kunci dalam pengembangan pusat data untuk AI, sangat membutuhkan pasokan GPU (Graphics Processing Unit) dalam jumlah besar.

Kebutuhan akan GPU ini melonjak tajam karena komponen tersebut menjadi otak utama bagi pelatihan model bahasa besar yang digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Tanpa jaminan kapasitas produksi dari TSMC, Nvidia diprediksi akan kesulitan memenuhi pesanan yang terus menumpuk dari para pelanggan kelas kakap.

Di sisi lain, AMD juga mengambil langkah serupa dengan mengalihkan sebagian besar beban produksinya ke TSMC beberapa tahun lalu. Keputusan strategis ini terbukti berhasil membawa AMD bangkit melalui jajaran prosesor Ryzen dan kartu grafis Radeon yang mampu bersaing ketat dengan kompetitor utamanya.

Efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi TSMC memberikan ruang bagi AMD untuk menawarkan performa yang kompetitif dengan harga yang lebih rasional di mata konsumen.

Tren ini menunjukkan bahwa di balik layar industri gadget yang kita nikmati sehari-hari, terdapat perang strategi mengenai siapa yang memiliki akses tercepat ke teknologi manufaktur tercanggih.

TSMC saat ini memegang kendali atas lebih dari separuh pasar pengecoran semikonduktor dunia. Dominasi ini memberikan mereka daya tawar yang sangat kuat, namun juga menempatkan beban besar untuk terus berinovasi demi menjaga kepuasan klien-klien besar seperti Nvidia dan AMD.

Tantangan ke depan bagi kedua perusahaan ini bukan hanya soal performa teknis, melainkan juga risiko geopolitik. Mengingat sebagian besar fasilitas produksi utama TSMC berada di Taiwan, Nvidia dan AMD mulai melirik rencana diversifikasi lokasi produksi.

TSMC sendiri telah mulai membangun fasilitas baru di Amerika Serikat dan Jepang sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko global. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rantai pasok semikonduktor tetap berjalan meskipun terjadi gangguan di satu wilayah tertentu.

Investasi besar yang digelontorkan Nvidia dan AMD untuk memesan kapasitas produksi di TSMC mencerminkan keyakinan mereka terhadap masa depan industri.

Mereka tidak lagi hanya menjual perangkat keras, melainkan menjual solusi masa depan yang membutuhkan efisiensi daya maksimal.

Node 3nm yang kini mulai diadopsi secara luas diharapkan menjadi standar baru bagi perangkat flagship di masa mendatang, mulai dari laptop berperforma tinggi hingga peladen pusat data yang mengelola jutaan informasi setiap detiknya.

Seiring berjalannya waktu, persaingan di dunia manufaktur cip mungkin akan sedikit bergeser dengan upaya Intel yang mulai membuka jasa pabrikasi bagi pihak ketiga.

Namun, hingga saat ini, Nvidia dan AMD tampaknya belum goyah untuk tetap berada di ekosistem TSMC. Konsistensi dalam menjaga kualitas produksi menjadi alasan utama mengapa kemitraan ini sulit untuk diputus dalam waktu dekat.

Dampak dari taruhan besar ini akan terlihat pada kestabilan harga komponen elektronik di tingkat konsumen. Jika proses produksi berjalan lancar tanpa kendala pasokan, maka ketersediaan barang di pasar akan lebih terjamin.

Sebaliknya, ketergantungan pada satu produsen utama memang mengandung risiko tersendiri yang harus terus dipantau oleh para pelaku industri dan pengamat kebijakan ekonomi global secara berkala.

Baca juga : Apple Kehilangan Prioritas Chip TSMC, Saingan AI Ambil Pangsa Lebih Besar

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU