Selular.id – Prediksi soal harga smartphone yang bakal naik di tahun 2026 mulai terjadi.
Xiaomi Indonesia terpantau merevisi harga jual Xiaomi 15T dan 15T Pro di pasaran, kenaikannya pun terbilang lumayan. Jadi berapa?
Berdasarkan pantauan Selular di situs resmi Xiaomi Indonesia maupun gerai rekanan seperti Erafone per hari ini, Selasa (6/1/2025), kenaikan harganya bervariasi mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Lonjakan harga paling terasa ada pada varian terendah, yakni Xiaomi 15T 12/256 GB.
Saat pertama kali meluncur pada 30 September 2025 lalu, ponsel ini dibanderol Rp6.499.000. Namun kini, harga Xiaomi 15T varian tersebut naik menjadi Rp7.499.000.
Sementara untuk Xiaomi 15T versi 12/512 GB, semula harganya Rp7.499.000, kini naik Rp500 ribu menjadi Rp7.999.000.
Baca juga:
- Xiaomi Rilis Laporan Bug HyperOS Terbaru, Ini Masalah yang Diperbaiki
- Xiaomi MIX 5 Bocor, Bakal Hadirkan Teknologi Wajah 3D Bawah Layar?
Begitu pula dengan Xiaomi 15T Pro untuk varian 12/512 GB yang naik dari Rp9.999.000 menjadi Rp10.499.000.
Sementara Xiaomi 15T Pro varian tertinggi 12 GB/1 TB yang terpantau di situs Erafone, kini dibanderol Rp11.499.000 dari harga awal Rp10.999.000.
Alasan Kenaikan Harga
Perubahan harga yang terjadi hanya tiga bulan pasca peluncuran ini tentu menimbulkan pertanyaan.
Sementara itu, Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjelaskan bahwa penyesuaian ini tak lepas dari faktor eksternal yang menekan biaya operasional.
“Penetapan harga produk kami dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang, ketentuan pajak dan regulasi, biaya logistik dan distribusi, serta kondisi operasional di setiap pasar,” jelas Wentao.
Menurutnya, Xiaomi melakukan peninjauan harga secara berkala untuk memastikan harga jual tetap mencerminkan kondisi ekonomi saat ini.
Langkah ini diambil agar perusahaan tetap bisa menjaga kualitas produk dan inovasi berkelanjutan.
Meski demikian, Wentao menekankan bahwa setiap keputusan perubahan harga sudah melalui pertimbangan matang dengan melihat kondisi pasar dan kompetisi, demi tetap menjaga keseimbangan antara performa dan harga yang ditawarkan ke konsumen.
“Setiap penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap dinamika pasar lokal, ekspektasi konsumen, dan peta persaingan, demi memastikan produk kami tetap menawarkan keseimbangan yang optimal antara performa, kualitas, dan keterjangkauan,” pungkas Wentao.





