Thursday, 29 January 2026
Selular.ID -

Kelangkaan RAM Global Diprediksi Berlanjut Sampai Akhir 2027

BACA JUGA

Selular.ID – Kelangkaan RAM global yang kini memengaruhi pasokan komponen elektronik, termasuk smartphone dan SSD, diperkirakan tidak akan berakhir hingga akhir 2027, menurut laporan industri semikonduktor terbaru.

Situasi ini, yang sering disebut “RAMpocalypse”, mencerminkan ketidakseimbangan tajam antara permintaan dan pasokan chip memori seperti DRAM dan NAND, yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga gadget di pasar Indonesia maupun global.

Produsen chip global kini tengah berlomba memperluas kapasitas produksi untuk menjawab lonjakan permintaan yang dipicu terutama oleh kebutuhan data center dan sistem kecerdasan buatan (AI).

Micron Technologies, salah satu pemain besar di sektor memori, mengumumkan rencana investasi besar-besaran untuk pembangunan fasilitas produksi di Singapura senilai sekitar USD 24 miliar (sekitar Rp 360 triliun).

Namun, fasilitas itu baru diperkirakan mulai produksi wafer pada paruh kedua 2028, sehingga tidak membantu meredakan kelangkaan dalam jangka pendek.

Menurut analis industri, meskipun Samsung dan SK Hynix mempercepat pembangunan pabrik baru, pertumbuhan kapasitas produksi masih tertinggal dibanding permintaan global yang terus meningkat.

Sampai kapasitas baru itu benar-benar beroperasi optimal, harga RAM tetap berpotensi tinggi dan pasokan terbatas.

RAMpocalypse
RAMpocalypse merupakan istilah yang muncul untuk menggambarkan krisis memori yang terjadi akibat pergeseran fokus industri chip global.

Ketika permintaan untuk memori berkinerja tinggi di pusat data dan AI melejit, beberapa pabrikan memprioritaskan produksi jenis memori ini dibanding DRAM yang digunakan pada smartphone dan PC konsumen.

Laporan pasar menunjukkan bahwa harga DRAM sempat meroket hingga lebih dari 170% dalam satu tahun terakhir pada kuartal tertentu di 2025, dan biaya komponen smartphone secara spesifik meningkat hingga 25% pada akhir tahun tersebut.

Tren kenaikan harga diperkirakan masih berlanjut memasuki 2026

Upaya Produsen Chip Mengatasi Krisis
Dalam menghadapi lonjakan permintaan memori, sejumlah produsen besar melakukan langkah strategis:

• Micron Technologies membangun fasilitas produksi memori besar di Singapura dengan target produksi wafer akhir 2028.

• SK Hynix mempercepat pembukaan pabrik di Yongin, Korea Selatan, bahkan beberapa fasilitas disebut dimulai lebih cepat dari rencana semula.

Meski demikian, waktu yang dibutuhkan untuk membangun dan mengoptimalkan fasilitas manufaktur chip cukup panjang—dapat memakan waktu beberapa tahun dari konstruksi hingga produksi massal.

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan masih akan berlanjut dalam jangka menengah sebelum kapasitas tambahan dapat menyerap kebutuhan global secara signifikan.

Potensi Dampak pada Industri Gadget dan Konsumen
Kelangkaan RAM dan komponen memori lainnya diperkirakan akan memiliki dampak luas terhadap industri gadget, termasuk:

• Harga smartphone dan laptop berpotensi meningkat akibat tingginya biaya komponen. Pabrikan mungkin memilih meneruskan biaya tambahan ini ke konsumen.

• Penjualan perangkat di segmen harga menengah dan bawah bisa mengalami tekanan karena kenaikan harga yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

• Permintaan untuk SSD berkapasitas tinggi juga bisa mempercepat kenaikan harga perangkat penyimpanan, yang berimbas pada harga laptop dan sistem enterprise.

Analis industri bahkan memperingatkan kemungkinan “SSD apocalypse”, istilah yang berkembang dari kekhawatiran bahwa pasokan NAND flash yang digunakan dalam SSD juga mengalami tekanan serupa akibat fokus produksi pada kebutuhan AI dan data center.

Pengguna Smartphone Indonesia
Bagi pengguna dan penggemar gadget di Indonesia, kondisi ini membawa beberapa implikasi praktis:

Waktu terbaik membeli perangkat mungkin mundur ke tahun sebelum kelangkaan memuncak, karena harga pada 2026–2027 diprediksi masih tinggi.

Konsumen perlu mempertimbangkan peningkatan kapasitas memori internal atau RAM saat membeli perangkat baru untuk jangka panjang.

Perlu dicatat bahwa pasokan komponen global selalu bergantung pada kemampuan pabrikan meningkatkan kapasitas secara efektif.

Meskipun fokus investasi besar sudah dilakukan, kelangkaan RAM global diperkirakan baru mereda secara bertahap menjelang akhir 2027 atau bahkan lebih lambat, jika permintaan tetap kuat sementara pertumbuhan produksi belum optimal.

Krisis memori yang dikenal sebagai RAMpocalypse mencerminkan tekanan struktural di industri semikonduktor global.

Permintaan komponen berkinerja tinggi seperti DRAM dan NAND flash tetap kuat seiring berkembangnya AI dan layanan data intensif.

Sementara kapasitas produksi baru membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beroperasi penuh.

Baca Juga:Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik dengan Spesifikasi Seimbang: RAM Besar, Chipset Gahar

Dampaknya akan terasa pada harga gadget, termasuk smartphone dan SSD, hingga setidaknya akhir 2027.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU