Saturday, 24 January 2026
Selular.ID -

Jeff Bezos Menantang Elon Musk Dalam Persaingan Satelit dengan TeraWave dan Amazon Leo

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID –Jeff Bezos dan Elon Musk adalah dua miliarder teknologi yang saling bersaing. Sejak lama, terlibat dalam perlombaan ruang angkasa (Amazon Leo vs SpaceX/Starlink), pergeseran posisi kekayaan, dan usaha yang bersaing di bidang AI, e-commerce (Amazon vs. X/xAI), dan kendaraan listrik (Tesla).

Musk sering dianggap lebih berani mengambil risiko dan inovatif di bidang ruang angkasa, sementara Bezos fokus pada ekspansi yang metodis, meskipun keduanya bertujuan untuk mendominasi ekonomi ruang angkasa di masa depan.

Kini rivalitas antara dua taipan, di industri satelit semakin tajam. Lewat TeraWave, Bezos tak ingin Musk terus melaju tanpa pesaing berarti.

Blue Origin yang didukung Jeff Bezos mengungkapkan rencana untuk mengerahkan 5.408 satelit untuk jaringan baru guna menyediakan konektivitas ke pusat data, pemerintah, dan perusahaan dalam upaya untuk bersaing dengan raksasa satelit SpaceX milik Elon Musk.

Perusahaan tersebut menyatakan bahwa jaringan komunikasi satelit TeraWave dirancang untuk memberikan kecepatan data simetris hingga 6 Tb/s di mana pun di Bumi.

Arsitektur TeraWave terdiri dari 5.408 satelit yang saling terhubung secara optik di orbit Bumi rendah (LEO) dan orbit Bumi menengah (MEO).

Arsitektur multi-orbit menyediakan tautan dengan throughput ultra-tinggi, memungkinkan konektivitas multi-gigabit bagi pengguna di daerah terpencil, pedesaan, dan pinggiran kota di mana fiber optik mahal atau tidak praktis.

Pelanggan global dapat mengakses kecepatan hingga 144 Gb/s menggunakan tautan pita Q/V dari konstelasi 5.280 satelit LEO, sementara hingga 6 Tb/s dapat diakses melalui tautan optik dari 128 satelit MEO.

Blue Origin menyatakan bahwa konstelasi tersebut mendukung konektivitas point-to-point dan akses internet kelas perusahaan, memungkinkan pelanggan untuk memilih throughput dan kehadiran fisik sebagai respons terhadap kebutuhan yang berubah.

Baca Juga:

Peluncuran konstelasi TeraWave akan dimulai pada kuartal keempat 2027.

TeraWave merupakan tambahan dari 3.236 satelit LEO yang sedang diluncurkan sebagai bagian dari Amazon Leo (sebelumnya Project Kuiper), yang meluncurkan program pratinjau tahun lalu sebelum peluncuran yang lebih luas pada 2026.

Pada November 2025, Amazon Leo yang juga merupakan perusahaan milik Jeff Bezos, memiliki 150 satelit di orbit, dengan tujuan meluncurkan setengah dari total 3.236 satelit yang direncanakan pada Juli 2026, sebagaimana dipersyaratkan oleh Komisi Komunikasi Federal AS.

Tak Mudah Mengalahkan Starlink

Di sisi lain, Presiden TMF Associates, Tim Farrar, mengatakan bahwa desain TeraWave sangat berbeda dari Amazon Leo, “tetapi tentu ada tumpang tindih dengan pelanggan target Amazon di sektor pemerintah dan perusahaan”.

“Salah satu kesimpulannya adalah bahwa semua orang menyadari nilai integrasi vertikal di mana pembuat roket menciptakan permintaan peluncuran mereka sendiri dengan membangun konstelasi, seperti yang telah dilakukan SpaceX,” jelas Farrar, seperti dilansir dari Mobile World Live.

“Amazon saat ini belum memiliki hal itu, dan itu menjadi masalah ketika Anda ingin mengembangkan sistem satelit pasar massal dengan ekonomi yang cukup baik untuk memenuhi harga konsumen, karena pada akhirnya Anda harus membayar harga eceran penuh untuk setiap peluncuran.”

Amazon Leo kini bersaing dengan sejumlah pemain kakap untuk menyediakan konektivitas berbasis satelit, termasuk Starlink, EchoStar, AST SpaceMobile, Lynk Global, dan lainnya.

SpaceX, dengan konstelasi Starlink-nya, merupakan pemain dominan dalam satelit orbit rendah, terutama untuk konektivitas internet, diikuti oleh pesaing seperti OneWeb dan Amazon Leo.

Pemain utama lainnya termasuk perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan tradisional seperti Lockheed Martin, Airbus Defence and Space, dan Northrop Grumman, yang juga berfokus pada pertahanan, observasi bumi, dan layanan khusus lainnya.

Pasar ini juga mencakup perusahaan-perusahaan seperti L3Harris Technologies, Thales Alenia Space, dan Planet Labs.

Namun untuk mengejar Starlink diperlukan sumber daya yang luar biasa besar bagi pemain lain, termasuk Amazon Leo.

Pasalnya, pada akhir Oktober 2025, SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, telah mencapai tonggak sejarah dengan meluncurkan lebih dari 10.000 satelit Starlink ke orbit Bumi.

Pencapaian ini menjadikan SpaceX sebagai operator satelit terbesar di dunia yang menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi secara global.

SpaceX mengonfirmasi bahwa seluruh satelit ini akan memancarkan internet Starlink berkecepatan tinggi ke berbagai penjuru dunia.

Pencapaian angka 10.000 satelit ini terjadi setelah dua roket Falcon 9 milik SpaceX lepas landas dari Florida dan California pada minggu ketiga Oktober 2025.

Masing-masing roket membawa 28 satelit Starlink, menambah total 56 satelit baru ke angkasa.

Starlink, merupakan proyek ambisius yang dimulai pada 2018 dengan peluncuran dua satelit uji, kemudian dilanjutkan dengan 60 satelit operasional pertama setahun berikutnya.

Sejak itu, SpaceX secara konsisten memperluas armada Starlink dalam skala besar.

Terbaru, Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS telah menyetujui SpaceX untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua (Gen2) tambahan, yang akan meningkatkan total armada Gen2 menjadi 15.000 unit, untuk memperluas internet cepat, termasuk konektivitas langsung ke ponsel di luar AS, serta memperkuat cakupan domestik.

Persetujuan ini merupakan langkah besar untuk meningkatkan akses internet global, khususnya di daerah terpencil, dengan target 50% satelit aktif sebelum Desember 2028 dan sisanya sebelum Desember 2031.

Di sisi lain, meski penuh dengan pemain kelas kakap, pasar masih memiliki potensi untuk berkembang.

Menurut Laporan Market Report, nilai pasar satelit orbit bumi rendah mencapai USD 13,71 juta pada 2025 dan diperkirakan mencapai USD 46,92 juta pada 2033, tumbuh pada CAGR 14,65% dari 2025 hingga 2033.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU