Saturday, 31 January 2026
Selular.ID -

iPhone 16 Laris Manis, Apple Cetak Rekor Penjualan Tertinggi Sepanjang Sejarah

BACA JUGA

Selular.id – Apple baru saja mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2025, yang menunjukkan pencapaian luar biasa berkat permintaan tinggi terhadap lini iPhone 16.

Perusahaan teknologi raksasa asal Cupertino ini berhasil membukukan pendapatan sebesar 124,1 miliar dolar AS, menandai pertumbuhan sebesar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Angka ini sekaligus memecahkan rekor sebagai pendapatan kuartalan tertinggi yang pernah diraih Apple, didorong oleh performa penjualan unit iPhone yang melampaui ekspektasi pasar di tengah persaingan ketat industri ponsel pintar global.

Kesuksesan ini menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak mengenai daya tarik seri iPhone 16 yang diluncurkan pada akhir tahun lalu.

Faktanya, kategori iPhone menyumbang pendapatan sebesar 72,5 miliar dolar AS, sebuah lompatan signifikan yang mengukuhkan posisi Apple sebagai pemimpin pasar di segmen premium.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh SelularTech (@selulartech)

 

CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa basis pengguna aktif perangkat Apple kini telah melampaui 2,2 miliar perangkat di seluruh dunia, mencerminkan loyalitas pelanggan yang tetap kuat meski kondisi ekonomi makro masih penuh tantangan.

Dinamika bisnis Apple pada periode ini tidak hanya bertumpu pada perangkat keras. Sektor jasa atau services yang mencakup App Store, Apple Music, dan iCloud, terus menunjukkan tren positif dengan mencetak rekor pendapatan baru senilai 24,9 miliar dolar AS.

Pertumbuhan di sektor ini menjadi pilar penting bagi stabilitas finansial Apple, mengingat margin keuntungan dari layanan digital cenderung lebih tinggi dibandingkan produk fisik.

Transisi Apple dari sekadar produsen perangkat menjadi penyedia ekosistem digital terintegrasi tampaknya semakin membuahkan hasil yang konkret.

Meskipun mencatatkan angka pertumbuhan yang mengesankan, perjalanan Apple di pasar global bukannya tanpa hambatan.

Di wilayah China daratan, Apple masih menghadapi tekanan dari kompetitor lokal yang agresif. Namun, performa di pasar negara berkembang seperti India justru menunjukkan lonjakan yang menjanjikan.

Apple berhasil memperluas pangsa pasarnya di India dengan pertumbuhan dua digit, yang menjadi indikator bahwa strategi ekspansi ke wilayah Asia Selatan mulai menunjukkan hasil signifikan bagi neraca keuangan perusahaan.

Faktor pendorong lain dari kesuksesan iPhone 16 adalah integrasi awal Apple Intelligence, meskipun fitur kecerdasan buatan tersebut baru dirilis secara bertahap.

Konsumen tampaknya mulai melihat nilai tambah dari kemampuan pemrosesan data yang lebih pintar dan fitur kamera yang semakin canggih sebagai alasan kuat untuk melakukan pembaruan perangkat.

Penjualan model iPhone 16 Pro dan Pro Max yang dibanderol dengan harga lebih tinggi diketahui menjadi kontributor utama dalam mendongkrak rata-rata harga jual perangkat Apple musim ini.

Melihat lebih dalam ke kategori produk lainnya, segmen Mac juga mengalami kenaikan pendapatan menjadi 8,4 miliar dolar AS berkat kehadiran chip M4 yang lebih bertenaga.

Sementara itu, kategori iPad mencatatkan pendapatan 7,1 miliar dolar AS, tumbuh tipis setelah sempat mengalami kelesuan di tahun-tahun sebelumnya. Apple terus memperbarui jajaran tablet mereka untuk menyasar segmen kreatif dan profesional yang membutuhkan perangkat kerja portabel namun tetap memiliki performa kelas desktop.

Di sisi lain, divisi Wearables, Home, and Accessories yang mencakup Apple Watch dan AirPods justru mengalami sedikit penurunan pendapatan menjadi 11,5 miliar dolar AS.

Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh siklus pembaruan perangkat yang lebih panjang di sisi konsumen serta persaingan dari perangkat aksesori pihak ketiga yang semakin kompetitif di pasar.

Meski demikian, Apple tetap mendominasi pasar jam tangan pintar dunia dengan seri Apple Watch terbaru yang mengedepankan fitur kesehatan dan kebugaran.

Ke depan, Apple diprediksi akan terus memfokuskan pengembangan pada teknologi kecerdasan buatan yang lebih mendalam untuk mempertahankan momentum penjualan.

Komitmen perusahaan dalam menjaga privasi pengguna sambil menghadirkan inovasi AI menjadi kartu as yang diharapkan bisa menjaga jarak dari para pesaingnya.

Dengan cadangan kas yang melimpah dan ekosistem yang semakin solid, Apple berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk menghadapi fluktuasi pasar gadget di sisa tahun 2025.

Langkah strategis Apple selanjutnya kemungkinan besar akan melibatkan diversifikasi rantai pasok guna meminimalkan risiko geopolitik. Upaya pemindahan sebagian basis produksi ke Vietnam dan India terus diakselerasi untuk menjamin ketersediaan stok global.

Bagi para investor dan pengamat industri, laporan keuangan terbaru ini membuktikan bahwa pesona iPhone masih menjadi mesin uang utama yang sulit ditandingi, sekaligus menegaskan bahwa strategi jangka panjang Apple dalam memperkuat sektor layanan digital mulai mencapai kematangan yang stabil.

Baca juga : Strategi Rantai Pasok Apple, Harga iPhone 17e Berpotensi Lebih Terjangkau

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU