Selular.ID –Â Badan pengawas persaingan India, Komisi Persaingan India (CCI), telah mengeluarkan peringatan terakhir kepada Apple atas upayanya untuk menunda investigasi antimonopoli yang sedang berlangsung yang dimulai pada tahun 2021, menurut laporan Reuters.
Apple telah terlibat dalam kasus antimonopoli di India sejak tahun 2021 terkait masalah pembayaran dalam aplikasi, dan sebagai bagian dari pertempuran hukum yang sedang berlangsung tersebut, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino ini menghadapi potensi denda sebesar $38 miliar.
Apple menantang undang-undang penalti antimonopoli baru India, yang dapat memungkinkan CCI untuk menggunakan omset global Apple untuk menghitung penalti.
Sebagai tanggapan, CCI meminta Apple pada Oktober 2024 untuk mengajukan keberatan terhadap temuan investigasi dan memberikan rincian keuangan yang biasanya digunakan untuk menilai penalti.
Namun, Reuters melaporkan bahwa Apple telah menerima perpanjangan waktu berulang kali sejak saat itu.
“Komisi berpendapat bahwa perpanjangan berulang, meskipun arahan sudah jelas, merusak disiplin prosedural dan menghambat penyelesaian proses tepat waktu,” kata CCI dalam perintah rahasia tertanggal 31 Desember 2025 yang dilihat oleh Reuters.
“Kelonggaran seperti itu tidak dapat dilanjutkan tanpa batas waktu,” tambah CCI.
CCI bermaksud untuk melanjutkan secara sepihak dalam kasus ini jika tidak menerima tanggapan dari Apple pada minggu depan, karena raksasa teknologi yang dipimpin Tim Cook itu telah menunda tanggapan kepada para pejabat selama lebih dari setahun dan merusak penyelidikan.
Mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, Reuters melaporkan bahwa “Apple memandang perintah CCI bulan Desember sebagai langkah untuk mendahului proses pengadilan yang sedang berlangsung dan perusahaan tersebut kemungkinan tidak akan menanggapinya sebelum hakim mendengarkannya lagi pada 27 Januari.”
Baca Juga:Â Corning Terdesak, Eropa Mulai Penyelidikan Antimonopoli





