Kamis, 1 Januari 2026
Selular.ID -

Harga PC dan Smartphone Diprediksi Naik Terbesar dalam 26 Tahun

BACA JUGA

Selular.id – Harga smartphone hingga personal computer (PC) diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2026.

Kenaikan ini disebut-sebut akan menjadi yang terbesar dalam 26 tahun terakhir, didorong oleh lonjakan harga chip memori akibat permintaan tinggi untuk server kecerdasan buatan (AI).

Analisis terbaru yang dibagikan oleh tipster gadget dengan nama akun “Lanzuk” di blog Naver mengungkapkan skenario tersebut.

Menurutnya, harga PC dan smartphone akan menghadapi tekanan kenaikan terbesar dalam lebih dari dua dekade.

“Ini sebagian besar disebabkan oleh harga RAM yang melonjak karena pasokannya ludes akibat AI perlu banyak memori agar berfungsi,” kata Lanzuk, seperti dikutip dari laporan firma riset pasar TrendForce yang juga menyoroti kenaikan harga SSD dan ponsel flagship.

Kenaikan harga diperkirakan tidak akan berhenti dalam waktu dekat.

Tren ini diproyeksikan akan terus berlangsung setidaknya hingga tahun 2027, menciptakan periode ketidakpastian yang panjang bagi konsumen dan produsen.

Sayangnya, rincian persentase kenaikan harga dari analisis awal ini belum diungkapkan secara spesifik.

Ramalan serupa datang dari firma riset pasar ternama, International Data Corporation (IDC).

Dalam proyeksinya, IDC memberikan gambaran yang lebih terukur meski tetap mengkhawatirkan.

Menurut IDC, harga jual rata-rata smartphone pada 2026 berpotensi naik 3 persen hingga 5 persen dalam skenario kenaikan moderat.

Namun, dalam skenario terburuk, kenaikan bisa mencapai 6 persen hingga 8 persen.

Dampak dari kenaikan harga ini tidak main-main. IDC memperkirakan pertumbuhan pasar smartphone secara global bisa ambles sekitar 2,9 persen.

Dalam skenario terburuk, penurunan bisa mencapai 5,2 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga komponen tidak hanya berdampak pada kantong konsumen, tetapi juga pada kesehatan industri secara keseluruhan.

Vendor Entry-Level Paling Terpukul

Analisis IDC menyoroti bahwa produsen smartphone entry-level atau kelas menengah ke bawah akan menjadi pihak yang paling terdampak.

Daftar vendor yang diprediksi akan sangat merasakan tekanan ini antara lain Transsion, Realme, Xiaomi, Oppo, Vivo, Honor, Lenovo (Motorola), Huawei, dan TCL.

Penyebabnya, vendor-vendor ini umumnya beroperasi dengan margin keuntungan yang cukup rendah.

Dengan margin yang tipis, mereka memiliki ruang gerak yang terbatas untuk menyerap kenaikan biaya komponen.

IDC meyakini bahwa vendor-vendor tersebut hampir tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan harga smartphone yang akan mereka rilis di tahun-tahun mendatang.

Keputusan ini berisiko mengikis daya tarik utama mereka, yaitu harga yang kompetitif, di pasar yang sudah jenuh.

Situasi ini semakin mengukuhkan prediksi sebelumnya mengenai kenaikan harga HP dan PC di 2026 yang harus diantisipasi konsumen.

Di sisi lain, vendor smartphone flagship seperti Apple dan Samsung dinilai berada dalam posisi yang lebih “aman”.

Kedua raksasa teknologi ini dipandang memiliki cadangan kas yang besar dan telah menjalin kontrak jangka panjang dengan pemasok komponen.

Keunggulan ini membuat pasokan memori untuk produk mereka diperkirakan sudah aman untuk satu hingga dua tahun ke depan.

Strategi Bertahan Vendor Premium

Meski dianggap lebih tahan guncangan, Apple dan Samsung dipercaya akan mengambil langkah strategis untuk mengelola biaya.

IDC memprediksi bahwa kedua vendor kemungkinan akan menunda peningkatan kapasitas RAM untuk ponsel flagship mereka yang rilis pada 2026.

Alih-alih meningkatkan spesifikasi, mereka diperkirakan akan mempertahankan konfigurasi RAM 12 GB untuk seri andalan.

Selain itu, IDC juga mempercayai bahwa ponsel flagship Apple dan Samsung yang dirilis pada 2025 tidak akan mengalami penurunan harga seperti yang biasa terjadi ketika model suksesornya diluncurkan.

Biasanya, harga model lama akan turun untuk memberi ruang bagi model baru.

Namun, pada tahun depan, pola ini mungkin tidak terlihat karena tekanan biaya produksi yang tinggi.

Prediksi ini sejalan dengan analisis terpisah mengenai lonjakan biaya komponen yang juga memengaruhi harga tablet.

Lonjakan permintaan chip memori untuk AI tidak hanya mengguncang pasar smartphone.

IDC menyatakan bahwa gelombang yang sama juga berdampak langsung pada pasar PC.

Firma riset asal Amerika Serikat itu memperkirakan harga jual rata-rata PC kemungkinan naik 4 persen hingga 6 persen.

Dalam skenario terburuk, kenaikan bisa mencapai 6 persen hingga 8 persen.

Kenaikan ini akan memengaruhi seluruh segmen, mulai dari laptop konsumen hingga desktop gaming dan workstation profesional.

Bagi para gamer dan kreator konten yang mengandalkan PC dengan spesifikasi tinggi, ini bisa berarti anggaran yang lebih besar untuk mendapatkan perangkat yang setara.

Tren permintaan perangkat dengan tampilan premium juga mungkin terdampak, mengingat sebelumnya terjadi lonjakan penjualan monitor OLED PC sebesar 65%.

Akar masalah dari seluruh prediksi kenaikan harga ini terletak pada industri semikonduktor global.

Permintaan yang meledak untuk memori high-bandwidth (HBM) dan chip lainnya yang mendukung komputasi AI di data center telah mengalihkan kapasitas produksi dan mendorong harga naik.

Server AI membutuhkan memori dalam jumlah sangat besar untuk menangani model bahasa besar (LLM) dan beban kerja generatif AI, menciptakan persaingan sengit untuk pasokan chip.

Meningkatnya harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash secara langsung meningkatkan biaya produksi untuk perangkat akhir seperti smartphone dan PC.

Produsen perangkat pada akhirnya akan meneruskan sebagian atau seluruh kenaikan biaya ini kepada konsumen.

Proyeksi ini menggarisbawahi bagaimana revolusi AI, yang sering digambarkan sebagai teknologi perangkat lunak, memiliki dampak material dan finansial yang sangat nyata pada industri perangkat keras.

Melihat ke depan, pasar menantikan respons dari para pemain utama dalam rantai pasokan semikonduktor.

Investasi dalam kapasitas fabrikasi baru membutuhkan waktu tahunan untuk beroperasi.

Sementara itu, konsumen dan bisnis di seluruh dunia harus mempersiapkan diri untuk era di mana perangkat komputasi dan komunikasi sehari-hari mungkin menjadi investasi yang lebih mahal daripada tahun-tahun sebelumnya.

Prediksi kenaikan terbesar dalam 26 tahun ini menjadi sinyal jelas bahwa dinamika pasar teknologi sedang memasuki fase baru yang penuh tantangan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU