Senin, 5 Januari 2026
Selular.ID -

Harga Kontrak DRAM Diproyeksikan Melonjak Hingga 50% di Kuartal Ini

BACA JUGA

Selular.id – Harga kontrak DRAM (memori akses acak dinamis yang umum dipakai di smartphone, PC, dan server) diprediksi akan naik tajam hingga sekitar 50% pada kuartal pertama 2026, menurut laporan pasar global yang dirilis awal pekan ini.

Kenaikan ini mencerminkan tekanan serius di dalam rantai pasok komponen memori utama, yang berimplikasi pada biaya produksi perangkat elektronik secara keseluruhan.

Proyeksi kenaikan harga kontrak DRAM datang dari pengamat industri yang mencatat ketidakseimbangan tajam antara permintaan dan pasokan.

Berbagai pabrikan besar kini berusaha mengamankan pasokan memori melalui perjanjian jangka panjang, sementara pabrik-pabrik pembuat chip masih berjuang untuk menambah kapasitas produksi.

Dalam konteks ini, “harga kontrak DRAM” merujuk pada biaya yang disepakati antara produsen chip memori dan pembeli utama seperti pabrikan komputer atau perusahaan perangkat konsumen dalam kontrak volume besar.

Kenaikan kontrak memori ini biasanya mendahului efek kenaikan harga di tingkat retail.

DRAM dan Pasar Global: Permintaan Melejit, Pasokan Terbatas

Kenaikan harga kontrak DRAM yang signifikan sebagian besar didorong oleh permintaan yang meningkat tajam dari pusat data, terutama yang melayani kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud berskala besar.

Sektor ini membutuhkan memori dalam jumlah besar untuk menangani beban kerja komputasi intensif, sehingga menyedot kapasitas produksi DRAM dari pasokan yang awalnya dialokasikan untuk PC dan perangkat konsumen.

Selain kebutuhan AI, tren migrasi pabrikan chip untuk memfokuskan produksi pada DDR5 (varian DRAM generasi terbaru) dan memprioritaskan memori ber-bandwidth tinggi (High Bandwidth Memory) turut menekan pasokan DRAM konvensional seperti DDR4 yang umum digunakan pada PC dan perangkat kelas menengah.

Krisis pasokan ini diperburuk oleh pengurangan kapasitas produksi untuk beberapa jenis DRAM lama karena transisi teknologi ke generasi baru.

Laporan survei terbaru dari salah satu lembaga riset industri menyebut bahwa pendapatan industri DRAM naik lebih dari 30% pada kuartal ketiga 2025, mencapai angka lebih dari $40 miliar, disertai dengan kenaikan signifikan pada harga kontrak yang diperkirakan meningkat 45–55% secara keseluruhan termasuk memori kelas server.

Kenaikan harga kontrak memori ini juga menunjukkan bahwa pasokan DRAM terus menipis. Produsen perangkat elektronik pun kini menghadapi tekanan biaya yang lebih tinggi ketika bertransaksi dengan pemasok chip.

Beberapa OEM (Original Equipment Manufacturer) dilaporkan tergesa-gesa melakukan pembelian atau memperbarui kontrak jangka panjang untuk memastikan pasokan memori yang stabil sepanjang tahun ini.

Dampak Terhadap Industri Elektronik

Lonjakan harga DRAM diperkirakan akan berdampak langsung terhadap biaya produksi berbagai perangkat, termasuk laptop, PC gaming, dan smartphone.

Biaya DRAM merupakan salah satu komponen signifikan dalam Bill of Materials (BoM) sebuah perangkat, yang mencakup semua komponen fisik yang diperlukan untuk membuat satu unit produk.

Ketika harga DRAM naik, pabrikan harus menanggung biaya lebih tinggi atau memindahkan beban tersebut ke konsumen dalam bentuk harga jual yang meningkat.

Beberapa pengamat industri bahkan sudah memperkirakan kemungkinan kenaikan harga perangkat konsumen utama pada 2026.

Tekanan biaya dari komponen seperti DRAM dan NAND flash (memori penyimpanan) bisa memaksa brand perangkat untuk menyesuaikan harga jual, terutama untuk model kelas menengah dan bawah yang memiliki margin keuntungan lebih tipis.

Tekanan harga ini tidak hanya terbatas pada pasar konsumer. Produsen PC dan server juga merasakan dampaknya, karena mereka harus bersaing memperoleh pasokan DRAM di pasar yang serba ketat.

Hal ini berpotensi memperlambat laju produksi atau mendorong OEM menunda rencana peluncuran produk baru sambil menunggu stabilisasi harga memori.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Para pemain besar di pasar chip seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron dilaporkan sedang menyesuaikan strategi produksi mereka untuk menanggapi lonjakan permintaan dan keterbatasan pasokan.

Upaya investasi untuk memperluas kapasitas produksi DRAM tengah berjalan, tetapi efek nyata dari perluasan ini kemungkinan baru akan terasa pada 2027 atau lebih.

Sementara itu, para analis memperkirakan harga kontrak DRAM akan tetap tinggi sampai ada pergeseran signifikan dalam keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Jika permintaan memori dari sektor AI dan data center tetap tinggi, tekanan pada harga diperkirakan berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan kondisi pasar yang terus berkembang, dinamika harga memori seperti DRAM akan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi tren harga perangkat elektronik di 2026 dan seterusnya.

Baca juga : Samsung Tetap Pertahankan Harga Galaxy S26 Series Ditengah Kabar DRAM Langka

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU