Friday, 30 January 2026
Selular.ID -

Garmin Connect Janjikan Fitur Latihan Adaptif dan Pencegahan Cedera Bagi Penggunanya

BACA JUGA

Selular.ID – Garmin Indonesia menyoroti peran Garmin Connect sebagai pusat ekosistem digital untuk mendukung latihan olahraga berbasis data di Indonesia.

Seiring meningkatnya adopsi smartwatch dan minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif.

Aplikasi pendamping ini terintegrasi dengan berbagai lini perangkat Garmin, mulai dari Forerunner, Venu, vívoactive, fēnix, hingga epix, dan menyediakan fitur yang dirancang untuk membantu pengguna berlatih lebih terstruktur, aman, serta konsisten.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menjelaskan bahwa sejumlah kapabilitas di Garmin Connect masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian pengguna.

Padahal, fitur-fitur tersebut tersedia tanpa biaya tambahan dan memanfaatkan sensor bawaan smartwatch Garmin, seperti pemantauan detak jantung, estimasi VO2 Max—indikator kapasitas aerobik tubuh—hingga analisis pemulihan.

Menurut Chandrawidhi Desideriani, Garmin tidak hanya menghadirkan perangkat, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang membantu pengguna memahami tubuh mereka dengan lebih baik dan berlatih secara lebih terarah.

Melalui Garmin Connect, kami ingin setiap pengguna, baik pemula maupun atlet berpengalaman, dapat merasakan manfaat teknologi Garmin secara maksimal,” ujarnya.

Salah satu fitur utama yang diangkat adalah Garmin Coach, program latihan adaptif dengan pelatih virtual profesional.

Melalui modul seperti Garmin Run Coach, Garmin Cycling Coach, Garmin Triathlon Coach, dan Garmin Fitness Coach, pengguna dapat memilih rencana latihan yang disesuaikan dengan target pribadi, misalnya jarak lomba lari 5 kilometer, 10 kilometer, atau setengah maraton.

Jadwal latihan kemudian akan muncul langsung di smartwatch setelah sinkronisasi dengan aplikasi.

Garmin menyebutkan bahwa keunggulan Garmin Coach terletak pada kemampuannya menyesuaikan rencana dari hari ke hari berdasarkan data performa dan pemulihan yang direkam perangkat.

Jika pengguna melewatkan sesi tertentu, sistem akan menyesuaikan jadwal agar tetap realistis dan aman.

Data seperti pace lari, detak jantung, dan estimasi VO2 Max digunakan untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih personal, sehingga latihan tidak bersifat statis.

Fitur lain yang diperkenalkan adalah Gear Tracking, atau pelacakan perlengkapan olahraga.

Garmin Connect memungkinkan pengguna mencatat sepatu lari maupun perlengkapan lain, lalu mengaitkannya dengan aktivitas yang direkam.

Setiap kilometer yang ditempuh akan otomatis ditambahkan ke catatan perlengkapan tersebut.

Garmin mengaitkan fitur ini dengan upaya pencegahan cedera. Sepatu lari, misalnya, umumnya direkomendasikan untuk diganti setelah menempuh jarak ratusan kilometer, tergantung desain dan pola penggunaan.

Melalui Gear Tracking, pengguna dapat menetapkan batas maksimum jarak. Ketika ambang tersebut tercapai, aplikasi akan mengirimkan pengingat agar perlengkapan dievaluasi atau diganti, sehingga performa tetap optimal dan risiko cedera akibat bantalan yang aus dapat ditekan.

Selain itu, Garmin Connect juga menghadirkan fitur Insights yang menampilkan perbandingan tingkat aktivitas pengguna dengan jutaan pengguna Garmin lain di seluruh dunia dalam kelompok usia dan jenis kelamin serupa.

Data yang dibandingkan mencakup jarak lari, jumlah langkah harian, serta durasi tidur.

Hasilnya disajikan dalam grafik batang yang menunjukkan posisi pengguna, apakah berada di bawah rata-rata, di atas rata-rata, atau masuk dalam kategori teratas.

Menurut Garmin, pendekatan komparatif ini dirancang sebagai alat motivasi agar pengguna tetap aktif dan konsisten.

Dengan konteks komunitas global, pengguna dapat menetapkan target yang lebih terukur berdasarkan gambaran kebugaran populasi yang sebanding.

Garmin Connect sendiri tersedia gratis di App Store dan Google Play dan terus diperbarui untuk menambah fungsi baru maupun peningkatan pengalaman pengguna.

Perusahaan menegaskan bahwa integrasi antara perangkat wearable, sensor kesehatan, dan analitik berbasis aplikasi menjadi bagian dari strategi jangka panjang Garmin dalam mengembangkan teknologi olahraga dan kebugaran.

Ke depan, Garmin Indonesia menyatakan akan terus memaksimalkan pemanfaatan data yang dihasilkan smartwatch untuk membantu pengguna membuat keputusan latihan yang lebih tepat.

Baca Juga:Garmin Menangkal Panggilan Tidak Sengaja di Jam Tangan Pintar

Sekaligus menjaga kesehatan jangka panjang melalui pendekatan berbasis metrik yang terukur dan terverifikasi oleh sistem perusahaan.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU