Jumat, 9 Januari 2026
Selular.ID -

Faktor Sumber Daya dan Efisiensi Jadi Alasan Utama Integrasi Realme dan OnePlus Ke Dalam Oppo

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Pergantian tahun kerap dijadikan momen perusahaan untuk menyusun strategi baru yang dinilai lebih sesuai dengan peluang dan tantangan yang muncul.

Hal tersebut juga berlaku bagi BBK Electronics. Raksasa consumer electronic China itu, dilaporkan akan mengubah pendekatan terhadap merek-merek smartphone yang selama ini beroperasi di bawah perusahaan.

Dua merek, Realme dan OnePlus, disebut-sebut akan diintegrasikan ke dalam Oppo sebagai sub-merek resmi, sebuah langkah yang dirancang untuk menggabungkan sumber daya dan memangkas biaya bagi perusahaan induk BBK Electronics.

Media China Lei Feng Network melaporkan bahwa Realme, yang memiliki kehadiran kuat di India, Asia Tenggara, dan Eropa, akan bergabung kembali dengan Oppo setelah menjadi merek independen pada Juli 2018.

Sementara itu, OnePlus yang memiliki pasar kuat di sejumlah negara, seperti India, telah beroperasi sebagai merek saudara Oppo sejak 2013.

Sumber internal di Oppo mengatakan kepada Lei Feng Network, bahwa BBK Electronics memutuskan perubahan ini berdasarkan potensi keuntungan dari operasi kolaboratif dan untuk mengintegrasikan sumber daya dengan lebih baik.

Dengan Realme dan OnePlus berada di bawah naungan Oppo, merek-merek tersebut pada dasarnya akan mengoperasikan satu tim untuk R&D, layanan purna jual, dan juga logistik, alih-alih tiga tim demi meningkatkan efisiensi.

Baca Juga:

Lei Feng Network menambahkan, CEO Realme, Sky Li, akan memimpin bisnis sub-merek secara keseluruhan dan produk-produk baru perusahaan yang akan datang akan dirilis sesuai jadwal.

Di sisi lain, sebagai merek yang memiliki popularitas tinggi, Oppo akan beroperasi sebagai merek utama, dengan tujuan untuk memperluas pangsa pasar global.

Sepanjang 2025, pangsa pasar global Oppo berfluktuasi tetapi umumnya berkisar antara 6-7%, menempatkan mereka di antara vendor ponsel teratas seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi.

Lembaga survey Counterpoint, menyebutkan bahwa Oppo memiliki kinerja regional yang kuat di Asia Tenggara (terdepan di Indonesia) dan India.

Namun di pasar domestik, Oppo menghadapi tantangan yang tak ringan di mana Vivo, Honor dan Huawei, belakangan mendapatkan daya tarik yang kuat.

Meski mengintegrasikan merek Realme dan OnePlus ke dalam Oppo, namun BBK Group sejauh ini memilih untuk tetap mempertahankan Vivo sebagai merek independen.

Seperti halnya Oppo, Vivo yang juga memiliki iQOO sebagai sub-brand, dikenal sebagai merek smartphone popular di dunia.

Tercatat pangsa pasar Vivo pada 2025 bervariasi menurut wilayah, tetapi mereka tetap kuat secara global, sekitar 8,8-8,9% (pada posisi 5 Besar), seperti dilaporkan Counterpoint.

Vivo mampu mendominasi pasar India (21% pada Q2), dan menempati peringkat tinggi di China (18% pada Q3). Hal itu menunjukkan pertumbuhan yang kuat, terutama dalam pendapatan dan pengiriman, di belakang para pemimpin seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi di berbagai pasar.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU