Selular.ID – Persaingan chipset flagship kembali memanas pada awal 2026 dengan kehadiran MediaTek Dimensity 8450 yang secara langsung berhadapan dengan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3.
Keduanya diposisikan sebagai otak utama smartphone kelas atas, menyasar produsen global dan pengguna yang menuntut performa tinggi untuk gaming, fotografi komputasional, hingga kecerdasan buatan.
MediaTek memperkenalkan Dimensity 8450 sebagai penerus lini premium yang kini semakin agresif menantang dominasi Qualcomm di segmen flagship Android.
Di sisi lain, Snapdragon 8 Gen 3 sudah lebih dulu dipakai di berbagai ponsel kelas atas dan menjadi standar performa tertinggi Android generasi terbaru.
Qualcomm dalam laman resminya menyebut Snapdragon 8 Gen 3 dirancang untuk “memberikan lompatan besar pada performa AI on-device, grafis, dan efisiensi daya.”
Sementara MediaTek menegaskan bahwa Dimensity 8450 hadir untuk “menawarkan keseimbangan antara performa tinggi dan konsumsi daya yang lebih efisien,” sebagaimana dikutip dari materi peluncuran resminya.
Arsitektur CPU dan Fabrikasi
Perbandingan pertama terletak pada arsitektur CPU dan proses fabrikasi.
Snapdragon 8 Gen 3 dibangun menggunakan fabrikasi 4nm dari TSMC dengan konfigurasi CPU terbaru yang mengusung inti performa tinggi berbasis ARM Cortex-X4, dipadukan dengan core performa dan efisiensi generasi baru.
Dimensity 8450 juga menggunakan proses 4nm TSMC, namun mengandalkan konfigurasi CPU yang sedikit berbeda.
MediaTek mengombinasikan core performa tinggi dengan core efisiensi yang dioptimalkan untuk beban kerja multitasking dan penggunaan harian.
Kedua chipset sama-sama dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan dan efisiensi.
Namun, Qualcomm menitikberatkan lonjakan performa single-core, sementara MediaTek lebih fokus pada stabilitas performa jangka panjang dan manajemen daya.
Performa GPU dan Pengalaman Gaming
Pada sektor grafis, Snapdragon 8 Gen 3 dibekali GPU Adreno generasi terbaru yang mendukung ray tracing berbasis hardware dan peningkatan signifikan pada frame rate gaming.
Qualcomm menargetkan gamer mobile yang menginginkan kualitas visual setara konsol genggam.
Dimensity 8450 mengandalkan GPU Mali kelas flagship dengan optimasi khusus untuk efisiensi daya dan kestabilan suhu.
MediaTek juga menyematkan teknologi manajemen grafis adaptif untuk menjaga performa tetap konsisten dalam sesi gaming panjang.
Dalam berbagai pengujian internal vendor, Snapdragon unggul dalam peak performance grafis, sementara Dimensity menunjukkan kelebihan pada kontrol panas dan penurunan performa yang lebih landai saat beban tinggi berlangsung lama.
Baca juga:
- Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, Tembus Kecepatan 6GHz?
- MediaTek Rilis Dimensity 7100, Chipset 6nm dengan Efisiensi Lebih Tinggi
Kemampuan AI dan Pemrosesan Cerdas
Aspek kecerdasan buatan (AI) menjadi medan persaingan utama kedua chipset ini.
Snapdragon 8 Gen 3 membawa AI Engine terbaru dengan dukungan pemrosesan AI generatif langsung di perangkat, termasuk pengolahan gambar, video, dan suara secara real-time tanpa bergantung pada cloud.
Dimensity 8450 juga memperkuat sektor AI dengan NPU generasi terbaru yang dirancang untuk efisiensi.
MediaTek mengklaim peningkatan signifikan pada pengenalan gambar, pengolahan bahasa, dan fitur kamera berbasis AI.
Keduanya mendukung fitur AI on-device yang kini menjadi standar flagship, seiring meningkatnya kebutuhan privasi data dan respons instan tanpa koneksi internet.




