Selular.ID – Samsung Galaxy A57 kembali menjadi sorotan setelah gambar desain resminya muncul di database TENAA, otoritas sertifikasi perangkat telekomunikasi di Tiongkok, pada 25 Januari 2026.
Kemunculan ini mengungkap bagaimana arah desain ponsel kelas menengah terbaru Samsung tersebut, sekaligus mengindikasikan bahwa peluncurannya sudah semakin dekat.
Dokumen TENAA yang dikutip oleh media teknologi internasional Gizmochina menampilkan sejumlah render perangkat dari berbagai sudut.
Meski belum memuat spesifikasi teknis secara lengkap, kehadiran gambar resmi ini memberi gambaran jelas soal bahasa desain yang diusung Samsung untuk generasi Galaxy A selanjutnya. Sejauh ini, Samsung sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait Galaxy A57.
Sebagai bagian dari lini Galaxy A, perangkat ini diposisikan untuk pasar menengah yang menjadi tulang punggung penjualan Samsung di banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, setiap bocoran terkait Galaxy A57 kerap menarik perhatian pengguna dan pengamat industri.
Desain Mengikuti Evolusi Galaxy A Series
Berdasarkan gambar yang beredar di TENAA, Samsung Galaxy A57 mengadopsi pendekatan desain yang konsisten dengan generasi Galaxy A sebelumnya.
Bagian belakang terlihat mengusung modul kamera vertikal dengan susunan lensa yang terpisah tanpa housing besar, mengikuti gaya desain minimalis Samsung dalam beberapa tahun terakhir.
Panel belakang tampak datar dengan sudut yang membulat halus, memberikan kesan modern sekaligus ergonomis saat digenggam.
Finishing yang digunakan terlihat matte, yang biasanya bertujuan mengurangi bekas sidik jari dan pantulan cahaya berlebih.
Dari sisi depan, layar Galaxy A57 masih mengandalkan desain punch-hole di bagian tengah atas untuk kamera depan.
Secara visual, pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung memilih untuk melakukan penyempurnaan bertahap, bukan perubahan radikal.
Strategi ini lazim diterapkan Samsung untuk menjaga identitas desain sekaligus efisiensi produksi.
Indikasi Ukuran dan Tata Letak Fisik
Meski TENAA belum merinci dimensi lengkap secara detail dalam dokumen yang beredar luas, gambar desain memperlihatkan bodi dengan proporsi yang relatif ramping.
Tombol daya dan volume ditempatkan di sisi kanan, sementara sisi kiri tampak bersih tanpa tombol tambahan.
Di bagian bawah perangkat, terlihat port USB Type-C, grille speaker, serta lubang mikrofon.
Penempatan ini konsisten dengan mayoritas smartphone Samsung saat ini. Slot kartu SIM diperkirakan berada di sisi atas atau samping, meski detail ini belum dapat dipastikan hanya dari gambar yang tersedia.
Konsistensi tata letak ini memberi sinyal bahwa Galaxy A57 dirancang untuk kenyamanan penggunaan sehari-hari, dengan kurva ergonomis yang sudah familier bagi pengguna Galaxy A sebelumnya.
Posisi Galaxy A57 di Lini Produk Samsung
Kemunculan Samsung Galaxy A57 di TENAA menegaskan perannya sebagai penerus Galaxy A56.
Di lini Galaxy A, model dengan akhiran “7” biasanya menawarkan keseimbangan antara performa, fitur, dan harga, menyasar pengguna yang menginginkan pengalaman premium tanpa harus masuk ke segmen flagship.
Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung cukup agresif memperbarui seri Galaxy A dengan peningkatan di sektor layar, kamera, dan dukungan pembaruan perangkat lunak.
Karena itu, Galaxy A57 diperkirakan akan membawa peningkatan bertahap dibanding pendahulunya, meski detail spesifik masih menunggu pengumuman resmi.
Bagi pasar Indonesia, seri Galaxy A memiliki basis pengguna yang besar. Faktor seperti desain, daya tahan, serta dukungan purna jual biasanya menjadi pertimbangan utama, di samping spesifikasi teknis.
TENAA sebagai Indikator Tahap Akhir Pengembangan
Munculnya sebuah perangkat di database TENAA umumnya menandakan bahwa produk tersebut sudah memasuki tahap akhir pengembangan.
Sertifikasi ini diperlukan sebelum perangkat dipasarkan secara resmi di Tiongkok, dan sering kali menjadi salah satu bocoran terakhir sebelum peluncuran global.
Dalam banyak kasus sebelumnya, jeda antara kemunculan di TENAA dan peluncuran resmi berkisar beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Jika pola ini berulang, maka Galaxy A57 berpotensi diperkenalkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, meski Samsung bisa saja menyesuaikan jadwal sesuai strategi pasar masing-masing wilayah.
Namun, penting dicatat bahwa informasi dari TENAA bersifat administratif dan visual. Spesifikasi seperti chipset, kapasitas baterai, kamera, dan fitur perangkat lunak masih belum dikonfirmasi dalam bocoran kali ini.
Arah Strategi Samsung di Segmen Menengah
Dari sisi desain, bocoran Galaxy A57 menunjukkan bahwa Samsung tetap fokus pada konsistensi visual dan efisiensi produksi.
Pendekatan ini memungkinkan Samsung menjaga kualitas sekaligus menekan biaya, faktor penting di segmen menengah yang sangat kompetitif.
Persaingan di kelas ini juga semakin ketat dengan kehadiran berbagai merek yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga agresif.
Karena itu, Samsung biasanya mengandalkan kombinasi desain yang matang, ekosistem perangkat lunak, serta reputasi merek untuk mempertahankan pangsa pasar.
Baca Juga:Samsung Galaxy A57 2026 Bocor, Bawa Kamera 50 MP dan Chipset Baru
Jika mengacu pada strategi sebelumnya, Galaxy A57 kemungkinan akan tetap mengedepankan keseimbangan fitur, bukan sekadar adu spesifikasi di atas kertas.




