Kamis, 8 Januari 2026
Selular.ID -

China Getol Peringatkan PBB Terkait Risiko Keamanan Starlink

BACA JUGA

Selular.id – Pemerintah China peringatkan PBB tentang isu risiko keamanan dari satelit orbit rendah Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX milik Elon Musk.

Dalam sebuah acara informal Dewan Keamanan PBB, perwakilan China menyampaikan bahwa pertumbuhan aktivitas ruang angkasa komersial yang sangat cepat, jika dibiarkan tanpa regulasi yang efektif, dapat memunculkan tantangan keamanan yang serius.​

Melansir dari South China Morning Post, Rabu (6/1/2026), diplomat tersebut menyatakan bahwa proliferasi konstelasi satelit komersial yang tidak terkendali oleh negara telah menciptakan risiko keselamatan yang nyata.

Pihak China tersebut secara spesifik merujuk pada konstelasi Starlink milik Elon Musk, dengan menyatakan bahwa kepadatan satelit tersebut memadati sumber daya frekuensi orbit data yang digunakan bersama oleh semua satelit untuk komunikasi dan secara drastis meningkatkan risiko tabrakan di luar angkasa.

​Kekhawatiran ini didukung oleh data statistik terkini mengenai populasi satelit di orbit.

Saat ini, tercatat ada sebanyak 12.955 satelit aktif yang berada di orbit rendah Bumi.

Baca juga:

Dari jumlah total tersebut, dominasi SpaceX sangat mencolok, di mana sekitar 8.500 satelit atau lebih dari 66% merupakan bagian dari konstelasi Starlink.

Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah.

CEO SpaceX Elon Musk telah menyatakan bahwa konstelasi Starlink pada akhirnya dapat mencakup lebih dari 42.000 satelit, meskipun saat ini perusahaan tersebut baru memegang izin peluncuran untuk 12.000 unit.

​Perwakilan China menyoroti insiden nyata sebagai bukti dari bahaya yang ditimbulkan oleh kepadatan ini. Diplomat tersebut mengutip beberapa insiden.

Salah satu contohnya adalah situasi pada 2021 silam, yang di mana satelit Starlink dan stasiun luar angkasa China hampir bertabrakan.

Dalam insiden tersebut, satelit Starlink dilaporkan melakukan pendekatan jarak dekat yang berbahaya terhadap stasiun luar angkasa China.

​Selain risiko tabrakan, China juga mengangkat isu kesenjangan teknologi dan risiko bagi negara-negara berkembang.

Perwakilan tersebut mengatakan bahwa bagi wahana antariksa yang dioperasikan oleh negara-negara berkembang yang mungkin kurang memiliki kemampuan kendali orbit, kesadaran situasional ruang angkasa, atau waktu reaksi yang memadai kepadatan satelit komersial ini merupakan risiko besar.​

Aspek keamanan nasional dan militer juga menjadi sorotan utama dalam peringatan tersebut.

Dia memperingatkan bahwa satelit komersial kini makin sering digunakan untuk tujuan pengintaian dan komunikasi di medan perang.

Merespons situasi orbit rendah Bumi yang makin padat sejak tahun 2018, perwakilan China mendesak negara-negara untuk menegakkan regulasi yang lebih baik terhadap aktivitas ruang angkasa komersial mereka.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU