Selular.id – Model terbaru ChatGPT milik OpenAI dilaporkan mulai mengutip ensiklopedia berbasis AI buatan Elon Musk, Grokipedia, sebagai sumber informasi dalam respons chatbot yang dihasilkannya.
Fenomena ini memicu kekhawatiran baru di kalangan peneliti mengenai integritas data dan potensi penyebaran disinformasi dalam ekosistem kecerdasan artifisial (AI).
Berdasarkan laporan The Guardian, Selasa (27/1/2026) pengujian teknis menunjukkan bahwa model GPT-5.2 mengutip Grokipedia sebanyak 9 kali dalam respons terhadap lebih dari 12 pertanyaan berbeda.
Integrasi sumber ini terjadi secara tak terduga, mengingat Grokipedia sebelumnya menuai kritik karena memuat konten yang dinilai bias dan memiliki tingkat akurasi yang dipertanyakan dibandingkan ensiklopedia konvensional seperti Wikipedia.
Informasi dari Grokipedia ditemukan merembes masuk ke dalam jawaban ChatGPT, terutama pada topik-topik yang lebih spesifik.
Hal ini berbe  da dengan topik sensitif utama seperti pemberontakan 6 Januari di AS atau epidemi HIV/AIDS, di mana ChatGPT tidak menggunakan referensi Grokipedia.
Sebagai contoh, referensi tersebut muncul dalam pertanyaan mengenai struktur politik dan korporasi di Iran.
Selain itu, ChatGPT juga mengutip informasi Grokipedia terkait biografi sejarawan Inggris Sir Richard Evans, yang memuat detail yang sebelumnya telah dibantah kebenarannya oleh media massa.
Peneliti disinformasi Nina Jankowicz menyoroti risiko validasi terhadap sumber yang tidak terpercaya melalui fenomena yang disebut sebagai “LLM grooming”.
Menurutnya, pengutipan oleh model bahasa besar (Large Language Model/LLM) terkemuka dapat memberikan legitimasi semu terhadap sumber informasi yang sebenarnya bermasalah.
“Mereka (pengguna) mungkin berkata, ‘oh, ChatGPT mengutipnya, model-model ini mengutipnya, itu pasti sumber yang layak, pastinya mereka sudah memeriksanya’,” ujar Jankowicz.
Baca juga:
- OpenAI Masuk Ranah Hardware, Bukan dengan Perangkat Sendiri
- OpenAI Munculkan ChatGPT Translate, Jadi Pesaing Google Translate
Jankowicz menambahkan bahwa persepsi kredibilitas ini berbahaya bagi profesional atau investor yang mencari informasi akurat.
Masalah ini diperparah dengan fakta bahwa informasi keliru yang telah masuk ke dalam chatbot AI terbukti sulit untuk dihapus atau dikoreksi dalam waktu singkat.
Menanggapi temuan tersebut, Juru Bicara OpenAI menyatakan bahwa mekanisme pencarian web pada model mereka bertujuan untuk mengambil informasi dari berbagai sumber dan sudut pandang yang tersedia secara publik.
“Kami menerapkan filter keamanan untuk mengurangi risiko memunculkan tautan yang terkait dengan bahaya tingkat tinggi, dan ChatGPT secara jelas menunjukkan sumber mana yang menginformasikan sebuah respons melalui sitasi,” kata pihak OpenAI.
Perusahaan juga menegaskan memiliki program berkelanjutan untuk menyaring informasi dengan kredibilitas rendah.
Sementara itu, pihak xAI selaku pemilik Grokipedia memberikan tanggapan singkat dengan menuding laporan media sebagai kebohongan.
Sebagai informasi, Grokipedia diluncurkan pada Oktober lalu sebagai pesaing Wikipedia, namun dengan mekanisme konten yang ditulis oleh model AI dan bukan penyuntingan manusia secara langsung.



