Jumat, 23 Januari 2026
Selular.ID -

Cara Mengatur Reels Instagram agar Sesuai Minat Pengguna

BACA JUGA

Selular.ID – Reels Instagram kini menjadi salah satu fitur paling dominan di platform Instagram, dengan algoritma yang secara aktif menampilkan konten video pendek sesuai minat pengguna, baik untuk hiburan, edukasi, hingga promosi digital.

Instagram menggunakan sistem rekomendasi berbasis aktivitas pengguna untuk menentukan jenis Reels yang muncul di linimasa dan tab Explore.

Seiring meningkatnya konsumsi video pendek di Indonesia, banyak pengguna mulai bertanya bagaimana cara mengatur Reels Instagram agar konten yang muncul relevan dengan minat pribadi.

Instagram sendiri menyediakan sejumlah mekanisme tidak langsung yang memungkinkan pengguna “melatih” algoritma agar lebih memahami preferensi mereka.

Berdasarkan penjelasan dari Meta dan dirangkum dari berbagai sumber resmi, pengaturan Reels tidak dilakukan melalui satu menu khusus.

Namun, kombinasi interaksi, pengaturan konten sensitif, serta kontrol akun dapat memengaruhi jenis video yang direkomendasikan oleh sistem Instagram.

Cara Kerja Algoritma Reels Instagram

Algoritma Reels Instagram bekerja dengan menganalisis pola perilaku pengguna di dalam aplikasi.

Setiap interaksi akan menjadi sinyal bagi sistem untuk menentukan konten apa yang layak ditampilkan selanjutnya.

Beberapa aktivitas yang paling berpengaruh antara lain:

  • Video yang ditonton hingga selesai

  • Reels yang diberi tanda suka atau dikomentari

  • Akun yang diikuti dan sering dikunjungi

  • Konten yang dibagikan ke DM atau Story

Semakin sering pengguna berinteraksi dengan jenis konten tertentu, semakin besar peluang konten serupa muncul di beranda Reels.

Sistem ini dirancang untuk menjaga engagement pengguna tetap tinggi.

Baca juga:

Menyukai dan Menonton Reels Sesuai Minat

Langkah paling sederhana untuk mengatur Reels Instagram agar sesuai minat adalah dengan aktif menyukai dan menonton konten yang relevan.

Algoritma akan membaca preferensi ini sebagai sinyal positif.

Sebaliknya, jika pengguna melewati atau menutup video tertentu dengan cepat, sistem akan menilai konten tersebut kurang relevan.

Pola ini berperan penting dalam menyaring jenis video yang akan terus ditampilkan di kemudian hari.

Untuk hasil optimal, pengguna disarankan:

  • Menonton Reels yang disukai hingga selesai

  • Memberi like pada video yang relevan

  • Mengunjungi profil kreator dengan topik serupa

Menggunakan Fitur “Tidak Tertarik” di Reels

Instagram menyediakan opsi “Tidak Tertarik” (Not Interested) untuk membantu pengguna mengontrol konten yang muncul.

Fitur ini bisa diakses langsung dari video Reels.

Caranya:

  • Buka video Reels yang tidak sesuai minat

  • Ketuk ikon tiga titik di pojok video

  • Pilih opsi Tidak Tertarik

Setelah itu, Instagram akan mengurangi kemunculan video serupa di linimasa. Fitur ini efektif untuk menyaring topik tertentu yang tidak ingin sering dilihat.

Mengatur Konten Sensitif di Instagram

Selain interaksi langsung, pengguna juga bisa mengatur konten sensitif melalui menu pengaturan akun.

Opsi ini memengaruhi jenis video yang direkomendasikan, terutama yang bersifat dewasa atau kontroversial.

Langkah pengaturannya:

  • Masuk ke Settings > Account > Sensitive Content Control

  • Pilih tingkat kontrol konten: More, Standard, atau Less

Dengan memilih tingkat yang sesuai, pengguna dapat membatasi jenis Reels tertentu agar tidak terlalu sering muncul di feed.

Mengikuti Akun Sesuai Ketertarikan

Mengikuti akun dengan niche tertentu juga berperan besar dalam membentuk algoritma Reels.

Instagram cenderung menampilkan konten dari akun yang sering berinteraksi dengan pengguna atau memiliki topik serupa dengan akun yang diikuti.

Misalnya, jika pengguna mengikuti banyak akun teknologi, maka Reels bertema gadget, aplikasi, atau startup digital akan lebih sering muncul.

Pola ini membantu sistem memahami minat utama pengguna secara konsisten.

Namun, disarankan untuk secara berkala mengevaluasi akun yang diikuti.

Meng-unfollow akun yang tidak relevan dapat membantu membersihkan sinyal algoritma.

Membersihkan Riwayat Interaksi dan Pencarian

Riwayat pencarian dan interaksi lama juga memengaruhi rekomendasi Reels.

Jika minat pengguna berubah, membersihkan data ini bisa menjadi langkah penyesuaian.

Pengguna dapat:

  • Menghapus riwayat pencarian di Instagram

  • Mengurangi interaksi dengan konten lama yang tidak lagi relevan

  • Fokus berinteraksi dengan topik baru yang diminati

Meskipun tidak menghapus data sepenuhnya dari sistem, langkah ini membantu menggeser arah rekomendasi konten secara bertahap.

Peran Waktu dan Konsistensi dalam Mengatur Reels

Perlu dipahami bahwa perubahan rekomendasi Reels tidak terjadi secara instan.

Algoritma Instagram membutuhkan waktu untuk mempelajari pola baru dari aktivitas pengguna.

Konsistensi menjadi kunci. Jika pengguna secara rutin:

  • Menyukai konten sesuai minat

  • Menandai “Tidak Tertarik” pada konten yang tidak relevan

  • Mengikuti akun dengan topik spesifik

Maka dalam beberapa hari hingga minggu, feed Reels akan terasa lebih personal dan relevan.

Reels Instagram dan Kepentingan Kreator Konten

Bagi kreator dan pelaku bisnis digital, pemahaman tentang cara kerja Reels juga penting.

Algoritma yang sama digunakan untuk mendistribusikan konten ke audiens potensial.

Konten yang relevan, konsisten, dan memiliki tingkat interaksi tinggi akan lebih mudah masuk ke rekomendasi pengguna lain.

Karena itu, baik pengguna biasa maupun kreator sama-sama berperan dalam membentuk ekosistem Reels yang lebih sesuai minat.

Implikasi Pengaturan Reels bagi Pengalaman Digital

Kemampuan mengatur Reels Instagram memberi dampak langsung pada pengalaman pengguna.

Feed yang relevan membuat waktu penggunaan lebih efisien, sekaligus mengurangi paparan konten yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, bagi ekosistem digital Indonesia, sistem rekomendasi yang semakin personal membuka peluang lebih besar bagi kreator lokal untuk menjangkau audiens yang tepat.

Pengguna pun memiliki kendali lebih besar atas jenis konten yang mereka konsumsi di platform media sosial yang terus berkembang ini.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU