Selular.id – Banyak pengguna WhatsApp mencari cara agar aplikasi pesan instan itu terlihat offline padahal mereka tetap bisa online.
Situasi ini kerap dibutuhkan saat cuti atau liburan, ketika seseorang ingin rehat dari urusan pekerjaan namun enggan mencopot aplikasi karena khawatir riwayat chat penting hilang.
Meski WhatsApp tidak menyediakan fitur khusus untuk mode “offline palsu”, terdapat beberapa trik yang bisa diterapkan.
Kebutuhan untuk tampil tidak aktif di WhatsApp semakin relevan di era digital yang serba terhubung.
Batas antara waktu kerja dan istirahat seringkali kabur, terutama bagi mereka yang menggunakan satu nomor untuk keperluan profesional dan pribadi.
Menonaktifkan WhatsApp sepenuhnya bukanlah pilihan bagi banyak orang, mengingat aplikasi ini telah menjadi tulang punggung komunikasi sehari-hari.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dicoba untuk membuat WhatsApp terlihat offline atau tidak aktif, sementara Anda tetap bisa mengaksesnya secara diam-diam.
Metode ini memanfaatkan pengaturan privasi yang sudah ada dalam aplikasi.
1. Kosongkan atau Batasi Tampilan Foto Profil
Cara pertama adalah dengan menghapus foto profil. Profil yang kosong sering diasosiasikan dengan akun yang tidak aktif atau jarang digunakan.
Untuk menghapusnya, buka WhatsApp, masuk ke Settings > Profile > Foto Profil, lalu pilih opsi untuk menghapus foto.
Alternatifnya, jika tidak ingin menghapus, Anda bisa membatasi siapa saja yang boleh melihat foto profil Anda.
Dengan membatasi hanya ke “Kontak Saya”, orang lain yang bukan kontak akan melihat siluet default, menciptakan kesan akun yang kurang aktif.
2. Nonaktifkan Fitur “Last Seen”
Fitur “Last Seen” adalah penanda utama aktivitas pengguna. Mematikan fitur ini akan menyembunyikan informasi kapan terakhir kali Anda membuka aplikasi.
Caranya, buka Settings > Account > Privacy > Last Seen, lalu pilih “Nobody”.
Perlu diingat, saat Anda mematikan fitur ini, Anda juga tidak akan bisa melihat “last seen” dari kontak lain. Ini adalah trade-off untuk privasi yang lebih terjaga.
Baca Juga:
3. Matikan Centang Biru (Read Receipts)
Centang biru adalah indikator bahwa pesan telah dibaca.
Menonaktifkannya akan membuat pengirim pesan tidak tahu apakah pesannya sudah Anda baca atau belum, sehingga Anda terkesan offline.
Untuk mematikannya, buka Settings > Account > Privacy, lalu nonaktifkan toggle “Read Receipts”.
Sebagai catatan, tindakan ini bersifat timbal balik. Anda juga tidak akan melihat centang biru dari pesan yang Anda kirim, sehingga tidak tahu apakah pesan Anda sudah dibaca orang lain atau belum.
4. Hindari atau Batasi Penggunaan Status
Mengunggah status adalah sinyal kuat bahwa Anda sedang aktif. Selama periode ingin terlihat offline, ada baiknya menghindari membuat status sama sekali.
Jika tetap ingin membuat status, Anda bisa menyembunyikannya dari orang-orang tertentu.
Saat membuat status, pilih opsi “Privasi”, lalu tentukan kontak yang tidak boleh melihat status Anda.
Dengan membatasi audiens status, kesan bahwa Anda tidak aktif dapat tetap terjaga di mata banyak orang.
5. Kelola Data Latar Belakang di Android
Untuk pengguna Android, Anda bisa mematikan “Background data” khusus untuk aplikasi WhatsApp.
Ini akan mencegah aplikasi terhubung ke internet secara diam-diam saat tidak digunakan, sehingga status “online” tidak muncul secara tak terduga.
Cara ini bervariasi tergantung merek ponsel, tetapi umumnya dapat diakses melalui Settings > Apps > WhatsApp > Mobile data & Wi-Fi, lalu nonaktifkan “Background data”.
Dengan ini, Anda bisa bebas menggunakan aplikasi lain untuk online tanpa meninggalkan jejak di WhatsApp.
6. Ubah Bio Menjadi “Offline” atau “Sedang Cuti”
Bio atau keterangan di profil bisa digunakan sebagai penanda status. Mengubah bio menjadi “Offline”, “Sedang liburan”, atau “Tidak tersedia sementara” memberikan sinyal jelas kepada kontak bahwa Anda sedang tidak aktif.
Meski sederhana, cara ini cukup efektif secara psikologis untuk meredam ekspektasi respons cepat. Untuk mengubahnya, buka Settings > Profile > Bio, lalu ketik keterangan yang diinginkan.
Penting untuk diingat bahwa tidak ada metode yang benar-benar sempurna.
Beberapa kontak yang cermat mungkin masih bisa mendeteksi aktivitas tidak langsung, seperti perubahan profil meski “last seen” dimatikan.
Kombinasi beberapa metode di atas akan memberikan hasil yang lebih maksimal.
Selain untuk keperluan cuti, trik-trik privasi WhatsApp ini juga berguna untuk meningkatkan keamanan digital.
Membatasi informasi yang terbuka dapat mengurangi risiko sosial engineering atau upaya penipuan yang memanfaatkan data aktivitas Anda.
Selalu waspada terhadap upaya penipuan online yang kerap memanfaatkan celah komunikasi digital.
Baca Juga:
Pertimbangan dan Batasan
Meski berbagai cara membuat WhatsApp terlihat offline padahal online ini bisa diterapkan, pengguna perlu memahami batasannya.
Mematikan fitur seperti “Read Receipts” dan “Last Seen” bersifat timbal balik. Anda juga akan kehilangan kemampuan untuk melihat informasi tersebut dari kontak lain.
Selain itu, penggunaan aplikasi modifikasi seperti GB WhatsApp yang menawarkan fitur stealth mode tidak direkomendasikan karena melanggar ketentuan layanan dan berisiko terhadap keamanan akun.
Pada akhirnya, mengelola ekspektasi komunikasi mungkin sama pentingnya dengan mengatur pengaturan teknis.
Memberi tahu rekan atau keluarga bahwa Anda sedang cuti dan akan membatasi respons di WhatsApp bisa menjadi langkah proaktif yang menghindari kesalahpahaman.
Dengan memadukan trik teknis dan komunikasi yang jelas, Anda bisa menikmati waktu istirahat dengan lebih tenang tanpa benar-benar memutuskan diri dari dunia digital.




