Selular.ID – Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-Commerce Indonesia, Melissa Siska Juminto, resmi mengundurkan diri dari jabatannya per Januari 2026, tengah berlangsung restrukturisasi puncak manajemen kedua entitas e-commerce besar itu, termasuk pergantian posisi inti di Tokopedia pasca-akuisisi strategis oleh TikTok (ByteDance).
Keputusan mundur ini disampaikan oleh TikTok dan Tokopedia dalam pengumuman resmi internal perusahaan, tanpa rincian publik soal alasan spesifik di balik langkah tersebut.
Juru bicara TikTok menyatakan bahwa Melissa mengakhiri masa jabatannya untuk melanjutkan aspirasi pribadinya.
“Melissa Siska Juminto mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce Indonesia untuk melanjutkan aspirasi pribadinya,” tulis keterangan yang Selular terima, Selasa (20/1/2026).
“Kami berterima kasih atas kepemimpinan dan kontribusinya yang berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan, serta perannya dalam memajukan ekonomi digital Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan misi untuk melakukan pemerataan ekonomi secara digital dan memberdayakan UMKM lokal melalui teknologi,” lanjut pernyataan juru bicara TikTok.
Sebagai pemimpin yang memegang posisi ganda di ekosistem e-commerce yang menyatukan Tokopedia dan TikTok Shop, perubahan ini menjadi sorotan pelaku industri digital Indonesia.
Manajemen baru Tokopedia akan segera dipimpin oleh figur eksekutif yang sudah berpengalaman di internal jaringan ByteDance dan marketplace global, menyusul pengalihan saham mayoritas ke TikTok baru-baru ini.
Peralihan kepemimpinan ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi strategis untuk mengoptimalkan operasi gabungan di tengah dinamika persaingan e-commerce yang kian ketat.
Siapa Pengganti Presiden Direktur Tokopedia & TikTok E-Commerce
Tokopedia mengumumkan bahwa posisi Direktur Utama akan ditempati oleh Vonny Ernita Susamto, menggantikan Melissa Siska Juminto di pucuk pimpinan.
Susamto sebelumnya menjabat sebagai Category Manager di ByteDance sejak 2021 dan memiliki pengalaman di berbagai peran signifikan di sektor e-commerce dan manajemen kategori produk.
Baca juga:
- TikTok Buka Suara Soal PHK Ratusan Karyawan Tokopedia
- Tiru Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop Kenakan Biaya Rp1.250 per Pesanan Mulai 2025
Dalam struktur baru yang sah secara hukum, Vonny Susamto tercatat dalam Akta perusahaan sebagai Direktur Utama Tokopedia, sedangkan Melissa Siska Juminto akan tetap berkontribusi sebagai direktur di unit organisasi yang kini melekat dengan ekosistem TikTok Shop dan Tokopedia terpadu.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi terbaru juga menunjukkan keterlibatan tokoh penting dari GoTo dan pemegang saham strategis lain, termasuk komisaris yang ditunjuk untuk memperkuat pengawasan korporasi di era baru kolaborasi ini.
Latar Belakang Pergantian Pimpinan: Merger E-Commerce Besar
Pergantian pimpinan ini terjadi di tengah transformasi besar sektor e-commerce Indonesia yang melibatkan konsolidasi antara Tokopedia dan TikTok Shop, setelah TikTok (ByteDance) mengambil alih 75,01% saham Tokopedia lewat transaksi strategis pada akhir 2023.
Langkah korporasi itu memungkinkan TikTok Shop kembali beroperasi secara legal di Indonesia dengan berintegrasi ke dalam platform Tokopedia, yang kini berfungsi sebagai payung tunggal kedua entitas.
Sejak bergabungnya kedua platform, sejumlah inisiatif telah diluncurkan, termasuk Tokopedia & TikTok Shop Seller Center yang mempertemukan dua kanal manajemen penjual dalam satu dasbor terpadu.
Fitur ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah mengelola toko serta meningkatkan efisiensi operasional lintas kanal digital.
Tantangan & Perubahan Operasional Pasca Merger
Meskipun integrasi ini membuka peluang pertumbuhan, transisi struktural juga berdampak pada berbagai aspek operasional.
Misalnya, sejumlah fitur lama yang khas Tokopedia mengalami perubahan atau penghapusan untuk mendorong migrasi penjual ke model yang lebih terpadu di bawah platform gabungan.
Strategi ini berpotensi mempengaruhi ekosistem penjual, terutama UMKM yang terbiasa dengan dashboard manajemen lama.
Namun demikian, integrasi juga menawarkan keuntungan seperti akses yang lebih luas ke audiens pengguna TikTok yang besar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Tokopedia dalam persaingan dengan pemain e-commerce lainnya.
Dampak Kepemimpinan Baru terhadap Ekosistem Digital
Pengangkatan Vonny Ernita Susamto sebagai pemimpin baru dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi antara operasi Tokopedia dan strategi bisnis TikTok Shop di Indonesia, terutama dalam menyambut tren perilaku konsumen digital yang terus berubah.
Tokopedia dan TikTok Shop bersama telah mencatat pertumbuhan transaksi signifikan di sejumlah periode belanja besar sepanjang 2025, yang menunjukkan dinamika pasar yang solid dan peluang pertumbuhan lebih lanjut.
Di tengah persaingan ketat dengan platform lain seperti Shopee yang masih memimpin berdasarkan akses pengguna, kolaborasi ini berupaya menciptakan diferensiasi melalui kombinasi konten dan transaksi digital yang lebih kuat.
Implikasi Kepemimpinan Baru & Tren E-Commerce 2026
Perubahan di puncak pimpinan Tokopedia dan TikTok E-Commerce ini merupakan refleksi dari fase baru dalam perkembangan e-commerce Indonesia.
Perusahaan kini berada pada titik integrasi yang menuntut adaptasi cepat terhadap kebutuhan pengguna dan pelaku usaha.
Ke depan, strategi manajemen baru diharapkan fokus pada perluasan layanan, inovasi pengalaman berbelanja online, serta penguatan jaringan UMKM digital.
Pimpinan baru juga akan memainkan peran penting dalam memimpin ekosistem digital Indonesia menghadapi persaingan global dan perubahan regulasi.
Perubahan ini sekaligus menandai babak baru konsolidasi bisnis e-commerce yang tidak hanya berdampak pada perusahaan besar, tetapi juga pada pelaku usaha lokal dan perilaku belanja masyarakat Tanah Air.




