Selular.id – Kenaikan harga memori RAM belakangan ini tak hanya berdampak pada biaya merakit PC, tetapi juga membuka celah baru bagi aksi penipuan.
Kondisi pasar yang sedang panas dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengelabui konsumen dengan produk palsu yang tampak meyakinkan, bahkan menyerupai RAM generasi terbaru.
Salah satu kasus dibagikan seorang pengguna forum online Reddit, yang menjadi korban setelah membeli RAM mahal untuk PC pertamanya melalui Amazon.
Alih-alih mendapatkan RAM DDR5 sesuai pesanan, ia justru menerima RAM DDR4 lama yang disamarkan menggunakan heatsink asli, sehingga sulit dibedakan secara kasat mata oleh pembeli awam.
Baca juga:
- Kelangkaan RAM Buat Peluncuran PS6 dan Xbox Next Tertunda ke 2029
- RAM 16GB di Ponsel Bisa Punah pada 2026, Harga Tetap Naik
Lantas, bagaimana modus penipuan tersebut dilakukan, apa saja tanda-tanda yang bisa dikenali pembeli, dan langkah apa yang sebaiknya dilakukan agar tidak mengalami kerugian serupa? Berikut ini uraiannya.
RAM rusak diganti produk dummy, konsumen alami kerugian
Kasus penipuan RAM tidak hanya berhenti pada produk yang disamarkan, tetapi juga pada penggantian barang yang tidak sesuai.
Pengalaman serupa dialami pengguna Reddit dengan nama akun Loudenoughforme.
Ia membeli kit RAM Corsair berkapasitas total 96 GB yang terdiri dari empat modul RAM.
Di tengah kenaikan harga memori, paket tersebut dibanderol hingga 999 dollar AS atau sekitar Rp 16,7 juta di Amerika Serikat.
Masalah muncul ketika satu modul RAM dari kit tersebut tidak berfungsi.
Loudenoughforme kemudian mengajukan retur dan menunggu penggantian.
Namun, alih-alih menerima RAM pengganti yang semestinya, ia justru mendapatkan modul RAM dummy berupa Corsair lighting enhancement kit.
Produk ini memang dapat dipasang di motherboard, tetapi tidak memiliki chip memori sama sekali dan hanya berfungsi menampilkan efek pencahayaan RGB agar terlihat seperti RAM premium.
Secara teknis, modul dummy tersebut tidak memberikan fungsi komputasi apa pun dan dijual jauh lebih murah, yakni sekitar 35 dollar AS atau Rp 586.000.
Pihak Corsair disebut telah menghubungi pelanggan yang terdampak dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut, sebagaimana dihimpun dari laporan TechRadar.
Kasus ini menambah daftar penipuan RAM di tengah tren kenaikan harga chip memori global, yang dipicu lonjakan permintaan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Konsumen pun diimbau lebih waspada saat membeli RAM secara daring, termasuk dengan merekam proses unboxing sebagai bukti apabila terjadi masalah pada produk yang diterima.





